
Keadaan kaynara sudah membaik dari hari sebelum nya, Rangga meminta kepada kaynara untuk istirahat yang total.
"Sayang, sebaik nya kamu istirahat saja di sini. Aku akan memasak bubur untuk mu."
Kaynara menurut, memang ia selalu menuruti ucapan suami nya itu.
Rangga mengecup kening kaynara, ia selalu memperlakukan kaynara seperti seorang ratu.
Setiap hari, kaynara selalu berdoa agar mereka selalu dipersatukan dalam keadaan apapun hingga ke dua nya menua.
Aini berteriak. Rangga dan Kaynara langsung panik, ke dua nya pun langsung keluar melihat apa yang terjadi kepada Aini.
Rangga dan Kaynara kaget, saat kepala Aini penuh dengan darah.
Rangga menggendong tubuh Aini..Kaynara melihat air sabun yang tumpah kelantai.
Rangga meminta kaynara untuk berhati-hati.
Kay berjalan dengan hati-hati mengikuti Rangga dan juga adik ipar nya.
Ia merasa sangat cemas dengan keadaan Aini.
Mereka pun tidak tau apa yang terjadi, namun seperti nya Aini terpeleset karena air sabun yang membanjiri lantai tersebut.
Setelah sampai di rumah sakit, Rangga meminta perawat untuk menangani adik nya menggunakan bahasa Inggris.
Benturan yang begitu keras membuat Aini tidak sadarkan diri.
Kaynara langsung mengambil ponsel, mengabari Clara.
Clara harus tau keadaan Aini, bagaimana pun Clara dan Aini sudah lama bersama.
Clara mengatakan jika ia akan segera berangkat ke Paris menemui Aini.
Kaynara berdoa untuk kesehatan Aini, ia takut sesuatu terjadi kepada Aini.
Rangga menenangkan istri nya walau sebenarnya ia lebih merasakan takut daripada kaynara.
Benturan itu begitu serius hingga menyebabkan Aini tidak sadarkan diri.
"Bagaimana keadaan nya?" tanya kaynara kepada Rangga, Rangga menggeleng. Ia pun tidak tau bagaimana keadaan adik nya tersebut.
Rangga meminta kepada kaynara untuk berdoa untuk kesehatan Aini.
Dua Hari Telah Berlalu
Namun, Aini belum juga sadar dari koma nya. Clara yang sudah sampai di Paris pun menangis, ia berlari menuju kaynara.
Kaynara memeluk Clara, Clara bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa yang sebenarnya terjadi Kay?" tanya Clara.
Kaynara menggeleng, ia sendiri pun tidak tau apa yang terjadi.
Dokter keluar dari ruangan memberitahu mereka jika kini Aini sudah siuman.
Sontak membuat Clara masuk untuk melihat keadaan Aini.
Kaynara mengatakan kepada suami nya untuk masuk terlebih dulu, ia harus membeli sesuatu untuk Aini.
Rangga menolak, ia mengatakan jika mereka akan membeli nya bersama.
Rangga enggak mau meninggalkan istri nya sendirian apalagi di negeri orang. Kaynara tersenyum dan mengajak suami nya untuk membelikan sesuatu kepada Aini.
"Aini." Clara mendekati Aini, memeluk sahabat nya.
"Kamu enggak apa-apa Aini?" Clara menangis. Aini mengangguk mengatakan kepada Clara bahwa diri nya baik-baik aja.
"Aku baik-baik saja, dan aku sudah ingat semua nya. Aku tau masa lalu aku, Ra. Aku ingat siapa aku, nama ku Kimmy."
Senyuman Aini berubah menjadi kemarahan saat melihat wajah kaynara dan Rangga yang masuk ke dalam ruangan.
"Pergi kau! Menjauh dari ku dan juga kakak ku!" bentak Aini kepada kaynara.
Kaynara sangat kaget dengan ucapan Aini, begitu juga dengan Rangga dan Clara.
Rangga mendekati adik nya bertanya mengapa Aini begitu marah kepada nya.
