
"Aku juga berharap seperti itu, setiap saat aku sering sekali merindukan nya. Semoga Kimmy mau berteman dengan ku kembali. Ingin rasa nya aku mencerita kan segala hal yang aku alami dan berbagi seluruh duka ku pada Kimmy."
"Namanya Kimmy?" tanya Aini. Kaynara pun mengangguk.
"Nama nya sangat bagus, pasti anak nya cantik dan lucu."
"Iya, kau benar. Dia sangat lucu bahkan dia bisa membuat ku seharian tidak bisa berhenti tertawa. Kami sering belajar dan bermain bersama. Bahkan jika ada yang mengganggu ku. Kimmy akan maju paling depan menjadi satria penolong bagi ku. Dia juga sangat usil, dia akan mengerjai orang yang mengganggu ku. Bahkan di sekolah tidak ada lagi yang berani mengganggu diri ku." Kaynara bercerita dengan penuh semangat, Aini pun begitu antusias mendengar cerita dari Kaynara.
"Dia juga pintar seperti diri mu. Jika bermain teka teki seperti ini, aku juga tak pernah bisa menang dari nya."
"Lalu di mana dia sekarang?"
"Aku juga tidak tahu, dia marah dan meninggal kan ku pada saat itu juga." kepala Aini terasa sangat sakit
"Kau kenapa Aini?" tanya Kaynara yang sangat panik. Aini menggeleng
"Ti-tidak apa-apa. Mungkin aku hanya lelah saja."
"Kalau begitu kau berbaring lah di tempat tidur ku ini."
"Jika aku di situ, kau di mana?" tanya Aini.
"Kita bisa berdua di sini. Lagian tubuh ku dan tubuh mu itu tidak besar, akan muat untuk kita berdua."
"Tidak usah, Kay. Aku akan istirahat di ruang makan saja." Aini pun mencoba berdiri namun diri nya tak kuasa hingga hampir terjatuh. Untung saja Kaynara dengan cepat memegang tubuh Aini.
"Sudah ku katakan. Sebaik nya kau berbaring lah di sini, jangan keras kepala!" Aini pun menuruti permintaan Kaynara dan berbaring di samping Kaynara.
"Pejam kan saja mata mu."
"Jika aku tertidur. Bukan perawat yang menjaga pasien nya tetapi pasien yang menjaga perawat nya." mendengar ucapan Aini. Kaynara pun tertawa, kedua nya pun tertawa dengan lepas. Hingga kedua nya tidur dengan nyenyak.
*****
Rangga dan teman yang lain nya berada di rumah mewah milik Ryan. Sektaris Ryan yang bernama Jo memberitahu di mana terakhir Kay berada. Dan kejadian yang di alami Kaynara membuat Rangga semakin yakin bahwa ini adalah orang suruhan Elsa. Jika tidak, mengapa mereka bisa tahu detail kejadian Kaynara di culik, di mana, kapan dan jam berapa. Semakin membuat Rangga ingin segera menikahi Kay dan bisa menjaga nya. Bahkan Ryan menunjukkan Poto Poto Kaynara waktu masih remaja. Terlihat Kaynara remaja begitu sangat lucu dan polos. Tak sengaja Rangga mengembang kan senyuman nya dan terlihat oleh Sektaris Jo.
"Mengapa kau tersenyum? apa ada hal yang lucu bagi mu? atau kau berpikir bahwa ini hal yang tidak penting? jika kau merasa ini tidak penting. Kau bisa pergi sekarang, jangan sampai kau tidak bisa melihat matahari lagi besok!" tegas Jo. Rangga hanya terdiam tak ingin membantah, bukan karena diri nya takut. Jika dia membantah, dia akan di keluar kan dari pekerjaan ini. Rangga tidak akan tahu apa tujuan Ryan mencari Kaynara.
