Kaynara

Kaynara
Merasa sedih



"Biar kan saja, jangan di ambil pusing. Lagi pula, kita suami isteri. Dia saja yang ceroboh masuk." ujar Rangga. Kaynara pun mengangguk.


Kaynara mencoba memejamkan kedua matanya, namun dirinya pun tak bisa tidur juga karena kejadian tadi. Kaynara menjadi gelisah tak karuan, berguling kesana kesini, Rangga yang melihat reaksi Kaynara pun mendekati dan memeluk isterinya dari belakang.


"Sudah, jangan terlalu di pikirkan." bisik Rangga. Kedua nya pun memejamkan mata dan terlelap dalam tidur nya.


Keesokan hari nya, Kaynara terbangun. Mencoba merenggangkan otot-otot nya yang sedikit pegal, Kepala Kay juga terasa sangat berat. Kay mencari keberadaan Rangga namun suami nya sudah tidak ada di kamar. Kay pun memilih membersihkan tubuh nya dahulu di kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Kaynara menuju ruang makan. Kay melihat adik iparnya yang sedang mengobrol dengan Clara. Dokter yang pernah menangani diri nya dahulu.


"Ada dokter Clara di sini, Udah lama?" tanya Kay, Aini dan Clara pun menoleh ke arah Kaynara. Melihat tatapan Aini, Kay merasa sangat malu dengan kejadian tadi malam. Kaynara menelan air ludah nya sendiri, terlihat keringat di dahi nya.


"Kay, kemari lah! Kenapa kamu seperti orang yang gugup?" tanya Clara, Aini pun tertawa kecil melihat kakak ipar sekaligus sahabatnya merasa gugup. Aini yakin, itu semua karena kejadian tadi malam.


"Tadi malam soalnya Kay sedang sibuk, jadi nya dia masih lelah. Iyakan Kay?" sindir Aini, Kay pun mendekati mereka dengan langkah yang berat. Memang begitu lah sifat Kaynara yang begitu pemalu.


"Memang nya kamu ngapain tadi malam? Kan aku udah bilang, buat nggak terlalu lelah." ujar Clara kembali yang membuat Kaynara bingung harus menjawab apa


Dasar Rangga! Dia makin membuat aku malu, Ya Tuhan ~Batin Kaynara.


Clara sekarang mengerti, menggeleng karena sifat kurang dewasa dari Aini, dia pun tak mau memperpanjang lagi dan mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Kak, kita kapan kembali? Apa tidak mahal jika terlalu lama di sini?" tanya Aini kepada Rangga kakaknya. Rangga pun memikirkan ucapan adiknya, dia juga nggak mau membuat keluarga Kaynara repot dengan dia dan adiknya.


"Kita akan kembali besok. Aku akan bicara pada Revan. Bagaimana Kay?" tanya Rangga kepada Kaynara


"Hmm, aku nggak enak jika bicara dengan mereka. Karena mereka sudah menyiapkan bulan madu kita untuk beberapa bulan kedepan. Jika bicara pada mereka, itu bukan kah akan menyakiti hati mereka?" tanya Kaynara. Rangga pun setuju dengan ucapan Kay, lagipula dia mengingat tentang Ryan yang mencari keberadaan Kaynara. Bagaimana jika Ryan masih mencari dan ingin mencelakai Kaynara. Rangga pun memutuskan untuk tinggal di sini sesuai jadwal yang udah di tentukan. Aini juga menghargai keputusan kakak dan kakak ipar nya.


"Jika begitu kita akan lama di sini, Clara kau tinggal lah di sini bersama kami. Boleh kan kak?"


Rangga menatap ke arah Kaynara, karena bagaimana pun tempat yang mereka tinggali adalah pemberian keluarga Kaynara. Kaynara setuju dengan ucapan Aini


"Tapi maaf, Ai. Aku harus segera kembali karena tugas ku sudah selesai di sini." ujar Clara, Aini pun merasa sedih karena keputusan sahabat nya.