Kaynara

Kaynara
Hari Keberuntungan



Rangga dan Kaynara mengajak Aini untuk ke apartemen yang saat ini Kaynara dan Rangga tempati.


"Wah, bagus sekali tempat kalian. Begitu sangat mewah, pasti ini mahal."


"Keluarga Kaynara yang mempersiap kan semua nya." jelas Rangga.


"Aku berharap, ingatan mu segera kembali, Aini. Agar kau bisa mengingat saudara mu ini." ujar Kaynara memegang bahu Aini.


"Aku juga ingin seperti itu, Kay. Dan yang paling membuat ku bahagia ternyata sahabat tersayang ku adalah kakak ipar ku. Cocok banget tuh di jadi kan judul film" gurau Aini, membuat Rangga dan Kaynara pun tertawa. Kay memeluk sahabat nya itu.


"Tinggal lah bersama kami, Aini. Aku pasti sangat senang." ucap Kaynara.


"Astaga!" teriak Aini yang segera bangkit dari duduk nya.


"Ada apa?"


"Aku tadi meninggal kan Clara sendiri, dia pasti mencari ku saat ini. Aku harus pergi dulu, nanti aku akan kembali lagi ke sini." Aini pun memeluk kakak dan juga kakak ipar nya lalu berlalu pergi.


"Aku sangat bahagia, sekali. Akhir nya kau menemu kan saudara yang selama ini kau cari. Dan ternyata adik mu adalah sahabat ku. Apa kau tahu, Rangga? adik mu itu sangat baik seperti mu. Sewaktu aku di klinik, ia selalu menghibur ku." Kaynara begitu antusias mencerita kan segala nya pada sang suami. Rangga mendengar kan cerita Kaynara dengan baik.


Rangga merasa begitu sangat bahagia, dia pun berharap jika adik nya segera kembali mengingat semua nya.


*********


Aini yang kembali ke hotel, Terlihat wajah Clara yang begitu sangat kesal.


"Kau sangat keterlaluan, Aini! Aku mencari mu ketika bangun! Tetapi, kau malah pulang dengan wajah seperti orang yang jatuh cinta saja."


"Apa kau tahu, aku begitu sangat bahagia."


"Kenapa?"


"Dunia ini memang sempit ya? Ternyata kakak mu adalah suami Kaynara, Sahabat mu sendiri. Di sini, bukan hanya kau bertemu dengan sahabat mu tetapi juga bertemu dengan kakak mu. Aku bahagia sekali mendengar nya. Nggak ada lagi alasan untuk mu bersedih!"


"Iya, Aku juga merasa sangat beruntung. Negeri ini memberikan aku kebahagiaan sekaligus. Awal nya, aku tak percaya dengan dia. Tapi, ia memberikan aku sebuah bukti."


"Aku berharap kau segera ingat segala nya, Ai."


"Aku juga berharap seperti itu, Dan kau tahu? Ternyata aku memiliki nama yang sangat indah."


"Siapa?" tanya Clara penasaran.


"Kimmy." jawab nya dengan cepat.


"Kimmy?" Aini pun mengangguk, kakak ku memanggil ku dengan nama itu. Jadi, aku yakin jika nama ku Kimmy."


"Apakah aku harus memanggil mu, Kimmy?"


"Tidak!"


"Kenapa?" Clara menatap Aini, mengerut kan kening nya dengan bingung.


"Karena, Aini adalah nama yang mama ku berikan dengan penuh cinta dan kasih sayang. jika, tidak karena kebaikan nya. Aku tidak tahu, apakah aku bisa seperti sekarang dan bertemu lagi dengan masa lalu ku. Saat ini, kakak ku adalah satu-satu nya keluarga yang aku miliki. Dan kau juga, sahabat terbaik ku. Aku menyayangi mu."


"Apakah Kaynara bukan sahabat mu?" goda Clara yang mengedip kan mata pada Aini.


"Dia sahabat ku, tapi sekarang dia adalah kakak ipar ku."