
Aini masuk ke dalam ruangan Kay, dia begitu merinding melewati pengawal dan kedua polisi itu
"Rasanya aku masuk ke ruangan tahanan saja." batin Aini. Terlihat Kay sedang melamun.
"kenapa melamun?" tanya Aini mengaget kan Kaynara. Kay pun menoleh ke arah Aini.
"Aku merindu kan keluarga ku."
"Keluarga angkat mu?" Kay pun mengangguk, Aini mengelus bahu Kay.
"Aku yakin, kalau mereka juga merindu kan mu."
"Apakah mereka masih mau menerima ku?" tanya Kay kembali.
"Mereka pasti akan menerima mu. Kau wanita baik, semua yang melihat mu pasti nyaman di dekat mu." ucap Aini kepada Kay. Kay pun menghembus kan nafas nya dengan kasar, rasanya ia begitu sangat bosan di sini. Kay ingin sekali menghubungi Rangga namun ia takut menganggu pekerjaan Rangga.
*****
Di sisi lain, Rangga pun selalu memikir kan dan meng khawatir kan keadaan Kaynara. Bekerja dengan tidak fokus
"Hai bro, kenapa dari tadi lo cuman bengong aja? patah hati Lo?" tanya rekan kerja Rangga.
"Bukan apa-apa." Rangga melanjut kan pekerjaan nya, Setelah selesai pulang kerja. Rangga melihat penjual bunga di jalanan, ia ingin membeli kan bunga untuk Kaynara. Namun, langkah nya terhenti ketika melihat seseorang yang tak asing bagi nya. Rangga pun langsung mengejar wanita yang barusan menaiki angkutan umum. Jalanan begitu ramai dan macat hingga akhir nya dia kehilangan jejak. Dengan kesal Rangga memukul motor nya.
"Sudah ada petunjuk di depan, tetapi kenapa bisa aku lepas kan. Bodoh nya aku!" umpat nya. Rangga pun kembali melaju kan motor nya kembali ke dalam rumah. Perasaan nya begitu sangat kacau, tak tau harus bagaimana lagi menemukan seseorang yang selama ini dia cari. Rangga masuk ke dalam kamar, ia memegang bingkai photo yang berisi photo seseorang.
"Aku sudah hampir menemukan nya. Tetapi aku gagal kembali. Sudah berbagai cara aku lakukan. Tetapi, lagi-lagi aku gagal. Aku gagal menjaga amanah dari mu. Aku memang tidak berguna, bahkan aku tidak bisa memenuhi permintaan mu." umpat Rangga dengan perasaan kacau. Dia begitu putus asa.
Dering telepon Rangga berbunyi, ternyata dari teman Rangga yang menawar kan pekerjaan tambahan untuk diri nya. Rangga pun dengan cepat menerima tawaran itu, ia ingin segera mengumpul kan dana untuk pernikahan nya dengan Kaynara. Tidak sempat makan, Rangga langsung bergegas menemui teman nya. Sesampai tujuan, Rangga kaget melihat seseorang.
"Ini pria yang tadi mencari Kaynara." batin nya.
"Kau? kita akhir nya bertemu lagi." ucap Ryan, Ryan mengembang kan senyuman nya pada Rangga.
"Jika aku boleh tahu, pekerjaan apa yang harus aku kerja kan?" tanya Rangga pada teman nya. Tanpa basa basi Ryan langsung melempar kan selembar photo di hadapan Rangga. Ia melihat photo Kaynara yang terpampang di hadapan nya.
"Aku ingin kau mencari wanita ini."
"Kalau boleh tahu, mengapa kau ingin mencari dia?" tanya Rangga pada Ryan, tatapan ramah Ryan berubah menjadi tidak suka.
"Setidak nya aku akan mendapat kan informasi jika bekerja di sini." batin Rangga..
"Baik lah, maaf kan aku jika pertanyaan ku membuat mu marah."
