
Clara mencoba untuk memberikan pesan kepada kaynara melalui WhatsApp
Hai Kay, bagaimana kabar kamu? Aku harap kamu baik-baik saja di sana. Jika sesuatu terjadi kepadamu, tolong jangan sungkan memberitahu ku. Aku akan datang menjenguk mu dan maaf perbuatan Kimmy kemarin. Aku hanya bisa diam karena tidak berani terlalu ikut campur masalah keluarga kalian. Tolong jangan marah kepadaku, Kay! ~Clara
Setelah memberikan pesan kepada Kaynara hati Clara sedikit lebih lega, ia berharap jika Kaynara baik-baik saja.
Clara berharap jika Kimmy bisa memaafkan Kaynara dan bersikap baik seperti dulu
Ada notif WhatsApp dari seseorang, Clara melihat ternyata itu balasan dari Kaynara
Hai Clara, aku di sini sangat baik. Jangan khawatir! Jika ada sesuatu aku akan menghubungimu dan masalah Kimmy. Aku tidak marah kepada mu sama sekali, aku memahami apa yang kamu rasakan. ~Kaynara
Clara tersenyum, akhirnya ia mendapatkan kabar dari Kaynara. Ia pun kembali ke rumah sakit untuk bertugas.
****
Kaynara tersenyum setelah membalas pesan dari Clara, ia senang karena ada orang yang masih perduli dengannya.
Ia tau jika Clara sangat perhatian kepada semua pasiennya.
Memang, Kaynara merasa sangat kesepian namun ia juga harus terbiasa sendiri. Kaynara tidak mau lagi bergantung kepada siapapun
Ia juga memutuskan untuk kembali ke Indonesia, Kaynara tau. Ia pasti akan sangat kesulitan jika terus tinggal di Paris apalagi biaya di sini sangat mahal.
Walau keluarganya membiayai kebutuhannya namun Kaynara tidak mau bergantung terus kepada siapapun.
Ia harus bisa mandiri, dan membiayai anaknya hingga dewasa.
Kaynara akan kembali bekerja sebagai waiters saat dulu ia di Indonesia atau mencari pekerjaan lain di Indonesia
Kaynara belum memakan makanannya, suster masuk untuk mengecek keadaan kaynara.
Pelayanan di rumah sakit Paris sangat baik, bahkan perawatnya begitu perduli dengan pasien.
Mereka memastikan pasiennya makan dan juga minum obat.
Kaynara mengucapkan terimakasih banyak, perawat itu segera pergi setelah menyuapi Kaynara makan dan memberikan obat.
Kaynara mengelus perutnya ia pun mengajak anak yang ada di dalam kandungannya berbicara
"Nak kita dikelilingi orang-orang baik, lihat lah semua menyayangi mama dan bahkan sangat perduli dengan kita. Mama yakin, kita akan bisa melewati semuanya bersama. Kamu jangan khawatir ya nak? Kita pasti bisa kok apalagi kita selalu di kelilingi oleh orang-orang yang luar biasa baiknya."
Seakan merespon ucapan Kaynara, bayi yang ada di kandungannya pun bergerak memberikan respon.
Hal itu tentu membuat Kaynara bersemangat dan bahagia.
Ia tidak memerlukan apapun lagi, yang terpenting Kaynara akan selalu bersama anaknya.
******
Ryan yang masih khawatir memikirkan keadaan Kaynara pun tidak bisa tidur.
Ia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Kaynara
"Bagaimana jika Jo tau dan marah?" gumamnya, namun ia berfikir. Di sini bosnya itu adalah dirinya, mengapa ia harus takut kepada Jo?
"Bodoh sekali aku! Yang bosnya di sini itu aku, mengapa aku takut kepadanya? Terserah dong aku mau kemana saja mengapa takut kepadanya!"
Ryan mengomel sendiri, padahal jika ia marah Jo juga tidak berani kepadanya. Namun kenapa jika mengenai Kaynara, Ryan bisa begitu patuh kepada Jo seperti anak yang menurut dengan ucapan ibunya. Bahkan tidak berani berkutik sekalipun.