Kaynara

Kaynara
Merasa Gemas



Terlihat Aini yang sedikit kecewa, Clara memegang bahu sahabat nya dan tersenyum kepada keluarga angkat Kaynara.


"Kalau begitu, kita pamit ya Tante. Terimakasih." pamit Clara pada Syafa.


"Hati-hati kalian ya?" Syafa pun tersenyum ramah kepada kedua teman anak angkat nya. Setelah kepergian Clara dan Aini. Syafa bersama suami nya masuk ke dalam


"Seperti nya mereka orang baik, mereka yang merawat Kay. Kenapa kamu tidak memberitahu kepada mereka?" tanya Gunawan dengan penuh kelembutan pada isteri nya.


"Ibu tidak bisa memberitahu, Pak. Karena Tata sudah berpesan pada Ibu untuk tidak memberitahu siapapun. Ibu juga tak ingin nyawa Kay bahaya. Ibu juga tak suka berbohong, tetapi demi keselamatan anak-anak kita. Ibu rela berbohong, Pak. Jangan kan berbohong, menukar nyawa ibu demi anak-anak juga saya rela demi kehidupan anak-anak kita." mendengar ucapan isteri nya, Gunawan memeluk isteri nya itu.


"Kamu memang isteri terbaik, Sayang. Saya bangga dengan kamu, bahkan saya merasa menjadi pria tua yang paling beruntung memiliki isteri yang sangat penuh penyayang."


"Bapak, bisa saja! Ibu jadi malu loh." kedua orang tua ini walau sudah tak muda lagi. Namun, tak menjadi kan alasan kedua nya untuk berhenti romantis.


*********


"Di mana aku harus mencari nya?" tanya Aini pada Clara.


"Tenang lah! ketika ia pulang kita akan bertemu dengan nya. Bagaimana jika kita berlibur ke Paris? lagi pula aku juga ada jadwal mengobati pasien ke Paris. Kau ikut saja yuk? sekalian kita berlibur. Aku akan merekomendasi kan kau juga pada atasan untuk mendampingi dan membantu ku di sana." ajak Clara pada sahabat nya, Aini menimbang ucapan Clara sejenak lalu tersenyum dan mensetujui ajakan Clara.


"Baik lah, aku mau!"


"Yeay! Aku akan segera memesan kan tiket untuk kita. Mungkin, besok kita akan berangkat. Tergantung perintah dari atasan." ujar Clara


"Ta-tapi."


"Ada apa, Ra?"


"Kenapa dia mengambil berkas-berkas mu?"


"Karena kemarin aku ingin pindah ke luar negeri untuk mengurus usaha papa ku. Tetapi, Ryan tidak terima makanya ia merenggut berkas-berkas ku." Aini pun mengangguk mengerti.


"Tetapi aku bingung, bagaimana meminta nya pada Ryan."


"Tenang saja, biar aku yang meminta nya." ujar Aini


"Jangan! Kau tidak mengerti bagaimana sikap nya. Dia sangat kasar, aku tak ingin kau terluka."


********


Kay dengan penuh cinta membuat kan makanan untuk suami nya, ia membuat kan bubur ayam yang paling spesial menggunakan bumbu-bumbu cinta yang paling spesial. Harum masakan Kay sampai tercium di hidung Rangga hingga membuat nya terbangun


"Wangi sekali aroma masakan nya." ujar Rangga, Rangga ingin bangkit beranjak dari tempat tidur. Namun, dengan sigap Kay menahan nya. Meletakkan mangkuk bubur itu di meja.


"Kenapa kau bangun? keadaan mu masih lemah." Kay membantu Rangga untuk duduk kembali, lalu mengambil semangkuk bubur yang ia letak kan di meja.


"Aroma masakan mu harum sekali, membuat ku sangat lapar dan tak sabar memakan nya."


"Ini, aku masakin." Kay pun menyuapi suami nya makan.


"Kau harus makan yang banyak! agar lekas sembuh, ya? aku tak bisa melihat mu seperti ini terus." wajah Kay pun sangat sedih membuat Rangga merasa gemas.