Kaynara

Kaynara
Cinta Itu Sakit



Dia tidak mau jika Ryan melihat kehadiran Clara, walau ia sudah mengatakan kepada Jo untuk bertemu dengan dan meminta Clara membuatkannya cupcake


"Mengapa anda datang? Sudah saya katakan berulang-kali untuk tidak datang!"


Clara tidak menjawab, ia hanya memberikan bungkusan yang berisi cupcake "Aku tidak mau mendatangi mu jangan merasa aku ingin sekali bertemu dengan mu! Ini cupcake yang di buat oleh Kaynara untuk mu!"


Setelah mengatakan itu, Clara langsung pergi meninggalkan Jo. Ia merasa kesal dengan Jo yang selalu dingin dengannya


"Tunggu!" Jo memanggil Clara, namun wanita itu tidak mau mendengarkan. Terpaksa lelaki itu mengejar dan memegang tangannya "Tunggu aku Clara!"


Clara membalikan tubuhnya menatap Jo dengan tajam "Ada apa? Bukan kah kau tidak ingin bertemu dengan ku? Lalu untuk apa kau menahan ku pergi? Jangan khawatir Jo! Aku tidak akan menganggu mu lagi! Kau bisa tenang dan bahagia dengan tuan mu itu!"


Clara terlihat sangat emosi, Jo tidak mengatakan apapun ia hanya menatap mata nanar milik wanita cantik, yang selama ini dia cintai "Terimakasih!"


Clara tidak menjawab, Jo pun pergi meninggalkan Clara dan masuk ke dalam apartemen, setelah Jo pergi ia menangis


Clara wanita yang sulit untuk jatuh hati namun saat ia sudah jatuh hati mengapa dirinya merasa sakit yang luar biasa? Mengapa Jo tidak pernah menghargai dirinya dan apa artinya selama ini kebaikan dan perhatian Jo kepadanya


"Cinta ku terhalang oleh kakak tiri ku sendiri, mengapa dia membuat aku begini? Apa kesalahan ku? Bahkan ia melarang Jo untuk dekat dengan ku hiks," Clara terduduk di lantai, ia meringkuk menyembunyikan wajahnya dengan lutut kakinya


Matanya sembab, Clara tidak bisa menerima ketusnya Jo kepada dirinya


******


Ryan masih menikmati cupcake itu, ia melihat anak buahnya yang masuk dengan membawa bungkusan "Apa itu?" Ryan bertanya dengan curiga.. Jo mengatakan jika itu cupcake yang diberikan oleh Kaynara untuk dirinya "Ini cupcake yang nona Kaynara berikan untuk saya,"


Mendengar itu membuat Ryan emosi, ia pun merebut bungkusan itu dari tangan Jo "Enak saja, ini kan wanita ku yang membuatnya mengapa kau memakannya? Sana mintak dengan Clara!"


"Tuan, mengapa anda membuat hidup menjadi rumit?"


Ryan tidak mengerti apa yang dikatakan oleh anak buahnya "Apa maksud mu?"


"Mengapa tuan meminta saya dekat dengannya? Padahal tuan sendiri yang melarang saya untuk berhubungan dengan dia. Tuan, saya tidak mau membuat anda kecewa atau merasa terkhianati!"


"Haha!" Ryan bangkit, ia merangkul Jo seperti sahabatnya


"Itu dulu Jo! Sekarang jauh berbeda, aku sudah sadar karena Kaynara mengajariku untuk tidak egois. Jika kau mencintainya, maka perjuangkan cinta mu Jo. Maafkan aku selama ini aku melarang mu, padahal itu hati mu. Dan sekarang, perjuangkan lah cinta mu untuknya,"


Jo kaget mendengar ucapan bosnya mengapa dalam waktu sekejap bosnya bisa berubah pikiran


"Tuan, apakah anda sadar dengan yang anda katakan?"


"Iya aku sadar! Dan aku meminta kau untuk memperjuangkan cinta mu kepadanya! Kau dan dia juga pantas bahagia. Tapi satu hal yang harus kau ingat Jo, jangan melangkahi aku terlebih dahulu! Harus aku yang lebih dulu menikah dengan Kaynara ku!"


