
"Kakak jangan khawatir, kita bisa menjalani ini. Kimmy juga bekerja kan dan Kimmy ada tabungan..Mama Kimmy juga memberikan harta nya untuk Kimmy. Dan apa yang Kimmy punya itu juga punya kakak! Andai Mommy dan Daddy masih hidup kita enggak harus seperti ini. Dan ini semua karena keluarga Kaynara, Kimmy membenci nya."
Kimmy pun mencaci maki kaynara, ia merasa emosi saat mengingat kaynara.
Rangga meminta adik nya untuk tenang dan tidak membahas masalah itu lagi.
Kimmy pun menuruti kakak nya, ia tak akan membahas tentang kaynara lagi.
Clara berpamitan untuk pulang ke rumah nya, Kimmy meminta Clara untuk menginap namun Clara menolak dengan halus.
"Maaf Kimmy, aku banyak pekerjaan. Lain waktu saja."
Kimmy pun mengangguk dan mengerti keadaan Clara.
Sebenarnya Clara tidak banyak pekerjaan, ia hanya tidak mau menganggu Kimmy dan kakak nya.
Clara masih sedih dengan kelakuan sahabat nya itu terhadap kaynara.
Kaynara sedang hamil tua dan mereka meninggalkan nya sendirian.
Clara lebih mengkhawatirkan dan memikirkan keadaan kaynara di Paris seorang diri.
Clara langsung segera pergi dari rumah Kimmy, ia bosan dan tidak tau harus kemana.
Tidak mungkin Clara menghubungi Jo karena Jo sudah mengatakan untuk melarang nya menghubungi Jo kembali.
*****
Rangga masuk ke dalam kamar, ia terlihat sangat tidak bersemangat.
Rangga yang kesal berulang kali memukul tangan nya dengan keras ke dinding.
Ia kesal, mengapa harus kaynara wanita yang ia cinta? Mengapa harus dia.
Rangga pun tidak mungkin untuk melanggar sumpah nya. Andai ia tidak tau kebenaran nya, lebih baik Rangga memilih untuk tidak tau siapa kaynara.
Namun ini semua sudah takdir
Kenapa ingatan Kimmy harus pulih!
Rangga berteriak dengan kesal, dulu ia sangat berharap jika ingatan adik nya segera pulih.
Namun, sekarang jika waktu bisa di putar ia lebih baik memilih adik nya tetap hilang ingatan agar ia bisa terus hidup bahagia bersama adik dan juga istri nya.
Rangga menyesali semua kebenaran ini, ia mencintai kaynara namun juga tidak bisa menerima asal usul Kaynara.
Mungkin ini semua kesalahan nya, kesalahan nya karena tidak pernah mencari tau asal usul Kaynara.
Rangga tidak mengetahui tentang keluarga Kaynara, hanya Kimmy yang tau karena Kimmy saksi mata atas kekejaman kakek kaynara kepada keluarga mereka.
Jika Rangga mengenal keluarga Kaynara, mungkin ia tidak akan pernah menikahi dan mencintai anak dari pembunuh ke dua orang tua nya.
Rangga mengutuk diri nya sendiri, memaki berulang kali.
"Takdir apa ini?"
Kimmy masuk ke dalam kamar kakak nya karena mendengar suara kakak nya yang begitu keras, ia menghampiri Rangga dan terkejut melihat tangan Rangga sudah berdarah dan masih saja memukul dinding dengan keras.
"Kak, hentikan!" Kimmy memeluk kakak nya, menangis. Kimmy tidak mau kehilangan kakak nya seperti ia kehilangan ke dua orang tua mereka.
"Kakak jangan seperti ini, Kimmy enggak siap jika kakak kenapa-kenapa. Hanya kakak keluarga yang Kimmy punya hiks."
Mendengar tangisan adik nya, Rangga kembali tersadar. Ia pun meminta maaf kepada Kimmy Karena tidak bisa mengendalikan diri nya sendiri.
"Maafkan kakak," Rangga membalas pelukan adik nya