Kaynara

Kaynara
Memasak



Clara merasa kesal dengan Jo "Awas!" Clara meminta Jo untuk minggir karena ia sudah menghalangi jalan Clara


"Kau tidak dengar apa yang aku katakan? Minggir!"


"Tidak!"


"Kenapa? Mengapa kau meminta aku untuk tidak boleh pergi? Aku ingin pergi Jo!"


"Maaf nona, namun tidak bisa! Anda harus tetap di sini sampai tuan Ryan meminta saya mengajak anda kembali ke sana!"


Clara menatap Jo dengan kesal "Kau sangat egois! Kau hanya memikirkan bos mu saja tanpa memikirkan aku!"


"Karena saya adalah anak buah dari tuan Ryan. Bukan anak buah anda!"


Clara merasa kesal karena ucapan Jo "Dan aku bukan bawahan mu atau bawahan Ryan jadi jangan mengatur aku!"


Jo memegang tangan Clara dengan lembut, membuat Clara salah tingkah "Jangan kemana-mana!"


"Kenapa tidak boleh?"


"Karena aku merindukan mu!" Jo Mengatakan itu tanpa sadar, jantung Clara berdegup dengan kencang


"Kau berbohong, kau mengatakan itu karena bos mu meminta menahan ku!"


Jo terdiam saat menyadari ucapannya. Namun apa yang Jo katakan itu lah sebenarnya, ia merindukan Clara wanita yang ia cinta


"Lepasin aku Jo!"


"Hust!"


Jo meminta Clara untuk tidak berisik, namun Clara masih saja memberontak


"Aku ingin kembali Jo!"


"Tidak!" Jo menarik tangan Clara Dengan lembut, membawanya ke sofa dan mendudukan tubuh Clara


"Duduk lah dengan manis nona!"


Clara menghela nafas panjangnya dengan kasar namun ia merasa senang karena dekat dengan Jo walau sikapnya dingin


******


"Biarkan saja mereka. Yang penting mereka mempunyai waktu berdua bukan kah itu keinginan mu?"


Kaynara mengangguk "Iya kau benar, setidaknya mereka akan memiliki waktu berdua. Jo harus bahagia, aku tahu jika tuan Jo dan Clara saling mencintai,"


"Kenapa kau begitu tahunya tentang mereka? Belum tentu itu benar, kaynara!"


"Aku benar Ryan, dan aku yakin jika kau pun tahu, namun kau menutup mata agar tidak mengetahui kenyataan yang ada!" ujar Kaynara, Ryan terdiam


"Kau tahu apa maksud aku bukan?" Kaynara kembali berbicara dengan Ryan


"Sudah lah, lebih baik kita melanjutkan masaknya saja. Jangan mengatakan apapun lagi!"


Kaynara pun kembali memasak di bantu oleh Ryan.


"Apakah ini cukup?" Ryan bertanya saat ia ingin memberikan garam, kaynara melihat dan kaget


"Kau ingin membunuh ku? Astaga," kaynara mengambil sendok yang ada di tangan Ryan. Bahkan melihat sesendok makan penuh garam saja sudah membuatnya merinding.


Kaynara mengurangi banyak garam dan hanya menyisakan sedikit saja.


"Segini!"


Kaynara memasukan garam ke dalam makanan tersebut


Setelah selesai memasak, Kaynara dan Ryan menata makanan di meja makan


"Harum sekali, ternyata aku pintar memasak haha" Ryan memuji dirinya sendiri, kaynara hanya menggelengkan kepala "Terserah kau saja!"


"Namun memang benar, aku yang memasak yang di bantu oleh bidadari Kaynara!"


"Haha bidadari apanya, aku tidak secantik itu!"


"Kau memang cantik, seperti bidadari Kaynara!"


Harum makanan itu masih tercium dengan wangi. Setelah selesai masak, Clara dan Jo pun datang


"Wah ratu dan raja sudah datang. Silahkan menikmati makanan ini!" Ryan seperti wanita saja yang mendumel, kaynara pun menegur Ryan "Hust! Mengapa mulut mu julit sekali! Jangan berbicara seperti itu, mereka akan merasa sakit hati!"