"Waktu mu hanya 7 hari, jika kau bisa menemu kan nya. Aku akan memberi kan mu 500 juta. Namun, jika kau gagal menemu kan nya kau akan berhenti dari sini dan aku hanya membayar gaji mu senilai 3 juta. Bagaimana? apakah kau terima?" Rangga begitu terkejut mendengar gaji yang di beri kan Ryan.
"Mengapa pria ini rela mengeluarkan dana sebesar itu? apa tujuan nya?" batin Rangga. Rangga menoleh ke teman nya. Teman nya hanya menggeleng kan kepala saja, seakan meng isyarat kan untuk tidak banyak bicara.
"Saya harus pergi. Dan selamat bekerja." Ryan pun pergi meninggal kan Rangga dan yang lain nya.
"Mengapa dia sangat terobsesi dengan gadis ini?" tanya Rangga pada teman nya.
"Entah lah, gue juga tidak paham. Dia begitu antusias mencari gadis ini. Bahkan kemarin dia tega membunuh bawahan nya karena tidak bisa menemu kan gadis ini."
"Seperti nya dia memang orang suruhan Elsa yang ingin melenyap kan Kaynara. Jika tidak, tidak mungkin dia begitu antusias mencari Kay." batin Rangga
Ryan yang berada di ruangan nya memijit perlahan dahi nya yang begitu terasa berat, ia sangat merindukan kekasih pujaan nya itu. Bahkan sedetik saja tidak terlepas dari bayangan gadis impian nya.
"Kembali lah, Kay. Aku merindu kan mu." ucap nya. Sudah begitu banyak orang yang dia perintah kan mencari Kaynara. Begitu banyak juga uang nya habis untuk menyewa orang, namun tidak pernah ada hasil. Rangga yang masih berfikir setidak nya ia bisa mendapat kan uang untuk tambahan pernikahan diri nya dengan Kaynara dengan uang tiga juta.
"Aku tidak akan pernah memberitahu dia tentang keberadaan mu, Kay." batin Rangga.
*******
Kaynara sedang bercanda tawa dengan Aini, Aini mengajak Kaynara bermain di ruangan, Kay meminta kepada Aini untuk membawa nya ke taman. Tetapi Aini menolak dan memberi kan alasan bahwa di luar terdapat pasien yang sangat aneh. Bisa mengamuk tidak jelas bahkan menyakiti orang lain. Kay pun percaya dengan alasan yang di berikan oleh Aini. Bukan maksud Aini berbohong. Namun, jika Aini membawa Kaynara keluar. Kay akan tahu bahwa di luar ruangan ada beberapa pengawal dan polisi yang menjaga diri nya. Kay akan merasa tidak nyaman mungkin bisa membuat diri nya kehilangan kendali lagi. Entah mengapa, Aini menyayangi pasien yang saat ini diri nya tangani. Dia begitu menyayangi Kaynara walau perkenalan mereka baru beberapa hari saja. Begitu juga dengan Kaynara yang terkenal pendiem dan cuek. Bisa begitu menyayangi Aini, dia juga mempercayai Aini sepenuh nya bahkan mencerita kan tentang kehidupan nya yang kelam.
Semakin hari mereka pun semakin dekat, Kini Aini mengajak Kaynara bermain teka teki layak nya anak kecil, siapa yang tidak bisa menjawab akan di berikan hukuman berupa menarik hidung hingga memerah. Kay seringkali kalah, kini hidung nya memerah seperti badut.
"Apa kau tahu, dulu aku juga sering bermain seperti ini dengan teman ku. Dia teman ku satu-satu nya, tetapi."
"Tetapi apa?" tanya Aini
"Dia tidak menyukai dan menjauhi ku." Wajah Kaynara berubah menjadi sedih.
"Jangan bersedih, mungkin dia hanya salah paham saja. Aku yakin, suatu saat kalian akan kembali bersama lagi. Dia akan kembali menyayangi mu seperti dahulu." hibur Aini kepada Kaynara.