"Haha, itu sama saja tuan! Mau sampai berapa purnama saya menunggu anda menikah dengan Kaynara," cetus Jo. Ryan pun tidak tahu, namun ia yakin jika dirinya akan mendapatkan cinta kekasihnya, Kaynara.


"Aku tidak tahu Jo, tapi kau jangan takut tidak akan lama lagi, aku akan mendapat hati Kaynara dengan ketulusan ku."


Jo pun hanya mengangguk saja, ia tahu bagaimana Ryan sangat mencintai kaynara dan ia sudah menunggu selama bertahun-tahun


Jika mencintai dan menjaga Kaynara secara diam-diam dari jauh saja Ryan sanggup, apalagi hanya menunggu kaynara siap menikah dengannya. Itu bukan hal yang sulit untuk Ryan


Ryan pun kembali memakan cupcake yang diberikan untuk Jo, namun ia tidak sejahat itu. Ia pun membiarkan Jo mencicipi cupcake tersebut


"Ini sangat lezat!" Jo tanpa sadar memuji masakan Kaynara, hal itu membuat Ryan cemburu "Aku memberikan mu izin untuk mencicipinya bukan berarti kau bisa membuat ku merasa cemburu! Jangan membuat aku kesal Jo!"


Jo pun tertawa dan meminta maaf


********


Kimmy sudah melanjutkan aktivitasnya, bahkan ia mencari pekerjaan lain. Clara tidak ada kabar, berarti pekerjaannya pun harus di gantung.


Saras pun menawarkan Kimmy untuk bekerja di rumah sakit papanya "Kimmy, bekerja lah dirumah sakit papa ku!"


"Benar kah?" Saras mengangguk, ia pun tersenyum kepada Kimmy "Benar Kimmy, kau memilih ku sebagai kakak ipar mu dan aku memilih mu untuk bekerja di rumah sakit papa ku,.jika aku dan kakak mu menikah. Kami akan memberikan rumah sakit ini kepada mu!"


Kimmy terlihat sangat senang, Saras memang berasal dari keluarga yang kaya raya.


"Lalu bagaimana dengan kakak mu, Kimmy?"


Saras pun mengatakan kepada Kimmy untuk tidak perlu merasa khawatir "Jangan khawatir Kimmy! Kakak ku tidak akan merasa keberatan untuk itu asal aku merasa senang dan bahagia!"


"Kau sangat beruntung Saras, selain cantik kau juga pintar. Keluarga mu juga berasal dari keluarga yang kaya, kau tidak kekurangan apapun,"


"Ah kamu bisa aja Kimmy. Kamu juga cantik, pintar dan keluarga mu berasal dari keluarga yang terpandang. Jika tidak, tidak mungkin aku mau menikah dengan kakak mu!"


"Kimmy, apakah mantan istri kakak mu itu orang kaya juga?"


Kimmy mengangguk "Iya, keluarganya sangat kaya namun juga kejam! Kakeknya seorang mafia yang kejam, bahkan membunuh kedua orang tua ku sebab itu aku membencinya!""


"Jika kalian tahu mengapa kakak mu menikah dengannya? Apakah untuk membalas dendam?"


Kimmy menggeleng "Kakak ku tidak mengetahui apapun, hanya aku yang tahu dan saat itu aku mengalami hilang ingatan, aku tidak tahu jika dia adalah cucu dari orang yang sudah membunuh mama ku. Dan saat aku tahu, aku meminta kakak ku untuk menceraikannya, untung saja ingatan ku kembali pulih,"


"Iya Kimmy, kamu melakukan hal yang benar. Keluarga dari penjahat tidak pantas mendapatkan cinta dari orang baik seperti kita!"


Kimmy mengangguk, keduanya pun berkeliling rumah sakit "Selamat pagi nona Saras," tegur salah satu karyawan yang bekerja sebagai pembersih rumah sakit


Saras sering datang ke rumah sakit untuk berkunjung dan menjenguk orang-orang yang sakit, ia terkenal sebagai wanita yang ramah dan baik kepada semua orang di rumah sakit


"Saras, semua mengenal mu ya?"


