Kaynara

Kaynara
Malu



Kebahagiaan keluarga Kaynara terus saja bertambah, kini suami nya telah menemukan adik yang selama ini dia cari. Aini begitu sangat menyayangi Kaynara sebagai sahabat serta kakak ipar nya.


Mereka berdua sangat kompak, bahkan sering sekali usil mengerjai Rangga. Malam begitu larut, Rangga mengajak isteri nya untuk masuk di dalam kamar. Semakin hari, Rangga semakin bucin kepada Kaynara.Bahkan, tidur saja harus di temani oleh kaynara.


"Manja sekali sih kak, aku kan masih ingin menghabiskan waktu bersama kakak ipar ku!"


"Anak kecil sebaiknya tidur, tidak bagus untuk mu bergadang." Aini memonyongkan mulut nya kedepan


"Huft! Tidak seru tahu!"


"Kay, Ayo masuk!" Kaynara bangkit, mendekati sang suami dan mendengarkan ucapan suami nya untuk masuk ke dalam kamar.


Di dalam kamar, Rangga segera mengajak isteri nya untuk naik ke atas ranjang. Segera ia memeluk Kaynara dengan manja.


"Harus nya aku tau yang harus kamu perhatiin, bukan Aini terus!"


"Jadi ceritanya suami aku cemburu? Manis banget sih." Kaynara mencubit pipi suaminya dengan gemas.


"Sakit tau!" Rangga dengan geram menggigit pelan bibir bawah Kaynara.


Tanpa sengaja Kaynara mengeluarkan suara erangannya, hormon hamil membuat dirinya gampang terangsang. Rangga melanjut kan aksi nya dengan perlahan, ia tak ingin Kaynara dan bayi yang ada di kandungan isteri nya merasa sakit atau tidak nyaman. Rangga mengelus leher isterinya dengan lembut.


******


Aini yang di kamar sendirian merasa bosan harus melakukan apa, ia menggerutu di dalam hati. Kenapa kakak nya tidak bisa membiarkan mereka berdua untuk bermain sebentar lagi. Aini mengambil ponsel milik nya, mencoba menghubungi sahabat nya Clara. Namun, ponsel Clara juga tidak aktif. Aini membuang nafas dengan kasar, diri nya merasa sangat penat lalu memutuskan untuk pergi ke kamar kakak nya.


Aini berjalan keluar kamar, mendekati kamar Rangga. Pintu kamar Rangga tak terkunci, bahkan terbuka sedikit. Dengan rasa polos dan tak tahu apa-apa Aini langsung masuk ke dalam kamar kakak nya tersebut.


"Aaaaaaaa! Astaga, ****!" teriak Aini, ia sontak langsung keluar dari kamar. Aini memukul mata nya dengan kuat.


"Sial! Sial! Sial! Oh tidak, Apa yang ku lihat barusan? Tidak, mata suci ku ternodai, Astaga!" teriak nya yang berlari masuk ke dalam kamar miliknya.


"Mereka begitu sangat ceroboh! Apa mereka tidak sadar, jika di sini bukan hanya mereka berdua saja." Aini naik ke atas tempat tidur dan memejam kan kedua mata nya, mencoba melupakan kejadian yang baru saja diri nya lihat.


******


Sedang kan Rangga dan Kaynara yang terkejut melihat Aini yang tiba-tiba saja masuk di saat kedua nya hampir ke puncak nya. Terdiam dan merasa sangat malu. Terutama Kaynara, bagaimana besok dia harus menghadapi adik ipar nya itu.


"Percaya lah, aku ti-tidak sadar jika kamar belum di kunci." ujar Rangga. Rangga juga sangat malu karena adiknya melihat diri nya dan Kaynara tidak berpakaian sebening benang pun. Bahkan mereka melalukan hal yang tak seharusnya Aini lihat.


"Bagaimana ini? Pasti besok pagi, Aini akan menanyakan hal-hal yang tidak bisa aku jawab." batin Kaynara dengan rambut dan wajah nya yang tak karuan. Rangga mencoba menenangkan isterinya itu