
Clara mengaget kan Aini yang sedang memandangi photo yang baru saja di kirim kan oleh Kaynara.
"Seperti nya mereka saling mencintai." ujar Clara, Aini pun mensetujui ucapan sahabat nya.
"Benar, Mereka memang sangat mencintai. Kakakku begitu sangat baik dan berbesar hati menerima nya."
"Semoga mereka selalu di berikan kebahagiaan."
"Aku juga berharap seperti itu. Jangan lagi ada kesedihan untuk Kaynara. Dia sudah cukup sangat menderita."
*********
Kaynara dan Rangga yang masih saja melakukan hal romantis di dapur, tak menyadari jika seseorang memerhatikan mereka. Setelah, melihat gambar yang barusan Kaynara ambil. Ia tersadar, jika salah satu tim medis ada di belakang mereka. Hal itu membuat Kaynara merasa sangat malu, Rangga yang menoleh pun hanya tertawa saja.
"Sebaik nya Bapak Rangga harus minum obat sekarang." ucap salah satu perawat yang menjaga Rangga dan Kaynara.
"Kau pergi lah ke kamar untuk minum obat, biar kan saja aku yang memasak ini! Lagipula, jika kau di sini bukan nya membantu ku. Malah membuat dapur berantakan." goda Kaynara. Rangga pun hanya mengerucut kan bibir nya ke depan, Ia ingin lebih lama bermesraan dengan sang isteri.
"Bagaimana jika kau menemani ku?" bisik Rangga pada Kay. Kay pun menjauh kan diri nya dari suami nya yang nakal.
"Tidak! Nanti, Aini kesini. Kita belum menyiap kan apapun untuk nya. Aku ingin memasak untuk sahabat sekaligus adik ipar ku." pinta Kay kepada Rangga. Rangga pun tak ada pilihan lain selain setuju dengan Kay. Rangga berjalan ke kamar meninggal kan Kaynara sendiri di dapur.
********
Selesai masak dan menyiap kan segala hidangan di meja makan, Kaynara masuk ke dalam kamar dan segera bersiap-siap. Malam ini adalah hal yang sangat istimewa untuk semua nya. Rangga yang ada di dalam kamar, lagi-lagi menggoda sang isteri.
"Aku harus bersiap-siap! Sebentar lagi mereka akan datang." bujuk Kay kepada Rangga. Namun, Rangga semakin mengerat kan pelukkan mereka. Membaringkan tubuh Kaynara di samping diri nya. Kedua nya saling menatap satu sama lain, Rangga membelai rambut Kay dengan penuh kasih sayang dan cinta.
"Sudah! Aku ingin segera bersiap-siap." ujar Kay kembali, Rangga tak menggubris ucapan Kaynara. Perlahan, Rangga menempelkan bibir nya ke bibir Kaynara dengan penuh hasrat. Nafas kedua nya semakin memburu, Kay pun kehilangan kendali dan hanya bisa menikmati setiap sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Rangga. Namun, belum sempat mereka melakukan ritual. Mereka di kejut kan dengan kekacauan suara gedoran pintu kamar yang begitu deras.
Dor! Dor!
Dengan rasa kesal, Rangga bangkit dari tempat tidur dan melihat siapa yang begitu kencang mengetuk pintu kamar nya. Rangga membuka pintu, terlihat Aini yang sedang berdiri di luar kamar mereka. Rangga hanya bisa tersenyum dengan paksaan. Tidak mungkin bagi nya untuk memarahi sang adik. Kay pun bangkit dan melihat siapa yang datang. Senyuman nya mengembang sempurna begitu melihat Aini
"Maaf! Aku sudah sedari tadi datang, tapi kalian tidak juga turun. Aku fikir, kalian lupa jika aku datang." jawab Aini. Kay hanya menahan senyuman nya, Kaynara melihat wajah kesal suami nya.
"Baik lah, Ayo kita turun!" Kaynara menggenggam tangan Aini dan segera membawa sahabat sekaligus adik ipar nya untuk turun. Rangga pun mengikuti kedua nya
Huft! Sabar, Tom! Ini cobaan! ~ Batin nya yang membuang nafas dengan kasar.