Kaynara

Kaynara
Mengingat masa lalu



"Jangan menangis dan jangan lakukan hal konyol ini lagi!" Kaynara pun mengangguk. Rangga memperhatikan Kaynara dari jauh. Ia sendiri tak mengerti mengapa perasaan nya ketika bertemu pada Kaynara sangat berbeda. Apa karena Rangga merasa sangat kasihan pada wanita malang yang ada di hadapan nya. Namun, sebelum nya Rangga lelaki yang sangat tidak perduli pada lawan jenis. Rangga lelaki yang sangat cuek tapi kenapa melihat Kaynara ia merasa ingin melindungi wanita ini. Kaynara melihat ke arah Rangga, namun dengan segera Rangga membuang muka.


"Kay, perkenalkan ini Ibu dan Ayah ku," ucap Shinta.


"Ibu, Ayah," ucap nya pelan namun bisa di dengar oleh Shinta.


"Apa kau mengenal Ibu dan Ayah ku?" jawab nya selidik


"Ti-tidak! eh i-iya, aku mengenal nya sekarang. Saat kau mengenal kan mereka saat ini,"


"Hallo, Sayang. Bagaimana kabar mu?" ucap Syafa yang mendekat pada Kaynara dan memberikan sentuhan di pipi Kaynara. Sentuhan lembut Syafa membuat Kaynara menangis.


"Ibu," ucap nya.


"Ibu? dia bukan ibu mu, Kay. Mengapa kau memanggil Ibu ku dengan sebutan ibu. Seolah kau sudah mengenal lebih jauh ibu ku," Kaynara terdiam


"sudah la, Ta!"


"Tidak bu, aku hanya ingin ia jujur bahwa ia memang kaynara, gadis yang 10 tahun ibu bawa ke rumah," ucapan Shinta bukan untuk menyakiti hati Kaynara. Namun, Shinta ingin Kaynara mengakui saja semua nya.


Shinta menatap ke arah Kaynara dengan penuh selidik


"Sudah lah, Kaynara. Kamu boleh kok manggil saya dengan sebutan Ibu atau mama, se nyaman kamu aja," Syafa memegang bahu Kaynara. Kaynara tersenyum terharu


"Tapi, Bu."


"Sudah lah, Ta!" Ucap Syafa. Tata pun membuang nafas nya dengan kasar dan memilih mengalah


"Mengapa sih, susah sekali bagi nya untuk berkata jujur!" batin Shinta. Rangga memperhatikan Kaynara dari samping, tanpa sengaja mata indah Kaynara menuju pada Rangga yang menatap diri nya dari tadi.


"Maaf tuan, mengapa kau memandangi ku seperti itu?" tegur nya. Semua orang melihat ke arah Rangga. Terlihat senyuman di wajah Caca ketika melihat Rangga yang grogi. Shinta pun menatap Caca dan saling memberikan kode seakan mereka memiliki pemikiran yang sama.


"Ti-tidak, maaf saya harus permisi," ucap Rangga dan meninggal kan ruangan tersebut. Syafa duduk di sebelah Kaynara.


"Gadis yang manis," ucap Syafa sambil mengelus pipi Kaynara dengan lembut.


"Ibu, aku dan Caca akan pergi sebentar untuk membeli makanan untuk kalian." pamit Shinta yang di setujui oleh Syafa. Namun, Revan dan Arvan tidak membiarkan isteri mereka untuk pergi tanpa di dampingin oleh mereka. Awal nya, Shinta dan Caca menolak namun para suami mereka tidak mau mengalah akhir nya mereka yang memilih mengalah. Revan dan Arvan mengikuti shinta dan Caca dari belakang.


******


Syafa dan Gunawan menjaga Kaynara di rumah sakit, Kaynara memandangi kedua orang tua di hadapan nya, rasanya Kay ingin memeluk mereka dan mengucap kan terimakasih karena pernah menolong dan menyayangi diri nya.


