
Kau tau Jo, aku sudah merasakan kecewa saat aku masih kecil. Ayah ku pergi meninggalkan aku dan ibu, lalu ia menikah dengan wanita yang menjadi ibu perempuan itu. Lalu, karena aku dan ibu hidup susah ibu tidak bisa menerima kenyataan yang ada di ibu ku pun jatuh sakit. Ibu meninggal saat aku masih sangat kecil, lalu aku harus tinggal bersama ayah dan juga wanita yang sudah merusak kehidupanku dan juga ibuku. Aku sangat membencinya, ibu dan anak itu sama saja mereka hanya berpura-pura untuk mencari simpati seseorang. Dan sekarang, dia ingin mencoba mengambil kau dari aku yang selalu menemaniku di saat keadaanku dalam kondisi apapun. Jo aku tidak hanya menganggap kamu sebagai anak buahku saja namun aku juga menganggapmu seperti saudaraku yang bisa menjaga dan melindungi ku. Aku tidak bisa terima Jika dia juga merebutmu seperti yang ibunya lakukan, ibunya merebut ayahku dari pelukan kami. aku membencinya Jo!
Jo meminta Ryan untuk mengendalikan diri nya jika tidak Ryan bisa kembali lemah dan drop.
"Maafkan saya tuan, saya berjanji akan selalu bersama tuan."
"Tidak bodoh! Kau juga harus menikah, namun jangan dengan wanita itu!"
Ryan tidak mengatakan kalau Jo harus bersama nya seumur hidup, dia hanya meminta agar dia tidak berhubungan dengan Clara, masih banyak wanita lain selain dia.
Jo pun mengangguk, walau perasaan nya memang untuk Clara, namun ia akan berusaha melupakan Clara.
******
Di sisi lain, Clara dengan semangat memasak makanan kesukaan Ryan. Ia berharap, jika kakak nya bisa benar-benar kembali sembuh.
Clara tidak membutuhkan apapun lagi, ia hanya ingin Ryan segera sehat seperti dulu. Dan Iya berjanji setelah kesehatan Ryan..
Clara akan pergi jauh dari hidup saudara tiri nya itu.
Setelah selesai memasak, Clara menghubungi Jo namun Jo tidak mengangkat nya.
Ia mengira jika Jo sedang sibuk mengurus Ryan dan tidak ada yang menjaga nya.
Clara memutuskan untuk mengantar makanan itu ke rumah sakit, tentu saja ia tidak akan menampakkan diri nya dari Ryan..
Ia akan menitipkan makanan itu di resepsionis.
Sebelum pergi, Clara pun bersiap terlebih dahulu.
Setelah semua nya siap, Clara memasukkan rantang makanan ke dalam mobil.
Ia pun bergegas, melajukan mobil nya menuju rumah sakit.
Sesampai rumah sakit, dengan penuh semangat Clara masuk ke dalam.
Ia ingin mengintip keadaan Ryan karena Jo tidak mengangkat panggilan nya.
Clara penasaran kenapa Jo berubah menjadi dingin.
Clara tidak melihat siapapun ada di ruangan, kemana perginya Ryan.
Ia ingin bertanya kepada resepsionis. Namun, saat ia membalikan badan nya.
Ryan tepat di depan nya. Wajah Ryan penuh dengan amarah, mata yang memerah.
Clara berkeringat dingin, ia gemetar. Clara tau jika Ryan akan menghabisi nyawa nya sekarang.
"Sudah aku katakan kepada mu, jangan pernah ada di hadapan ku!"
Ryan mendekati Clara, Clara mundur ke belakang secara perlahan.
"Ma-maaf kan ak-wku." mata nya berkaca-kaca. Ia tidak tau jika Ryan ada di belakang nya.
Ryan menatap rantang yang di pegang oleh Clara, ia mengambil dan langsung mencampakkan nya ke lantai.