Kaynara

Kaynara
Mencari Kaynara



Aini membuka pesan


Hai, Aini? kau sudah di mana? aku harap kau segera datang ~ Kaynara


Aini kau di mana? sebentar lagi aku akan kembali ke rumah, kau akan datang cepat kan? ~ Kaynara


Aini, apakah jalanan begitu macat? oke tidak apa, aku akan menunggu mu sebentar lagi ya~ Kaynara


Di mana kau? aku ingin bertemu untuk perpisahan ~ Kaynara


Apakah kau sibuk? baik lah aku akan menunggu mu sampai kau datang~ Kaynara


Maaf aku harus pulang, keluarga ku sudah menunggu di rumah. Tetapi, aku sedikit kecewa kau tidak menetapi janji mu kali ini ~ Kaynara


Aku sudah sampai rumah, tidak apa tetapi pada saat pernikahan ku kau akan datang kan? datang dong pasti, kau kan sahabat ku, dan seorang sahabat tak akan melanggar janji nya. Haha, See you aku merindukan mu! ~ Kaynara


Hari ini hari pernikahan ku, jangan sampai telat ya teman. Aku begitu sangat merindu kan mu, dan kau tahu? aku begitu sangat grogi, cepat datang ya~ Kaynara.


Kau di mana Aini? :( ~Kaynara


Acara ku sebentar lagi mulai, apa kau akan melanggar janji mu lagi? :( ~Kaynara


Kau tidak hadir, dan kembali membuat ku kecewa ~Kaynara


Aini membuang nafas nya dengan kasar. Ia sangat menyesal, keterpurukan nya membuat diri nya melupakan janji nya pada Kaynara.


"Ada apa?" tanya Clara kembali.


"Kaynara, pasien mu yang kemarin. Apa kau mengingat nya?"


"Ada apa dia?"


"Aku melupakan janji ku pada nya." ucap Aini bersedih, Aini mencoba menghubungi Kaynara namun tidak bisa.


"Bagaimana ini? dia pasti sangat kecewa pada ku."


"Coba saja kita ke rumah nya, kau jelas kan pada nya mengapa tidak menepati janji mu itu." Clara memberi kan solusi pada sahabat nya, Aini pun tersenyum.


"Ayo, selesai kan aja dulu pekerjaan kita. Setelah itu aku akan menemani mu ke rumah nya." Aini pun kembali memasak dan memberes kan rumah. Mereka pun makan bersama sebelum ke rumah Kaynara.


Di kediaman keluarga Kaynara


"Permisi." panggil Kay dan Clara secara bersamaan


"Mengapa rumah nya sangat sepi?" tanya Clara pada Aini


"Aku juga tidak tahu!"


"Kita coba sekali lagi."


Permisi...!


Tidak lama kemudian, terlihat ibu paruh baya keluar dan menemui mereka, itu adalah Syafa ibu angkat dari Kaynara.


"Sedang mencari siapa?" tanya Syafa dengan senyum penuh ramah.


"Maaf, Tante. Kami ingin bertemu dengan Kaynara bisa?"


"Maaf! kalau boleh tau kalian siapa ya nak?"


"Siapa, Bu?" terdengar suara pria paruh baya dari dalam, melihat Clara pria itu pun menyapa nya dengan ramah.


"Ini adalah dokter dan perawat yang merawat Clara


" ucap suami Syafa. Syafa pun menyuruh Kay dan Clara masuk ke dalam rumah. Aini dan Clara pun setuju, sementara itu Syafa menghubungi anak nya Shinta. Ingin memberitahu jika dokter konsultasi Kay ingin bertemu. Shinta meminta pada Ibu nya untuk tidak memberitahu keberadaan Kaynara demi keamanan Kaynara dan suami nya. Syafa pun mengerti, bukan ia ingin berbohong. Namun, jika itu untuk keselamatan Kay dan juga Rangga. Syafa tak akan memberi tahu siapapun keberadaan anak dan menantu nya.


"Silah kan duduk dahulu."


"Terimakasih." jawab Aini dan Clara secara bersamaan. Kini, Aini membuka pembicaraan terlebih dahulu.


"Maaf sebelum nya. Om, Tante. Kaynara nya ada?"


"Kay tidak ada nak, ia sedang berbulan madu bersama suami nya."


"Maaf, kalau boleh tau kemana ya Tante? apakah masih lama pulang nya?"


"Masalah itu saya tidak tahu, Nak."