"Lain kali, jika ada rapat kalian fokus! jika ingin memikir kan hal lain bisa pulang ke rumah. Tidak usah di sini! kalian paham!"
"Iya, pak. Paham"
"Bagus jika mengerti kalian sudah mengerti!" Jo pun menyuruh mereka untuk bubar, dan memulai mencari pencarian di besok pagi.
"Kalian silah kan pergi. Pertemuan kita seetiap hari hanya tiga kali. Pagi hari saat laporan kehadiran, Siang hari jam makan siang laporan pencarian sampai di mana, sore hari laporan hasil pencarian. Apa kalian mengerti?"
"Mengerti pak." ucap semua nya dengan serentak dan segera pergi meninggal kan rumah Ryan. Rangga berjalan berdampingan dengan teman nya.
"Aneh sekali orang kaya ini. Mencari seseorang sampai segitu nya, bahkan ada acara apel segala seperti kerja PNS saja." ucap teman Rangga dengan bingung. Rangga hanya terdiam. Dia akan mengikuti setiap apel. Namun, tak akan mencari orang yang di cari. Untuk apa dia mencari jika wanita itu ada di hati nya setiap saat. Rangga pun kembali mengembang kan senyuman nya. Ia terhanyut dalam pikiran nya sendiri.
******
Aini terbangun dan melihat Kay masih nyenyak di samping nya.
"Astaga sudah jam tujuh malam. Mama pasti menunggu ku." Aini segera bergegas pergi dari klinik tersebut.
"Mama pasti meng khawatir kan diri ku. Mengapa aku bisa ketiduran seperti ini." ucap Aini. Karena terburu buru Aini memilih memesan taxi online. Jika harus menunggu angkutan umum akan membutuh kan waktu yang lama. Setelah taxi online itu datang, Aini masuk ke dalam dan menyuruh supir untuk mengemudi lebih cepat.
Sesampai di rumah, Ibu nya Aini sudah menunggu nya di depan pintu. Aini memberikan beberapa lembar uang kepada supir taxi online dan segera turun menghampiri Ibu nya.
"Maaf ma, ta-tadi Aini."
"Sudah, masuk lah. Nak!" Ibu nya Aini menyuruh diri nya untuk segera masuk ke dalam rumah.
"Bersih kan tubuh mu dahulu lalu makan dan segera lah istirahat."
"Baik, Ma." Aini menurut. Kini, Ibu nya merasa sangat lega karena anak nya sudah pulang ke rumah. Ibu Aini takut jika anak nya sudah mengingat kembali ingat nya dan tidak akan kembali ke rumah nya. Dia takut kehilangan Aini, karena diri nya sudah sangat menyayangi Aini.
"Mama tidak sanggup jika harus kehilangan kamu, Nak. Apalagi jauh dari kamu." dia tahu, bahwa suatu saat nanti Aini akan mengingat segala nya dan kembali pada keluarga nya. Dia akan sendirian dan kehilangan anak yang sudah ia besar kan kurang lebih 10 tahun yang lalu. Aini yang selesai membersih kan diri mendekati Ibu nya yang masih melamun di depan pintu. Aini memeluk sang ibu dari belakang.
"Kenapa mama masih di luar? maaf kan Aini ya ma. Aini janji tidak akan mengulanginya lagi. Tadi, Kepala Aini terasa sangat berat. Seakan melihat kejadian yang sebelum nya Aini rasain. Tetapi Aini tidak tahu apa itu, ketika Aini ingin mengingat lebih dalam kepala Aini terasa berat dan sakit. Jadi nya Aini ketiduran."
"Tidak apa, Sayang. Lain kali kamu jangan mencoba mengingat kenangan kamu. Maksud mama jangan memaksa untuk mengingat jika hal itu membuat kamu sakit nak, perlahan saja. Mama tidak ingin kamu kenapa-kenapa. Mama mencemas kan kamu kenapa bisa pulang telat tidak seperti biasa nya."