"Terimakasih, Bu." Syafa pun tersenyum. Setelah makan buah, Syafa menyuruh Kay untuk beristirahat agar lekas sembuh, Kay pun menurut. Ketika Kay sudah tidur, Syafa mengajak suami dan cucu nya untuk keluar.


semua orang sudah keluar. Kay membuka kedua mata nya, ia merindu kan keluarga nya. Kay mengingat masa kecil nya yang dahulu penuh dengan bahagia bersama Kedua orang tua nya dan juga kakek nenek.


"Mengapa kesalahan yang kakek perbuat kini aku yang menanggung nya?"


"Sampai kapan aku harus menanggung segala dosa yang dahulu kakek ku perbuat." Kaynara tidak menyangka bahwa kakek yang begitu dia cinta dan sayangi manusia yang jahat. Dia tidak pernah melihat sisi gelap dari kakek nya. Bahkan yang ia tahu kakek adalah kakek terbaik di dunia. Kaynara mengingat dahulu, saat ia mempunyai teman. Teman nya menjauhi diri nya karena dia adalah cucu dari seorang mafia. Bahkan semua orang menjauhi nya karena takut Kaynara akan membunuh dan menyakiti orang lain seperti yang kakek nya lakukan dahulu.


Flashback


Di saat Kaynara masuk ke dalam bangku SMP (Sekolah menengah pertama) hari pertama ia sekolah, Kaynara memiliki seorang teman. Ia bernama Kimmy, Kimmy berasal dari keluarga yang berada. Namun, Ibu Kimmy sudah meninggal dunia, ia tinggal bersama Ayah nya berdua. Kimmy dan Kaynara berteman dengan baik, bahkan Kay sering bermain ke rumah nya. Pada suatu ketika Ayah Kimmy mengantar kan Kaynara pulang ke rumah. Ia berjumpa dengan kakek Kay. Sejak saat itu, Kimmy menjauh dari nya. Kay sering sekali bertanya pada Kimmy apa yang terjadi, mengapa Kimmy tidak mau berbicara pada nya.


"Kimmy, tunggu..! Tolong bicara lah pada ku Kimmy, apa salah ku? apa kah aku menyakiti mu?"


"Iya, aku membenci mu, Kay! sangat benci!" mendengar ucapan Kimmy membuat Kay sedih.


"Mengapa kau membenci ku?"


"Karena kakek mu, aku kehilangan Ibu ku." Kay yang tak mengerti dengan ucapan Kimmy merasa bingung.


"Kakek mu jahat, dan aku tidak suka berteman dengan cucu dari seorang penjahat!"


"Cukup Kimmy! jika kau tidak ingin bermain dengan ku baik lah! aku tidak akan memaksa. Aku juga tidak butuh teman seperti mu yang menjelek kan kakek ku. Kakek mu adalah kakek terbaik di dunia. Kau tidak berhak berkata tidak baik tentang kakek ku!" kesal Kaynara, Kaynara pun pergi meninggal kan Kimmy. Bagi Kaynara kakek nya adalah segala nya. Cinta pertama setelah Papa nya, hidup dan mati nya. Ia tidak bisa terima jika seseorang berkata buruk tentang kakek nya. Semenjak kejadian itu, Kay tidak pernah melihat Kimmy lagi. Kimmy dan Ayah nya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Teman sekolah Kay berkata ini semua karena ulah kakek nya. Namun, lagi-lagi Kay tidak percaya.


"Kakek mu seorang pembunuh! pembunuh!" ucap teman teman Kay.


"Itu semua tidak benar! kalian berbohong." Kaynara berlari menangis, ia pun naik ke dalam mobil. Ia menyuruh supir untuk mengantar nya pulang. Kaynara terus menangis di dalam mobil, ia tidak mengerti mengapa teman teman nya berkata seperti itu. Bahkan mereka tidak pernah bertemu dengan kakek nya. Sesampai di rumah, Kaynara berlari masuk ke dalam rumah. Ia menemui kakek nya lalu memeluk sang kakek.


"Ada apa, Sayang?" Kaynara menangis di dalam pelukan sang kakek.


"Tidak kek, Kay ingin memeluk kakek saja."


"Dasar cucu kesayangan kakek." Kakeknya pun membelai rambut Kaynara, hingga Kay tertidur di dalam pelukan sang kakek.


Flashback end.


Lamunan Kaynara pun memecah ketika Syafa memanggil diri nya.