
"Sengaja pun tidak apa-apa!" Ujar Ryan dengan datar, namun terlihat tangannya masih gemetar. Kaynara pun tak menghiraukan Ryan. Keduanya pergi ke dapur, Clara awalnya sedang minum namun saat melihat Ryan memilih untuk masuk kamar. Ia tidak mau membuat kakaknya merasa kesal atau tidak nyaman dengan kehadirannya
"Ra, aku ingin memasak. Dan tolong panggil tuan Jo ya?" Clara masih diam. Ia tak bergeming, kaynara memberikan kode kepada Ryan sehingga membuat pria itu terpaksa berbicara dengan adiknya
"Pergilah, panggil Jo. Aku akan memasak dengan Kaynara," setelah Ryan mengatakan itu baru lah Clara memanggil Jo
"Tumben sekali ia ingin berbicara dengan ku, kesambet apa?" Batin Clara namun ia tetap berjalan keluar unit untuk memanggil Jo
Clara menekan bel apartemen yang di tempati oleh Ryan dan Jo. Jo membuka pintunya
"Clara?" Namun Jo langsung ingin menutup pintu, Clara berusaha menahan "Tolong jangan salah sangka! Aku kesini karena di suruh oleh Ryan memanggil mu. Jika tidak percaya, telepon saja!"
Mendengar itu baru lah Jo membuka kembali pintunya "Oh, baik lah!" Jawabnya dengan singkat, keduanya berjalan menuju apartemen kaynara.
Namun Jo mendapatkan notif dari Ryan agar lima belas menit lagi ke unit kaynara, mungkin bosnya ingin berduaan saja dengan wanita yang ia suka
"Tuan ryan memberikan pesan kepadaku, katanya kita menunggu saja di apartemennya!"
Clara mengangguk, Jo berjalan terlebih dahulu membuka apartemen
"Jo, mengapa kau menghindar dari ku?"Clara bertanya dengan nada yang berat, Jo masih bungkam
Namun ia mengingat pesan bosnya agar menahan Clara tetap di unit mereka "Tidak nona! Saya tidak menghindar dari siapapun,"
"Clara Jo! Bukan nona!"
"Apa aku memiliki kesalahan kepada mu? Atau karena kakak ku yang melarang kau dekat dengan ku?"
"Tidak! Jika ia melarang, ia tidak akan membiarkan mu masuk ke unitnya!"
Clara terdiam, mengapa Jo bersikap dingin kepadanya "Aku menyakiti mu Jo?"
"Tidak!" Jawabnya singkat "Namun kau menyakiti aku Jo! Sikap mu menyakiti ku!" Clara berteriak, ia ingin lelaki itu mengerti dengan perasaanya
"Saya tidak pernah menyakiti siapapun, dan jika anda merasa tersakiti. Itu masalah anda nona! Bukan masalah saya!"
"Jo yang aku kenal dulu enggak seperti ini,"
Jo tersenyum sinis, menatap Clara dengan tatapan dingin "Anda tidak terlalu mengenal saya nona. Jadi bersikaplah seperti itu, jangan sok tahu tentang saya!"
"Ya, aku tidak lama mengenal mu, namun kau dulu sangat baik dan perhatian kepada aku. Namun di mana Jo yang dulu?"
"Saya melakukan itu karena anda adalah adik dari tuan saya, nona! Saya tidak ingin melihat kerabat tuan saja sakit dan terluka. Sebab itu saya perduli dengan anak, karena anda sangat khawatir dengan keadaan tuan Ryan saat itu!"
Clara terdiam, namun ia tahu jika Jo tidak seburuk itu. Pasti ada alasan lain dari setiap sikap dinginnya Jo.
"Sudah lah, lebih baik kita kembali ke unit Kaynara. Dia pasti sudah menunggu," ajak Clara namun Jo mencengkal tangan Clara "Tidak nona! Tuan Ryan meminta saya untuk tetap di sini,"
"Iya, tuan mu hanya meminta kau tinggal di sini. Bukan aku! Turuti semua keinginannya, tapi jangan pernah melarang aku!"