Kaynara

Kaynara
Merasa Kehilangan



Saat ini nona Kaynara sedang tidak sadarkan diri, aku tidak tahu siapa kau. Tapi jika kau mengenal keluarganya di Indonesia tolong beritahu mereka


terdengar suara Ryan serak seperti menangis, siapa yang tidak lemah melihat wanita yang ia cintai menjadi lemah tidak sadarkan diri seperti ini.


Apalagi anak Kaynara juga tiada, begitu hancur hatinya. Namun ia tidak bisa berbuat apapun, Ryan hanya bisa berharap jika Kaynara bisa menerima kenyataan yang pahit ini. Ia berjanji akan menjaga Kaynara, tidak akan ia biarkan lagi Kaynara mengalami rasa sakit seperti ini.


"Aku mencintaimu Kaynara."


Hallo?


Ryan kaget, ternyata panggilan itu belum terputus. Ia pun meminta maaf kepada yang menghubungi Kaynara.


Keduanya pun memutuskan panggilan tersenyum, sama seperti Ryan yang tidak tahu. Clara juga tidak tahu jika yang menghubunginya adalah Ryan. Sang kakak tiri.


*******


Dua jam berlalu


Kini, Kaynara sudah sadarkan diri membuka matanya perlahan. Kepalanya terasa sangat sakit begitu juga perutnya mungkin saat ia kehabisan bius ia merasakan sakit yang tidak terkira.


"Awww!" pekiknya, ia menatap perutnya yang buncit menjadi rata


Terlihat senyuman mengembang di wajahnya dengan cantik


"Anakku,"


Terlihat pintu ruangan terbuka, kaynara mengerutkan dahinya heran. Mengapa Ryan ada di sini? Namun ia tidak mempermasalahkannya.


"Tuan, anakku sudah lahir. Aku ingin melihatnya."


ucapan Kaynara berhasil membuat Ryan lemah, ia mendekati Kaynara dan menjelaskan jika anaknya Kaynara tidak selamat.


Kenyataan itu membuat Kaynara merasa sangat hancur berkeping-keping.


"Engg-enggak! Itu enggak mungkin, anakku!"


"Hati-hati nona Kaynara!" Ryan ingin membantu kaynara namun Kaynara menolak dan menepis tangannya.


"Enggak, kau berbohong! Anakku masih hidup." Kaynara histeris, keributan membuat perawat masuk dan menenangkan Kaynara.


Kaynara bertanya kepada perawat dimana bayinya, perawat pun mengatakan jika bayinya sudah tiada.


Kaynara semakin histeris, perawat terpaksa menyuntikkan obat penenang untuknya.


Ryan merasa kacau melihat keadaan wanita yang begitu ia cinta.


Mengapa takdir tidak adil kepada orang yang baik seperti Kaynara?


Kaynara tertidur setelah diberikan obat penenang tersebut.


*****


Clara yang mendengar kabar Kaynara pun menangis, ia ikut bersedih dengan apa yang Kaynara alami


Saat ini mental Kaynara pasti akan hancur berantakan, ia pun memutuskan untuk kembali ke Paris. Jika bukan sebagai seorang teman setidaknya sebagai Psikiater yang merawat pasiennya. Kaynara juga pasien dari Clara.


Clara segera memesan tiket ke Paris, semenjak kejadian Kimmy dan Rangga meninggalkan Kaynara.


Clara memilih untuk menjaga jarak dari Kimmy, ia sangat kecewa dengan sahabatnya yang begitu egois.


Banyak sekali pesan dan panggilan masuk dari Kimmy, namun Clara mengabaikannya. Ia akan kembali kepada Kimmy jika Kimmy bisa sadar dengan perbuatannya.


Ia yakin jika Kaynara mengalami stres yang berlebih sehingga ia kehilangan anaknya.


Clara berdoa untuk ketenangan anaknya Kaynara, ia pun memutuskan untuk kerumah keluarga Kaynara yang ada di Indonesia, memberikan kabar duka tersebut.


Namun saat Clara sampai di sana tidak ada siapapun, semuanya begitu sepi.


Clara tidak memiliki waktu yang lebih lagi untuk menunggu, ia pun memutuskan untuk segera ke Bandara. Jika tidak, ia bisa ketinggalan pesawat, ia sudah memberikan pesan kepada salah satu pengasuh di keluarga Kaynara. Semoga saja ia memberitahukan segera kabar duka itu dan keluarga Kaynara bisa segera menyusul ke Paris