Kaynara

Kaynara
Memikirkan



Ryan menghampiri Kaynara yang sudah mulai sadar, Kay bangkit perlahan. Kaynara mengucapkan terimakasih banyak kepada Ryan dan juga Jo karena sudah mengantarkannya ke rumah sakit.


"Terimakasih, Tuan. Maaf jika aku sudah merepotkan kalian berdua."


"Menikah lah dengan ku, Kay!"


Sontak ucapan Ryan membuat Jo menginjak kaki Ryan.


"Awww!" pekik nya. Kaynara menggeleng tersenyum melihat tingkah ke-duanya.


Walau Jo bawahan Ryan namun Jo sudah seperti saudara bagi Ryan.


Ryan pun tidak merasa keberatan dengan tindakan Jo.


Kaynara pun bertanya kepada Ryan apa yang tadi ia katakan.


Ryan ingin mengulang ucapannya tadi namun Jo langsung memotong ucapannya.


"Maksudnya tadi, Tuan saya hanya latihan untuk melamar kekasih nya."


Ryan memalingkan wajah kepada Ryan, melotot-kan matanya kepada Jo. Jo pun membalas melotot kepada Ryan.


Ryan hanya terdiam, mengeri melihat tatapan mata Jo yang begitu menyeramkan.


Haha, bos mafia seperti Ryan ternyata takut dengan bawahannya!


"Oh begitu, selamat Tuan Ryan! Semoga rencana pernikahan anda sukses."


Ryan men-yengir, ia kesal namun tidak bisa melakukan apapun.


Apalagi di depan Kaynara, ia hanya bisa menjadi si patuh ketika Jo sudah mengatakan sesuatu walau rasanya ia ingin sekali membunuh Jo.


Jo berpamitan untuk pulang, Ryan sebenarnya masih mau menjaga kaynara. Namun Ryan tetap mengikuti Jo.


Kaynara mempersilahkan mereka, sekali lagi Kaynara mengucapkan terimakasih banyak kepada Jo dan Ryan.


"Nanti aku akan menjenguk kamu lagi!" ucap Ryan. Kaynara mengatakan jika Ryan dan Jo tidak perlu repot-repot.


"Terimakasih tapi aku rasa itu tidak perlu, aku sudah terbiasa sendiri."


Di luar ruangan saat Jo menutup pintu, Ryan langsung menarik kera baju Jo.


"Brengsek! Kenapa kau mengatakan aku ingin melamar kekasih ku! Tadi aku ingin melamarnya brengsek!"


Dengan tatapan tajam seakan ingin membunuh Jo, Jo melepaskan tangan Ryan dari kera bajunya dengan sangat santai.


"Apa anda tidak mendengar ucapannya tadi, Tuan? Saat mengatakan jika anda akan kembali saja dia menolak dan membuat hati anda patah. Apa anda siap untuk menerima itu? Bersabarlah Tuan! Semuanya butuh waktu!"


Ryan mendengus frustasi rasanya begitu gila, ia ingin langsung melamar dan memiliki kaynara.


Namun mengapa sangat sulit? Sudah lama penantiannya menunggu menemukan kaynara.


"Anda meminta saya untuk membuatnya jatuh cinta bukan?"


"Iya bodoh! Tentu saja!" kesal Ryan


"Jika begitu, ikuti lah cara saya dan jangan membantah. Jika anda membantah tuan, maafkan saya lebih baik anda melakukan cara anda sendiri."


Ryan tertawa, membenarkan kera baju Jo


"Haha Jo, aku hanya bercanda. Baik lah kau sangat tampan sekali!" ucap Ryan membujuk Jo.


Ryan tau jika ucapan bawahannya itu tidak main-main jika Jo memutuskan untuk lepas tangan maka tamat lah sudah harapannya.


Jo tersenyum tipis, padahal ucapannya hanya mengancam bosnya saja agar Ryan tidak begitu marah kepadanya.


*****


Kimmy memasak makanan kesukaan kakaknya, terlihat Rangga sangat bersemangat.


Ia masih memikirkan kaynara yang berada di Paris seorang diri, Rangga sangat mengkhawatirkan kehamilan Kaynara.


Dengan semangat, Kimmy memasak makanan yang begitu banyak.


"Kak, aku suka sekali memasak. Kakak harus mencoba semuanya. Apa kakak tau jika mama angkat ku selalu mengajari ku memasak kak."


Kimmy berceloteh panjang lebar, namun Rangga tidak mendengarkannya. Ia hanya memikirkan keadaan Kaynara