Kaynara

Kaynara
Hari Pernikahan Kaynara



"Kalian diam lah! berisik sekali, apa tidak malu pada anak kita Syifa? dia begitu sangat elegan tidak seperti kalian yang sangat kanak-kanak." ucap Revan dengan galak nya.


"Mengapa kau memarahi isteri ku?" seakan tak terima Caca di bentak oleh Revan.


"Aku bukan hanya memarahi isteri mu, namun juga memarahi isteriku!"


"Sudah! mengapa kalian yang bertengkar?" kesal Shinta melihat Revan dan Arvan.


"Tidak!" jawab Revan dan Arvan serentak. Shinta dan Caca pun hanya bisa menghela nafas dengan kasar. Yang lain nya pun hanya tertawa geli melihat kedua pasangan ini.


"Kalian begitu sangat kompak ya."


"Tentu saja, karena kita adalah keluarga." jawab Shinta


"Iya, benar. Kita semua adalah keluarga."


"Sudah, Sudah! jika kalian terus-terusan bicara. Kita tidak akan selesai membahas pernikahan Kay. Tata, Caca sudah ya, Sayang? biar kan kita fokus pada pernikahan Kay dan Rangga." pinta Syafa dengan lembut. Shinta dan Caca pun menuruti permintaan Syafa. Mereka semua fokus dengan Ayah Gunawan yang membuat rencana untuk nanti pernikahan Gunawan. Yang lain nya pun setuju dan tak ada yang keberatan. Pembicaraan berhenti karena Kaynara yang lari secara tiba-tiba ke toilet. Syafa, Caca dan Shinta pun bangkit mengejar Kaynara.


Huek...! Huek...!


Kaynara merasa sangat lemas, perut nya seakan berputar membuat nya sangat mual, wajah nya pucat dan kepala nya terasa sangat berat. Ini kehamilan pertama yang tidak pernah ia duga.


"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Syafa yang segera memberikan minyak angin, sebelum mengejar Kaynara. Syafa meminta kepada Shinta untuk mengambil minyak angin. Syafa memberikan minyak angin itu di tengkuk, kening dan juga hidung Kay dengan penuh perhatian.


"Kay merasa sangat pusing, Bu." ucap nya dengan nada yang melemah.


"Sudah lah, kamu istirahat saja. Biar Caca dan Tata mengantar kamu ke kamar. Kalian tolong antar Kaynara ke kamar nya ya. Biar kan ia istirahat. Ibu akan memberitahu yang lain nya."


"Iya, Bu." Shinta dan Caca pun mengantar kan Kaynara ke dalam kamar.


"Kamu istirahat lah, Kay."


"Ayo berbaring." pinta Caca. Kaynara pun membaring kan tubuh nya di atas tempat tidur. Shinta segera menyelimuti tubuh Kaynara.


"Jangan memikir kan hal yang aneh-aneh. Fokus pada janin kamu ya. Agar kita bertiga bisa melahir kan baby yang sangat imut. Pasti itu sangat menyenang kan." Shinta tersenyum membayang kan bagaimana repot nya nanti satu rumah ini mengurus 3 baby serta menghadapi kenakalan si kembar Alan dan Alana yang semakin aktif. Dan pusing nya Syifa menghadapi kenakalan adik-adik nya.


Hihi....!


Kaynara dan Caca pun menoleh ke arah Shinta yang bingung melihat Shinta tiba-tiba tertawa.


"Kenapa kalian melihat ku seperti itu?"


"Kau yang kenapa tertawa tidak jelas?" tanya Caca bingung.


"Tidak! sudah ayo kita keluar dan biar kan Kaynara istirahat." ajak Shinta, Caca pun mengangguk. Mereka pun beranjak dari tempat tidur dan mengampiri yang lainya ke ruang keluarga.


"Bagaimana keadaan Kaynara?" tanya Rangga.


"Sudah, mengapa kalian menggoda adik ipar kalian seperti itu." tegur Gunawan.


"Tidak, Ayah! Tata dan Caca tidak menggoda."


