Kaynara

Kaynara
Menghindar



Clara merindukan Jo namun ia hanya bisa menahan kerinduan nya


Perasaan apa ini? Mengapa aku merindukan nya, apa aku menyukai nya? Tidak! Tidak!


Clara menepis perasaan itu, mungkin kemarin ia hanya terbiasa dengan kehadiran Jo dan sekarang saat ia dan Jo tidak ada komunikasi ia merasa kesepian.


Clara melihat ponsel nya, begitu banyak telepon masuk dari Kimmy.


Clara masih enggan mengangkat nya, ia hanya ingin memberikan ruang kepada Kimmy untuk berfikir.


Clara hanya ingin sahabat nya yang dulu, bukan yang sekarang.


Aini yang memiliki sikap baik dan juga hati yang lembut, bukan Kimmy yang memiliki kebencian begitu dalam kepada orang lain.


Kimmy, maafkan aku.. Saat ini aku sedang sibuk mengatasi pasien nanti setelah aku memiliki waktu..Aku akan menghubungi mu ~Clara


Clara pun memberikan pesan kepada sahabat nya Kimmy, ia berharap agar Kimmy bisa mengerti dengan apa yang Clara katakan.


Clara langsung mematikan ponsel pribadi nya dan hanya menggunakan ponsel untuk nya bekerja.


Clara memang memiliki dua ponsel, satu untuk pribadi dan satu nya lagi untuk ia tugas bekerja.


Clara sengaja tidak mau menjadikan satu, karena ia ingin hidup rapi.


Tidak mau mencampurkan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan nya. Karena itu bisa merusak segala nya


*****


Kaynara mengambil air hangat. Ia meneguk nya perlahan, mengelus perut nya mengajak sang anak berbicara


"Sayang nya mama, anak kesayangan mama. Jangan lemah ya nak, kita harus kuat menjalani semua nya. Kamu bantu mama ya sayang?"


Dengan lembut ia mengelus perut anak nya. Kaynara tidak tau harus sampai kapan seperti ini.


Kaynara mengingat pesan dari dokter untuk tidak boleh mengalami stres yang berlebihan demi kebaikan anak nya..


"Mama udah cukup kehilangan mereka nak, mama enggak mau lagi kehilangan kamu. Kita harus sama-sama ya sayang tapi tolong kamu juga bantu mama. Bantu mama agar bisa kuat nak."


Untuk menghilangkan dan melupakan kesedihan nya, kaynara memilih untuk memasak.


Saat ini memasak adalah salah satu hobby nya.


Perlahan mood nya kembali membaik, kaynara memasak dengan sepenuh hati. Ia berniat untuk memberikan masakan nya kepada beberapa tetangga sebelah nya.


Karena memang kaynara suka sekali membagi masakan nya apalagi saat ini dia hanya sendirian, jadi tidak terlalu banyak makan pasti makanan itu tidak habis.


Setelah selesai masak, kaynara memindahkan masakan nya ke beberapa wadah sekali pakai untuk di bagikan kepada tetangga nya


Masakan kaynara begitu wangi, bahkan wanita itu pun tidak sabar memakan makanan yang ia masak.


Setelah selesai memindahkan nya, kaynara memilih untuk mengantarkan makanan ke beberapa tetangga nya terlebih dahulu. Agar mereka bisa menikmati nya di saat makanan masih dalam keadaan hangat.


Perlahan Kaynara berjalan, kaki nya mulai membengkak menyebab kan kaynara sedikit kesulitan untuk bergerak bebas.


Ia pun menekan bell rumah dan memberikan kepada tetangga yang membuka kan pintu.


Ia berjalan menuju pintu ke pintu. Berapa terkejutnya ia saat seseorang membuka pintu.


"Tuan ryan." ujar nya, Ryan yang kaget dan begitu bahagia


"Hey, nona Kaynara." ujar nya memberikan salam terbaik, pagi yang begitu sungguh indah untuk Ryan karena sudah di kunjungi oleh wanita yang ia cinta pagi-pagi begini.


Dan beruntung nya Ryan karena ia sendiri yang membuka kan pintu itu. Untung saja saat Jo ingin membuka nya Ryan melarang dan mengatakan ia yang akan membuka nya sendiri.