Kaynara

Kaynara
Perpisahan



Rangga mengelus rambut adik nya ia mengatakan akan menyayangi dan melindungi nya.


"Kamu adik ku, aku akan selalu menyayangi dan melindungi mu."


Saat ini hanya Rangga lah keluarga Kimmy, ia tidak mau membuat adik nya merasa kesepian.


"Jangan memikirkan apapun, kakak akan selalu di sisi mu."


Kimmy tersenyum bahagia, ia tidak akan membiarkan kakak nya pergi lagi.


******


Sudah dua hari Rangga tidak pernah kembali pulang, semenjak Kimmy mengingat segala nya. Kaynara hanya tinggal sendirian, namun kaynara tidak merasa keberatan.


Saat ini, kesembuhan Kimmy yang lebih penting.


Kaynara berusaha menghubungi Rangga namun tidak ada jawaban. Mungkin, Rangga sibuk mengurus Kimmy seorang diri.


Ceklek!


pintu terbuka, kaynara berjalan ke arah Rangga, Kimmy dan juga Clara.


Kimmy menatap nya dengan tatapan kebencian.


"Kak, aku ingin kalian bercerai!"


Sontak ucapan Kimmy berhasil membuat Rangga kaget. Namun tidak dengan Kaynara.


Rangga bahkan tidak menatap istri nya.


Kaynara pun ikhlas dengan yang terjadi, ia berusaha tersenyum. Lagipula, kaynara sudah tau ini bakalan terjadi. Ia sudah menyiapkan diri untuk hal ini.


"Aku ikhlas jika itu memang yang terbaik, mungkin kesalahan kakek ku tidak bisa di maafkan. Maka, ceraikan saja aku Rangga, aku juga tau. Kau menikahi ku karena bukan di dasarkan oleh cinta, namun karena kasihan..Jadi, tolong jangan kecewakan Aini."


"Berhenti menyebut ku dengan panggilan Aini! Namaku Kimmy, sialan!" bentak Kimmy kepada kaynara.


Kaynara pun meminta maaf, ia akan memanggil nya dengan sebutan Kimmy.


"Maafkan aku, Kimmy!"


Kaynara masuk ke dalam kamar, Rangga ingin mengejar namun Kimmy melarang nya.


"Kak, ingat janji dan sumpah yang sudah kakak katakan kepada ku di rumah sakit."


"Tapi, jangan seperti ini Kimmy! Dia istri kakak!" Rangga mencoba membela kaynara, namun Kimmy terlihat marah.


"Kau harus ingat kak, kakek nya sudah membuat kita berpisah. Dan kita kehilangan ke dua orang tua kita! Mengapa kau masih melindungi dan membela nya, lagipula anak yang di kandung nya juga bukan anak mu, kak!"


Rangga terdiam, ia merasa dilema. Namun, Rangga juga sudah berjanji kepada diri nya sendiri akan membalas kan dendam kepada orang yang sudah membunuh ke dua orang tua nya dan menyebabkan ia dan adik nya berpisah.


"Kak, aku hilang ingatan dan wajah ku harus di rubah itu karena siapa? Kakak harus ingat!"


Rangga pun mulai terpancing dengan ucapan adik nya, ia mengatakan akan berpisah dengan Kaynara.


Seketika, cinta nya untuk sang istri hilang.


Clara tidak tega melihat kaynara, ia wanita yang baik. Dan Clara tau, trauma kaynara akan pulih kapan saja.


Namun, ia juga tidak bisa mengatakan apapun. Ia tidak berhak ikut campur dalam masalah keluarga Kaynara.


Walau Kimmy adalah sahabat baik nya, Clara pun seakan kehilangan Aini sahabat nya yang dulu.


Kimmy mengajak Rangga untuk berkemas dan pergi dari negara ini.


Rangga pun mengangguk, namun ia mengatakan kepada adik nya akan mengembalikan kaynara ke keluarga nya dengan baik-baik.


Kimmy juga tidak terlalu jahat, ia pun setuju dengan ucapan kakak nya.


Kimmy dan Rangga pun masuk ke dalam kamar kaynara.


Terlihat kaynara yang menangis di tepi tempat tidur.


"Kay, aku akan memulangkan mu ke keluarga mu di Indonesia, baru kita akan mengurus perceraian kita."


"Tidak perlu! Ceraikan saja aku sekarang dan jangan katakan apapun kepada mereka. Aku akan tetap di sini hingga anak ku lahir."


