
Aini mengingat dahulu, saat ia terbangun dan tak mengingat siapa diri nya. Kepala nya terasa sangat pusing.
Aku di mana? ~ batin Aini
*Kau sudah bangun?
Siapa kamu? di-di mana aku? siapa aku? aaaaa kepala ku sakit*
Aini memegang kepala nya yang terasa sangat sakit
"Tenang lah nak, jangan terlalu memaksa kan diri."
"Kamu siapa, aku di mana? kenapa aku tak mengingat segala nya, bahkan siapa aku? apakah kau ibu ku?" Aini histeris, ia tak tahu bagaimana diri nya seperti ini, tak ada kenangan sedikit pun yang tersisa.
"A-apa aku adalah anak mu?" tanya Aini kembali, wanita yang ada di hadapan nya ini pun memeluk diri nya.
"Bahkan aku juga tidak tahu siapa nama mu nak, aku menemukan mu terletak di pinggir jalan, kau tidak sadar kan diri waktu itu." ujar nya.
******
Ke esokan pagi nya, Rangga terbangun dari tidur nya. Tubuh nya begitu sangat sehat, ia segera mencari isteri yang dia sayangi. Terlihat Kay sedang memasak di dapur, Rangga pun memeluk Kaynara dari belakang. Membuat wanita cantik itu terkejut.
"Kau sudah bangun? kenapa ke sini? tidur saja, aku akan memasak dan mengantar kan ke kamar jika sudah selesai." ujar Kay yang berbalik, tangan nya pun mengalung di leher suami nya. Rangga mendekat kan kedua hidung mereka hingga saling menyentuh satu sama lain.
"Sayang, aku ingin sekali makan cup cake."
"Baik lah, aku akan membuat nya untuk mu. Kau pergi lah ke kamar." pinta Kay pada Rangga.
"Tidak! aku ingin membuat nya bersama mu."
"Tapi, kau masih belum sehat, By!" Byby adalah nama kesayangan Kay untuk suami nya
"Aku sudah cukup baik, ayo lah. Aku ingin sekali membuat nya bersama mu." bujuk Rangga dengan penuh rayu, pelukan mereka semakin erat. Pandangan mereka sangat dekat, melihat satu sama lain
"Bagaimana jika kau lelah, dan keadaan mu semakin memburuk?"
"Percaya lah padaku." Kay sangat kaget ketika Rangga mengecup bibir merah nya, Kay masih terdiam terpaku. Apalagi, posisi nya yang terhimpit. Kecupan itu perlahan berubah menjadi *******, Rangga ******* bibir dengan sangat lembut. Kay pun membalas ******* suami nya, tangan Rangga perlahan mengelus tubuh isteri nya. Sentuhan-sentuhan dari tangan Rangga membuat Kay terangsang. Sesekali, mengeluar kan suara desahan. Kedua nya saling terhanyut dalam permainan itu tanpa sadar ada sesuatu yang bau gosong.
"Aaaaa...!" teriak salah satu perawat yang di siap kan Revan dari Indonesia. Membuat kedua pasang itu kaget dan menghentikan permainan mereka
"Ma-maaf! tadi saya mencium aroma bau gosong, ja-jadi saya kesini, saya tidak tahu jika kalian di sini." ucap Perawat itu dengan gugup, Kay dan Rangga merasa malu. Dengan cepat Kay mematikan kompor nya, benar saja. Masakan nya sudah gosong tak bisa di masak lagi.
Astaga, kenapa aku bisa seceroboh ini? bagaimana bisa aku melakukan ini di dapur? perawat ini pasti melihat kami, ya Tuhan, ya Tuhan! Aku sangat malu ~ batin Kay, ia pun menyembunyi kan wajah nya di tubuh Rangga.
"Maaf jika saya menggangu, saya tidak melihat apa-apa kok."