"Tentu saja, ini rumah sakit milik keluarga ku. Dan aku sering berkunjung ke sini, bahkan pasien juga mengenal aku,"


"Wah kau hebat, bukan hanya berinteraksi dengan para karyawan di sini..namun juga dengan semua pasiennya,"


"Mau bagaimana lagi Kimmy? Aku merasa sangat bosan jika di rumah terus. Kakak ku juga tidak memiliki waktu untuk ku, dia sibuk bekerja. Jadi aku meluangkan waktu ke sini daripada aku tidak punya kegiatan lain,"


"Apa kau tidak suka shopping?" Kimmy bertanya kepada Saras dan ia mengatakan jika dirinya tidak suka menghabiskan uang


"Tidak Kimmy! Aku tidak suka pergi shopping, itu sangat membosankan lebih baik aku ke sini. Dan mengunjungi pasien satu persatu, aku bisa berkenalan dan berinteraksi dengan mereka. Aku juga mendapatkan teman cerita, jika aku shopping aku hanya sendirian dan menghabiskan uang saja!"


Kimmy pun setuju dengan ucapan Saras "Kau memang benar Saras, aku juga seperti itu. Daripada menghabiskan waktu untuk shopping lebih baik aku mengunjungi pasien kemarin. Itu juga yang membuat aku kenal dengan mantan istri kakak ku,"


"Kau menjodohkan mereka?" Saras bertanya dengan Kimmy, wanita itu menggelengkan kepalanya "Tidak! Kakak ku dan dia sudah kenal terlebih dahulu, sebelum aku dan kakak ku bersatu,"


"Maksudnya bagaimana? Apakah dahulu kau dan kakak mu berpisah?"


"Iya, aku dan kakak ku berpisah sejak kami masih kecil. Dan kakak ku telah menemukan aku, namun saat itu dia sudah menikah dengan Kaynara."


"Dunia memang sempit ya?" Ujar Saras


Kimmy pun mengangguk"Namun aku lega setidaknya kakak ku telah berpisah dari wanita itu!"


"Saras," terdengar suara lelaki yang memanggil wanita itu, dengan bersamaan Kimmy dan Saras menoleh ke belakang


"Dia!" Gumam Kimmy perlahan, Saras pun berlari mendekati lelaki itu "Kakak!"


Saras memeluk lelaki itu "Kakak ke sini?"


Pria itu menatap Kimmy dengan mengerutkan satu dahinya "Saras, siapa dia?" Kimmy menghampiri temannya itu "Kimmy ini adalah Brian! Dia adalah kakak ku,"


"Kakak mu?" Masih teringat jelas, jika lelaki itu adalah pria yang menyebalkan saat Kimmy masih di Paris


Pria menyebalkan ini ternyata adalah kakaknya Saras? Astaga, mati aku ~batin Kimmy


Kimmy menyengir kepada lelaki itu, ia masih mengingat saat dirinya melempar sendal ke kepala lelaki itu


"H-hai, kita bertemu lagi,"


"Kimmy dan kakak udah saling kenal?" Saras bertanya dengan antusias namun Brian mengatakan jika dirinya tidak mengenal Kimmy


"Kakak tidak mengenalnya," ketus Brian dengan dingin.


Kimmy pun terlihat kesal, memang benar sih mereka tidak saling mengenal satu sama lain..namun setidaknya mereka pernah bertemu


"Sudah lupakan saja Saras, aku harus kembali pulang dulu ya? Sampai bertemu besok!" Kimmy yang mencari aman langsung memilih untuk pulang saja.


Daripada Brian kesal dan tidak merestui pernikahan Saras dengan Rangga kakaknya


"Mati aku, kenapa aku mencari masalah dengan lelaki itu?"


**********


Kaynara masih pulang dengan hati yang patah, karena Jo melarangnya bertemu dengan Ryan "Apakah dia tidak mau bertemu dengan aku? Apakah dia marah kepada ku?" Padahal kaynara sudah menyiapkan segalanya agar ia berbicara dengan Ryan. Namun lelaki itu justru tidak mau bertemu dengannya.


"Aku sedih, namun mau bagaimana lagi? Ryan sudah membuat keputusan untuk tidak bertemu dengan ku dan aku harus menghargainya,"


Mengapa cinta membuat orang menjadi sulit dan sakit?