
Jo yang tidak melihat bosnya pun segera pergi ke rumah sakit, ia tahu jika Ryan pasti akan ke rumah sakit menemui Kaynara.
Jo sedikit kesal, karena Ryan tidak mau mendengarkan ucapannya namun ia tidak bisa berbuat apapun.
Tanpa banyak bicara, ia langsung menemui Ryan di rumah sakit.
Diluar ruangan Jo melihat Ryan yang duduk di ruang tunggu. Ryan menghampiri anak buahnya
"Aku mengira kau tidak akan datang, Jo. Kaynara sedang dioperasi. Sudah lama sekali namun dokter belum keluar. Aku sangat kesal dan khawatir sekarang."
Ryan mengatakan kegelisahan hatinya, Jo mencoba membuat bosnya untuk tetap tenang.
"Jangan khawatir, Tuan. Semua akan baik-baik saja."
Ryan takut sesuatu akan terjadi kepada Kaynara, Kaynara wanita kedua yang paling berharga di hidup Ryan setelah mamanya.
Jo dapat merasakan kecemasan Ryan, andai Ryan bisa menerima dan menyayangi Clara. Mungkin, semuanya akan baik-baik saja.
Lampu operasi berhenti, menandakan sudah selesai.
Dokter keluar dengan wajah yang sedih, ia mengatakan jika anak Kaynara tidak bisa diselamatkan.
Ryan ikut sedih, ia khawatir jika Kaynara tidak bisa menerima ini semua.
Kaynara masih belum sadarkan diri akibat efek bius yang diberikan.
Perawat akan memindahkannya ke ruangan VVIP sambil menunggu Kaynara sadar, sementara anak Kaynara yang tiada harus segera di makamkan..
Jo mempersiapkan pemakaman untuk anak Kaynara.
Ryan menyerahkan segalanya kepada Jo, sedangkan Ryan menjaga Kaynara yang masih tidak sadarkan diri.
Memang anak itu hasil dari perbuatan orang-orang keji yang sudah memperkosa Kaynara namun Kaynara sudah menyayangi anak yang ia kandung.
Di satu sisi, Ryan senang karena bayangan kelam Kaynara telah hilang namun di sisi lain ia sedih, sedih karena Kaynara pasti akan merasa hancur.
Ryan pernah merasakan kehilangan seseorang yang paling berharga bagi hidupnya, ia tahu bagaimana sakitnya itu.
Tanpa sadar, Ryan meneteskan air mata. Sungguh malang sekali nasib Kaynara, andai saja Ryan berani mengungkapkan rasa cintanya dulu atau lebih hati-hati menjaga Kaynara mungkin hal buruk ini tidak akan terjadi kepada Kaynara.
"Kay, aku sangat tidak berguna. Aku gagal menjagamu." walau Ryan sudah membunuh Elsa namun itu tidak akan merubah kenyataan, Kaynara masih tetap hancur.
Ia hanya bisa membunuh orang yang sudah menghancurkan hidup Kaynara namun tidak bisa memulihkan Kaynara untuk sembuh.
Ryan memegang tangan lemah Kaynara, ia mengelus dan mengecup dengan penuh kasih dan sayang.
"Aku terlalu lemah untuk bisa mengungkapkan perasaanku kepadamu. Dan terlalu lemah dalam menjagamu, Kay. Dan penjagaan ku tidak kuat, sehingga kau merasakan ini semua."
Ryan mengingat saat mamanya juga lemah seperti itu, dulu ia gagal menjaga sang mama dan sekarang ia juga gagal menjaga wanita yang dia cinta.
"Maafkan aku, Kay! Maafkan aku!"
Ryan berharap wanita yang ia cinta itu segera sadar, Ryan tidak sanggup melihat Kaynara terus-terusan menderita seperti ini. Ia rela melakukan apapun demi wanitanya."
Kaynara tidak ada respon sama sekali, ia masih tak sadarkan diri.
Ponsel milik Kaynara berbunyi, Ryan tidak tahu siapa yang menghubungi Kaynara. Karena itu nomer yang tidak dikenal.
Dengan lancang Ryan mengangkat ponsel Kaynara, Ryan mengatakan jika Kaynara sedang berada di rumah sakit dan tidak sadarkan diri.
Ryan tidak tahu ternyata yang menghubungi Kaynara adalah Clara, adik tirinya. Ryan tidak mengenali suara Clara.