
Ryan sudah tidak perduli, ia pun langsung bergegas menemui Kaynara di rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit, Kaynara kembali mengalami kontraksi hebat. Dokter menyarankan agar Kaynara segera melahirkan secara sesar.
Keadaan Kaynara yang drop membuat dokter tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan anaknya.
Dokter pun meminta tanda tangan suaminya Kaynara. Ryan bingung harus melakukan apa, ia pun mengaku menjadi suami Kaynara dan langsung mendatangi surat tersebut.
Ryan mengepalkan tangannya, memukul kepalanya berulang-kali. Begitu bodohnya dia karena tidak mengajak Jo. Dia tidak tahu harus melakukan apalagi.
Ryan ingin menghubungi Jo namun ia sadar jika ponselnya di sita oleh Jo
"Sial! Ponselku kan bersamanya, bagaimana bisa aku menghubunginya. Tidak mungkin aku pergi lagi menemuinya, Kaynara sangat membutuhkan ku saat ini."
Ryan pun tidak perduli lagi, ia menunggu operasi Kaynara sampai selesai.
Menatap lampu ruang operasi yang masih menyala merah. Menandakan belum selesai, hatinya sangat gelisah.
"Tuhan, jangan ambil wanita ku lagi. Sudah cukup mama pergi menemui mu, Tuhan. Cukup mama saja, jangan kaynara lagi!".
Untuk pertama kalinya Ryan berdoa kepada sang pencipta setelah kematian sang ibunya.
Kematian sang ibu, membuatnya menjauh dari sang kuasa.
Ia menyalahkan keadaan yang merebut kebahagiaannya.
Sekarang, Ryan berdoa dengan setulus hati. Air matanya tak terasa berlinang.
*******
Kimmy menghampiri kakaknya Rangga, ia pun memberikan berkas perceraian kakaknya untuk Rangga segera tanda tangani. Setelah itu, pengacara mereka akan pergi ke Paris untuk meminta Kaynara menandatangani surat tersebut
"Kak, ini suratnya. Tanda tangani di sini kak!"
Rangga melihat selembar kertas itu, akan kah pernikahannya akan segera berakhir?
Rangga dengan berat hati menandatangi surat itu, ia mengingat semua kenangannya dengan Kaynara.
Memang pernikahan mereka bukan di dasari oleh rasa cinta, namun seiring berjalan waktu. Keduanya saling mencintai dan membangun keluarga bahagia.
Namun mengapa pernikahan mereka hanya sebentar saja? Kebahagiaan itu tidak bertahan lama.
Rangga melamun sejenak, Kimmy yang merasa bahagia pun mengambil kertas yang sudah di tanda tangani oleh kakaknya.
Ia yakin jika Rangga akan bahagia bersama Clara.
Dengan perasaan senang Kimmy pun merasa jika Clara akan mensetujui permintaanya.
Kimmy pun langsung memberikan berkas perceraian yang sudah di tanda tangani oleh Rangga kepada pengacara keluarganya.
"Pak, ini berkasnya! Kakakku sudah menandatangani surat ini. Apakah prosesnya bisa cepat?" tanya Kimmy kepada pengacara kepercayaan almarhum mama angkatnya Kimmy
"Nak Aini, ini membutuhkan proses yang tidak sebentar. Saya harap anda bisa bersabar."
"Baik pak, tolong lakuin yang terbaik. Saya ingin kakak saya terlepas dari wanita kejam itu!" Kimmy menangis, membuat pengacara kepercayaan almarhum mamanya sedih.
"Jangan khawatir nak, bapak akan melakukan yang terbaik untuk kamu. Mama mu sudah menitipkan kamu kepada saya, saya akan menjagamu seperti anak saya sendiri."
"Terimakasih banyak, Pak."
Kimmy menatap pengacara itu dengan mata yang berbinar, memang selain pengacara pria yang ada di hadapannya itu pun berteman baik dengan almarhum ibu angkatnya.
Keduanya sudah berteman saat mereka masih kecil, tidak heran jika mereka sangat dekat.
"Bapak permisi dulu, bapak akan segera menyelesaikan permasalahan kalian."
Setelah pengacara keluarganya pergi, Kimmy tersenyum licik. Menghapus air matanya, ia terpaksa harus berbohong mengatakan Kaynara wanita yang kejam agar pengacaranya segera membantu menyelesaikan urusannya.
"Aku sangat membencimu, Kaynara. Keluargamu sudah membuat ku dan kakakku kehilangan keluarga kami. Dan tidak akan aku biarkan bayanganmu menghantui kakak ku!"
Kimmy bersumpah akan menghapus Kaynara dari kehidupannya mau pun kehidupan kakaknya.
Ia tahu jika Kaynara tidak bersalah atas itu semua, namun melihat wajah kaynara membuatnya terluka dan mengingat kejadian yang membuat kedua orang tuanya kehilangan nyawa.
"Aku tahu Kay, jika kau tidak bersalah. Namun aku tidak bisa membiarkan kakakku hidup dengan anak dari seorang pembunuh. Keluargamu sudah membunuh ke dua orang tuaku!"
Mengingat itu emosi Kimmy memuncak, ia membanting semua barang-barang yang ada di dekatnya.
Rangga mendekati adiknya, melerai Kimmy melakukan hal itu
"Apa yang kau lakukan Kimmy?" tanya Rangga, memeluk adiknya yang histeris.
"Aku marah kak! Aku marah mengingat kejadian keluarga wanita itu membunuh kedua orang tua kita!"
Rangga mengeratkan pelukannya dengan sang adik, ia paham apa yang Kimmy rasakan karena Kimmy yang melihat kejadian mengerikan itu secara langsung.