
Akhir dari penantian Clara, akhir nya Tuhan mengabulkan doa-doa nya selama ini. Ryan pun tersadar dari koma nya, Clara merasa sangat bahagia.
Namun, Jo meminta Clara segera pergi dan menjauh dari ruangan Ryan. Ia tidak mau jika bos nya melihat keberadaan Clara dan akan membunuh Clara.
"Tapi, Jo. Aku masih ingin di sini."
"Clara, anda ingat apa yang anda katakan? Anda hanya ingin tuan saya bangun, dan sekarang dia sudah bangun. Jadi, tolong menjauh dari tempat ini!" dengan terpaksa Jo mendorong tubuh Clara, Clara menangis. Namun, ia tidak mempermasalahkan itu. Ia tau, jika Ryan sudah sadar dari koma nya itu tanda nya Clara juga harus segera menjauh.
Karena kakak tiri nya itu sangat membenci nya.
"Jo, aku akan menjauh. Tapi aku mohon, izin kan aku memantau nya dari jauh..Aku janji, tidak akan mendekat dan menganggu ketenangan kakak ku."
Jo berfikir keras, bukan nya ia jahat dengan Clara namun demi kebaikan Clara, Jo harus menjauhkan Clara dari Ryan..Karena ia juga tidak bisa berbuat banyak jika Ryan bos nya itu menyakiti wanita yang sudah Jo sayangi.
"Baik lah, tapi jangan pernah berada di dekat ruangan bos. Demi kesehatan nya, anda tidak mau kan jika ketika melihat anda bos saya menjadi emosi dan akan melakukan hal nekat. Bukan tentang membunuh Anda, bagaimana jika keadaan nya drop lagi?"
Jo sengaja berbohong, sebenarnya yang ia takuti bukan lah kesehatan Ryan. Ia percaya jika Ryan akan kuat dan tidak akan drop, Jo lebih takut keselamatan Clara.
Clara mengangguk, ia berjanji kepada Jo tidak akan mendekati Ryan atau berada di dekat luar ruangan. Ia akan memantau dari jauh.
Jo setuju, Clara berterimakasih kepada Jo sangkin senang nya ia memeluk Jo. Tentu membuat hati Jo tidak tenang dan jantung nya berdegup kencang.
Namun, Jo menentralkan diri nya.
"Clara, tolong menjauh lah dari saya. Saya tidak suka di peluk." Clara tersadar, ia pun meminta maaf kepada Jo
Jo!
Terdengar suara panggilan dari Ryan, Jo segera mendekat ke arah Ryan dan memerintahkan Clara segera menjauh. Clara berlari menjauh dari ruangan Ryan.
Jo segera masuk ke dalam ruangan, ia berlari saat Ryan ingin bangkit duduk.
"Jangan di paksakan, Tuan."
Jo membantu Ryan untuk bangkit, Ryan merasakan kehadiran saudara tiri nya itu.
"Jo, apakah wanita itu datang?"
"Siapa, Tuan?"
Ryan merasa kesakitan, Jo meminta Ryan untuk tidak terlalu banyak berfikir.
"Sebaiknya tuan jangan terlalu memikirkan hal yang berat. Dokter mengatakan agar tuan istirahat yang total."
"Jo, jangan membohongi ku. Katakan dengan jujur, apakah Clara ada datang ke sini.?" Ryan berteriak sangat kesal, mengapa orang yang ia percaya berusaha menutupi sesuatu.
"Tidak, tuan!" ujar Jo singkat, bukan nya ia ingin berbohong. Namun, keselamatan Clara jauh lebih penting saat ini dan Jo berharap Clara tidak akan di temukan oleh Ryan bos nya.
"Bagus lah!" Ryan kembali membaringkan tubuh nya, ia senang jika adik tiri nya itu tidak pernah datang. Agar ia tidak merasa hutang Budi kepada siapapun. Ryan juga masih fokus mencari keberadaan wanita yang ia cinta, Kaynara