Tatapan kaynara dingin kepada suami dan adik nya, ia pun mencoba tersenyum. Ia juga tidak menyalahkan Kimmy atau Rangga.


"Terimakasih karena mau menjadi suami ku. Dan sempat menyayangi ku." hanya itu yang bisa kaynara katakan, ia pun tidak berani meminta lebih. Karena memang, pernikahan nya dengan Rangga hanya karena di dasari kasihan..


Rangga kasihan melihat kaynara yang menderita, dan saat nya kini Rangga bisa bebas oleh pilihan nya. Kaynara tidak akan melarang atau memohon lagi.


Baginya, sudah cukup dengan Rangga mau menikah dengan nya dan membuat keluarga nya yang ada di Indonesia tidak khawatir.


Hanya satu yang kaynara minta, yaitu jangan beritahu keluarga nya di Indonesia..Ia tidak mau jika Shinta, Caca dan yang lain nya merasa khawatir.


Rangga pun berjanji kepada kaynara untuk tidak memberitahu mereka yang ada di indonesia.


Rangga langsung mengemasi pakaian nya, Kimmy terlihat sangat puas.


Sementara kaynara dengan wajah datar menatap suami nya yang sudah mengemasi pakaian nya.


Rangga mengatakan akan segera mengurus surat perceraian mereka.


Kaynara mengangguk setuju, ia mengatakan kepada Rangga dan Kimmy agar bisa menjaga diri mereka dengan baik.


"Tidak perlu sok baik, Kay! Kau dan keluarga mu pembunuh. Aku benci kalian dan aku tidak Sudi jika kakak ku menikah dengan anak dari seorang pembunuh!"


kata-kata Kimmy berhasil melukai hati kaynara, ia mengira jika penderitaan nya telah berakhir namun tidak.


Kini, kaynara akan hidup sendiri bersama anak nya..


Ia pun ikhlas menerima segala hukuman demi hukuman atas dosa yang di perbuat oleh kakek nya di masa lalu.


"Lagipula, kakak ku bukan ayah biologis dari anak mu! Jadi, sangat mudah untuk kalian bercerai, seharusnya kau berterimakasih kepada kakak ku karena sudah menikahi wanita hina seperti mu." ketus Kimmy kembali


"Terimakasih untuk kalian berdua, dan saya persilahkan untuk segera pergi?" ujar kaynara dengan dingin, ia tidak sanggup mendengar lagi hinaan-hinaan yang keluar dari mulut pedas Kimmy.


Rangga pun hanya diam saat adik nya menghina Kaynara. Apalagi yang bisa di harapkan oleh Rangga?


Dipertahan kan juga percuma, keluarga itu tidak bisa bahagia jika kebencian terus ada di dalam diri Kimmy kepada kaynara.


Padahal, kaynara tidak tahu tentang kejahatan kakek nya namun kini ia yang harus menerima segala nya.


Rangga ke luar dari kamar tanpa berpamitan kepada kaynara, sebenarnya ia juga masih mencintai kaynara.


Namun Rangga tidak bisa menerima jika kaynara adalah cucu dari orang yang sudah membunuh keluarga nya dengan sadis. Bahkan menjauhkan nya dengan adik nya selama bertahun-tahun. Memberikan penderitaan kepada keluarga nya dengan begitu kejam dan sadis


Rangga menutup pintu kamar, setelah Rangga dan Kimmy pergi kaynara pun menangis di kamar nya. Ia menutup mulut nya agar suara tangisan nya tidak terdengar sampai ke luar.


Ia memegang perut nya yang membesar, mengatakan kepada anak nya agar bisa kuat menghadapi semua ini bersama-sama.


"Jangan takut dan lemah ya nak? Mama ada di sini untuk kamu, mama akan berjuang untuk kamu."


Uang bulanan yang di transfer oleh Arvan juga masuk ke dalam rekening nya, itu bisa membuat nya dan sang anak bertahan hidup.


Rangga juga tidak pernah menggunakan uang itu semua selama Arvan mengirimkan mereka uang setiap bulan.


Rangga kembali masuk ke dalam kamar, Kay tidak menatap suami nya.


Rangga mendekati Kay, dan memberikan buku tabungan


"Ini buku tabungan, sisa uang yang dikirim oleh keluarga mu selalu aku tabung untuk kelahiran mu nanti..Pegang lah ini,"


Kaynara mengambil buku tabungan itu dari tangan Rangga


.


Setelah memberikan itu, Rangga langsung pergi meninggalkan kaynara seorang diri di dalam kamar.