Karena wajah kaynara tidak pernah berubah sedikit pun.
Kaynara terdiam, air mata nya menetes.
Ternyata kecurigaan nya selama ini benar. Jika Aini adalah Kimmy, sahabat kecil nya dulu.
Rangga begitu shock mendengar ucapan adik nya. Aini berteriak mengatakan tidak mau melihat wajah kaynara.
"Tenangkan diri mu, ai." pinta clara, Aini mengatakan ia akan tenang jika kaynara menjauh dari hadapan nya.
Dengan sangat terpaksa, Clara meminta maaf kepada kaynara dan meminta untuk keluar dari ruangan Aini.
Kaynara pun mengangguk, mengiyakan permintaan adik ipar nya.
Ia tidak mau keadaan Aini semakin memburuk karena diri nya.
Rangga ingin menemani kaynara namun Aini dengan terang-terangan melarang kakak nya untuk mendekati anak dari orang yang sudah membunuh ke dua orang tua mereka.
Kaynara pun mencoba menyembunyikan kesedihan nya.
Ia mengatakan kepada suami nya jika diri nya bisa pulang sendiri.
"Aku bisa pulang sendiri, jaga saja Aini." Kay tersenyum kepada suami nya.
Rangga pun tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya mengikuti ucapan adik nya agar Aini tidak semakin drop.
Kaynara pulang dengan perasaan yang sangat hancur.
Kebahagiaan nya hanya sesaat, Kaynara mengira jika penderitaan nya sudah berakhir namun nyata nya. Ia harus menanggung kesalahan kakek nya di masa lalu.
Kaynara menghapus air mata nya, ia mengutuk diri nya sendiri.
Mengapa ujian demi ujian datang tanpa henti? Kaynara tau bagaimana kebencian Kimmy kepada diri nya.
Kini, ia kehilangan Aini adik ipar yang selalu menyayangi nya. Yang ada sekarang hanya Kimmy yang selalu benci kepada Kaynara.
Kaynara dengan perasaan yang campur aduk pun pulang ke rumah, ia tau jika ini akan terus berlangsung..
Namun, kaynara harus menghadapi semua nya dengan hati yang lapang.
Semenjak meninggal nya ke dua orang tua dan juga kakek, nenek nya. Tidak ada kebahagiaan lagi di hidup kaynara.
Namun, kehadiran Rangga di hidup nya perlahan membuat kaynara memiliki tujuan hidup. Apalagi, ada Aini yang selalu mendukung nya namun sekarang. Aini sudah pergi, hanya ada Kimmy.
Kay berulang kali mengambil nafas dengan panjang, ia mengendalikan diri nya agar tidak stres.
Jika kaynara stres maka anak yang ada di kandungan nya akan mendapatkan dampak yang buruk.
Kaynara tidak mau itu semua terjadi.
Tin! Tin!
Hampir saja kaynara di tabrak oleh mobil, pengendara itu pun memaki kaynara namun kaynara tidak menghiraukan nya.
Yang ia pikiran adalah adik ipar nya, kebencian Kimmy kepada nya.
Kaynara tau, jika Kimmy sangat membenci nya.
*****
Aini yang masih kesal pun merasakan sakit yang luar biasa di kepala nya.
Rangga dan Clara meminta Aini untuk tenang.
"Tenang lah, Aini."
"Jangan panggil aku Aini lagi, namaku Kimmy!" bentak nya kepada Clara dan Rangga.
Ke dua nya pun meminta maaf dan mengatakan tidak akan memanggil nya dengan panggilan Aini lagi melainkan Kimmy.
"Maafkan kakak, Kimmy. Tolong tenang kan diri mu, Kakak enggak mau kamu drop. Kakak sangat khawatir dengan keadaan kamu, Kimmy."
Kimmy mengangguk, memeluk kakak nya.
"Kak, aku menyayangi kakak. Aku yakin jika kakak juga menyayangi ku melebihi apapun. Kak, kita hanya tinggal berdua. Jangan tinggalkan aku, tetap lah menjadi pelindung ku."