"Kaynara sudah tertidur di kamar nya. Keadaan nya sebentar lagi akan membaik." ucap Caca


Rangga pun merasa sedikit lega. Mereka pun melanjut kan membahas tentang pernihakan Kaynara dan Rangga. Rangga pun hanya mensetujui nya saja. Kaynara dan Rangga sebener nya sudah memiliki planning yang lain. Kedua nya tidak ingin pesta yang besar. Hanya pernikahan yang sederhana. Namun, karena menghargai yang lain nya Kaynara dan Rangga pun mengalah. Menyerah kan segala nya kepada Shinta dan Caca.


************


Seminggu Berlalu...


Hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu. Hari pernikahan Kaynara dan Rangga. Kaynara melihat diri nya sendiri di cermin, wajah nya begitu sangat cantik dengan menggunakan Dress berwarna putih, dengan rambut di sanggul serta riasan di wajah nya. Diri nya merasa sangat gugup


"Ehem." terdengar suara seorang wanita dari belakang yang sedang mendekati dan menggoda nya. Kaynara menoleh kebelakang dan tersenyum melihat Shinta


"Kakak."


"Kau begitu sangat cantik. Bahkan di hari pernikahan ku dulu, aku tidak secantik diri mu."


"Aku begitu sangat gugup, Kak."


"Itu hal yang sangat biasa ketika seorang wanita menikah, dulu aku juga seperti itu. Bahkan terus berkeringat, hingga yang merias wajah ku begitu sangat lelah." Sambung Caca yang tiba-tiba muncul.


"Adik ku cantik sekali." Caca memeluk Kaynara dari belakang dengan penuh kasih sayang, ia menatap adik sepupu nya itu dari cermin yang saat ini tepat di depan mereka. Wajah Kaynara begitu sangat bersinar, walau ia merasa sedikit gugup tetapi tak bisa di pungkiri Kaynara begitu sangat bahagia. Shinta memberi kan Kaynara segelas air putih menggunakan sedotan agar lipstick yang Kaynara gunakan tidak rusak. Kaynara sangat jarang berdandan itu sebab nya wajah nya begitu sangat pangling. Kaynara melihat ponsel nya, ia mencoba menghubungi seseorang namun tidak di angkat.


"Kamu menghubungi siapa, Kay?" tanya Shinta yang sedikit ingin tahu


"Teman ku, kak. Dia sudah berjanji akan datang namun sampai sekarang ponsel nya tidak bisa di hubungi." ucap nya dengan nada sedikit kecewa.


"Mungkin dia sedang dalam perjalanan."


"Iya, sabar lah sebentar. Kota kita begitu sangat macat bukan? mungkin dia terjebak macat."


"Semoga saja kau tak mengecewa kan ku kali ini, Aini." batin Kaynara. Sewaktu kepulangan nya ke rumah, Kaynara sudah sangat sedih karena teman nya itu tidak menepati ucapan nya. Bahkan tidak menghubungi nya sampao sekarang, Kaynara berharap semoga Aini datang di hari pernikahan nya ini. Kaynara beranjak dari tempat duduk nya, ia ingin ke toilet.


Syafa datang dan menyuruh mereka untuk segera keluar, semua orang sudah menunggu dan pernikahan akan segera di mulai. Shinta memanggil Kaynara, Kaynara keluar dari toilet mereka pun segera keluar. Rangga memandangi wajah Kaynara yang begitu sangat cantik, Kaynara yang di gandeng oleh ke dua kakak nya itu pun merasa begitu gugup. Jantung nya berdetak 10 kali lebih cepat, tangan nya begitu sangat dingin


"Tenang dan relax lah, Kay!" bisik Caca kepada Kaynara


"Iya, ini tidak terlalu buruk seperti pernikahan ku dulu, hihi." sambung Shinta yang berbisik kepada Caca dan Kaynara. Shinta mengingat momen pernikahan nya dulu kepada Revan yang begitu sangat bosan dan tegang. Tidak ada kebahagiaan dari kedua nya baik itu Shinta mau pun Revan. Bahkan mereka selalu bertengkar di setiap menit nya. Namun, satu hal yang sangat Shinta bangga kan. Ia memiliki anak yang sangat ia cintai dan anak itu alasan mengapa ia menikahi Ayah nya. Seiring berjalan nya waktu, Shinta dan Revan saling mencintai. Kini mereka di karuniai anak kembar, bahkan Shinta saat ini pun sedang mengandung.


"Sudahi Khayalan mu itu!" seakan tahu apa yang Shinta fikir kan, Caca pun memecah kan khayalan Shinta.