
"Anda tinggal di sini juga?" tanya Kaynara yang sedikit kaget, Ryan mengangguk.
"Senang bertetangga dengan anda. Ohiya tadi saya memasak, dan begitu banyak karena sendirian jadi saya membagikan makanan untuk ke beberapa tetangga." Kaynara memberikan dua wadah yang berisi makanan kepada Ryan karena ia juga melihat Jo.
Setelah memberikan makanan tersebut Kaynara langsung kembali ke rumah. Karena memang makanan terakhir ia berikan kepada Ryan dan juga Jo
Namun saat ia ingin kembali, kaynara langsung sakit perut.
Perut nya kembali sakit seperti kemarin, namun kali ini sangat sakit
Ryan yang panik langsung menghampiri kaynara dan bertanya ada apa.
Kaynara menggeleng, namun ia menunduk menggigit bibir bawah nya menahan rasa sakit
"Kaynara, apakah anda baik-baik saja? Jo ayo cepat bawa dia ke rumah sakit."
Jo mengangguk, menyimpan makanan yang kaynara berikan tadi di dalam terlebih dahulu
"Ti-tidak usah repot-repot. Aku enggak kenapa-kenapa." jawab kaynara dengan nada gemetar, ia merasa sakit yang begitu hebat.
Saat kaynara ingin terjatuh, Ryan langsung menampung tubuh kaynara.
Tanpa aba-aba ia langsung menggendong tubuh kaynara yang tidak sadarkan diri.
Mereka langsung bergegas ke rumah sakit, dokter pun langsung memeriksa kaynara yang banyak mengeluarkan darah
Dokter mengatakan jika kondisi janin Kaynara sangat lemah, kaynara tidak boleh terlalu lelah atau banyak pikiran. Karena itu bisa membahayakan kandungan dan juga Kaynara
Ryan mendengar penjelasan yang di berikan dokter pun merasa cemas, bagaimana tidak? Ryan sangat mencintai kaynara ia tidak siap jika kaynara atau anak yang di kandung kaynara kenapa-kenapa.
Ryan meminta dokter untuk memberikan perawatan yang khusus untuk Kaynara.
Dokter mengatakan jika ia akan melakukan yang terbaik untuk Kaynara.
Terlihat Ryan sangat khawatir dan gusar, ia akan menyuruh anak buah nya mencari keberadaan Rangga. Ia akan memberikan pelajaran kepada pria itu.
Kaynara wanita yang sangat berharga untuk nya bagaimana bisa Rangga menyia-nyiakan Kaynara?
Terlihat Kaynara tak sadarkan diri
"Jo, Kau lihat. Sudah dua kali dia masuk rumah sakit dan begitu lemah Semenjak kita di sini. Lalu bagaimana sebelum nya? Pasti wanita ku merasa sangat tertekan hingga membuat nya merasa lemah begini Jo!" terima Ryan.
Ia begitu kesal, dan tidak terima melihat keadaan kaynara yang lemah.
"Tenang lah Tuan!" ucap Jo, namun bagaimana Ryan bisa tenang melihat wanita nya begitu lemah.
Untung saja kaynara memberikan makanan untuk nya, jika tidak mungkin Ryan tidak tau bagaimana keadaan kaynara.
"Jo, lakukan sesuatu!" ucap nya lagi gusar, Ryan ingin menemui Kaynara di dalam namun Jo melarang
Jo juga memperingatkan Ryan bahwa Ryan tidak memiliki hak untuk itu, dan sepengatahuan kaynara jika ia dan Ryan juga orang asing yang baru kaynara kenal.
"Tolong kendali kan diri anda tuan!" ujar Jo.
Ryan memukul dinding rumah sakit, ia merasa gusar.
Mendekati Jo, menarik kera baju Jo dan memerintahkan Jo untuk segera membawa Rangga ke hadapan nya..
Hidup atau pun mati
"Bawa pria brengsek itu di hadapan ku, aku tidak peduli itu hidup atau mati. Bawa dia di hadapan ku segera!"
Iblis Yang ada di diri Ryan seakan membara