
"Baik lah aku akan menyuapi mu. Dan kita akan makan bersama. Tidak ada penolakan, Kay! atau kau tak usah pulang saja besok dan memperpanjang di sini." ancam Aini
"Kau ini, baik lah! aku akan makan. Namun, kau harus membantu ku menghabis kan makanan ini ya?"
"Iya"
"Janji?"
"Iya, Kaynara. Janji!" senyum di wajah Kaynara merekah, mereka pun makan bersama-sama. Bahkan di saat makan pun mereka masih bercanda dan di isi dengan perdebatan-perdebatan kecil. Setelah makan, Aini memberi kan vitamin untuk Kaynara dan menyuruh sahabat nya itu untuk istirahat. Kaynara yang sudah kenyang pun merasa mengantuk lalu membaring kan tubuh nya di kasur lalu memejam kan mata nya. Tidak butuh lama Kaynara sudah terlelap. Melihat Kay yang tidur sangat lelap Aini mengambil ponsel nya dan mengambil gambar mereka berdua yang sangat terlihat jelas Kaynara sedang tidur dengan pulas.
**********
Rangga kembali ke rumah Ryan dan memberi kan laporan kepada Sektaris Jo. Dia berbohong dan mengata kan belum mendapat kan hasil apapun. Bukan diri nya mau menipu, hanya saja Rangga tak ingin jika Kaynara tersakiti lagi. Rangga menganggap bahwa Ryan adalah orang suruhan Elsa yang ingin menghabisi Kaynara. Tujuan nya tetap bekerja dan berpura pura mencari Kaynara adalah supaya dia mengetahui segala informasi dan rencana apa yang ingin di lakukan oleh Ryan.
Ryan hanya ter diam dan membisu. Rasanya dia sudah begitu lelah dan ingin menyerah. Dia juga tidak tahu, apakah gadis pujaan nya itu masih hidup atau sudah menjadi mayat. Ryan sekarang hanya ingin mencari tahu informasi tentang wanita yang sudah membawa Kaynara. Dia ingin mengetahui keberadaan Kaynara. Namun, anak buah nya juga belum mendapat kan informasi apa-apa. Elsa bukan lah orang biasa, jadi mencari identitas nya itu sangat sulit. Karena ia memerintah kan orang suruhan nya bahkan menyewa beberapa orang penting di negeri ini untuk menyembunyi kan informasi tentang diri nya. Ryan meminta Rangga untuk terus mencari tahu tentang keberadaan Kaynara. Waktu Rangga tinggal beberapa hari saja. Jika dia tidak bisa menemukan Kaynara. Dia juga akan di pecat oleh Ryan.
Rangga melihat photo keluarga Ryan, di situ terlihat ada dokter Clara di samping nya. Rangga begitu kaget
"Apa hubungan nya dengan dokter Clara? gawat kalau begitu nyawa Kaynara dalam bahaya." batin Rangga. Ryan mengikuti arah mata Rangga.
"Itu adalah adik tiri ku, Clara. Tetapi, dia tidak serumah dengan ku. Kami pun tidak akrab, dia tak menyukai ku." jelas Ryan padahal Rangga tidak bertanya apapun.
"Syukur lah jika mereka tidak akur. Nyawa Kaynara masih aman, Ryan tak akan tahu jika Dokter Clara yang menangani Kaynara saat ini." batin nya.
"Kau pasti mengenal nya, kan? kita juga bertemu di klinik praktek adik ku."
"I-iya, dia yang merawat family ku di situ." jawab Rangga asal. Ryan pun tak mau tahu tentang Clara, Karena dia pun tak menyayangi Clara. Mereka satu ayah namun beda Ibu. Clara anak dari hubungan gelap Ayah Ryan dengan wanita malam. Ibu nya meninggal dunia ketika melahir kan diri nya. Sebab itu, Ibu Ryan merawat dan membersar kan Clara. Ibu nya juga begitu menyayangi Clara seperti anak nya sendiri. Namun, wajah Clara begitu mirip dengan ibu kandung nya membuat Ryan begitu membenci Clara. Bagaimana pun, ibu nya adalah wanita yang merusak rumah tangga orang tua nya.
"Sudah lah, sekarang fokus pada target." ucap Ryan. Kini, Rangga merasa lebih tenang.
******
"Apa tidak ada yang ketinggalan lagi?" tanya Rangga. Kay pun menggeleng. Tak lama kemudian, Caca dan yang lain nya masuk
"Yang ku bicara kan benar kan, Sayang? sudah ada pangeran nya di sini." goda Arvan. Kaynara melihat ke arah Caca dan Arvan dan tersipu malu.
"Kakak, lihat lah suami mu terus saja mengejek ku!" adu Kaynara pada Caca yang meminta pembelaan dari sang kakak. Caca pun mendekati Kaynara dan memeluk nya.
"Sudah lah, tidak usah hiraukan kakak ipar mu!"
Rangga pun hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
"Semua sudah siap. Mari kita pulang!"
"Tunggu dahulu, aku sedang menunggu Aini."
"Aini? siapa itu?" tanya Caca
"Dia adalah teman baik ku di sini kak. Dia sudah berjanji pada ku untuk datang cepat, aku mohon kita tunggu lah sebentar ya?" pinta Kaynara dengan wajah menggemas kan.
"Baik lah, kita akan menunggu nya selama 30 menit. Jika dia tidak datang juga dalam 30 menit, kita harus segera pulang. Ibu dan Ayah sedang menunggu kita."
"Baik kak."
Sudah 30 menit berlalu.Namun, Aini belum juga datang. Kaynara seperti nya sangat kecewa.
"Aini sudah berjanji akan datang awal pada ku. Apa ia melupakan janji nya." batin Kaynara
"Bagaimana? apakah sudah ada kabar dari teman mu?" tanya Arvan. Kaynara pun menggeleng dengan perasaan sedih nya.
"Mungkin ada urusan mendadak. Lain kali saja kita undang dia untuk makan bersama di rumah, sekarang kita harus pulang. Mereka sudah menunggu di rumah." ucap Caca pada Kaynara. Kaynara pun mensetujui nya. Mereka pun kembali kerumah.