
Seketika senyuman yang berkembang dengan lebar berubah menjadi kemurungan, hilang sudah harapan Rangga.
"Permisi." ucap pria tampan di depan Rangga ternyata itu adalah Ryan yang membawa beberapa orang dengan tubuh kekar.
"Apa kau mengenal wanita ini?" melihat gambar wanita yang ada di photo itu membuat Rangga kaget
"Ada apa mereka mencari Kaynara?" Rangga melihat beberapa orang dengan wajah seram dan bertubuh tegap, ia mengira bahwa itu adalah orang suruhan Elsa yang ingin mencoba menyakiti Kaynara lagi. Rangga pun berbohong dan berkata tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan wanita yang di maksud adalah Kaynara.
"Aku tidak pernah kenal dengan gadis ini."
"Baik lah, terimakasih." ucap Ryan kepada Rangga. Ryan dan beberapa orang pasukan nya pun segera pergi meninggal kan Rangga. Rangga tak ingin seseorang menyakiti Kaynara lagi
Ryan dengan marah langsung berjalan dengan cepat.
"Dasar payah!" kesal Ryan pada anak buah nya, dia mendapat kan kabar bahwa Kaynara berada di sini. Namun, semua orang yang dia tanya tidak ada yang mengenal Kaynara. Bahkan, bertanya di ruang resepsionis pun tidak ada yang mengenal Kaynara. Karena Kay masuk ke dalam klinik menggunakan identitas Shinta.
Rangga dengan cepat pun kembali ke ruangan Kaynara, ia begitu khawatir jika mereka menemui Kaynara. Terlihat Kaynara yang masih tertidur lelap. Rangga menghubungi Revan dan menceritakan segala nya pada Revan. Revan pun berfikir bahwa itu adalah orang suruhan Elsa. Lagian siapa yang mencari Kaynara. Kay selalu berkata tidak pernah memiliki teman apalagi kekasih.
******
Ryan kembali ke rumah, ia terlihat sangat kacau.
"Di mana kamu, Kay? andai aku berani mengungkap kan rasa ku pada mu. Aku tidak harus melindungi mu dari jauh." ucap Ryan merasa bersalah. Seakan tidak ada jejak dari Kaynara. Bahkan Ryan sudah menuntut tempat Kaynara bekerja, sebab tempat di mana Kaynara bekerja tidak ada perlindungan sedikit pun untuk bawahan mereka.
"Siapa wanita yang telah menculik mu, Kay?"
"Jika sesuatu terjadi pada mu. Akan ku bunuh wanita itu, walau kau hanya tergores sedikit saja." terlihat Ryan begitu sangat marah, dia mengingin kan gadis nya kembali pada nya.
"Kaynara." teriak Ryan.
Di rumah sakit, terlihat Revan dan Shinta datang menemui Rangga. Dengan penuh khawatir Shinta menanya kan keadaan Kaynara
"Dia baik-baik saja. Namun, ada beberapa pria yang bertanya pada ku dan mencari keberadaan Kaynara."
"Bukan kah, Tante Elsa sedang tidak sadar kan diri di rumah sakit?"
"Mungkin saja ia menyuruh orang orang nya kembali menyakiti Kaynara, dia masih dengan dendam nya." ucap Shinta.
"Mulai sekarang, Kaynara tidak bisa di tinggal sendiri. Harus ada yang menjaga nya. Aku akan menyewa mengawal untuk menjaga nya jika perlu beberapa polisi sekaligus." ucap Revan.
"Aku setuju." jawab Shinta
"Ini demi keamanan Kay. Sudah cukup penderitaan nya selama ini, kita juga tidak bisa menjaga nya 24 jam. Aku harus menjaga anak-anak ku. Revan dan kau juga harus bekerja. Caca juga sedang tidak sehat. Siapa yang akan menjaga nya di sini."
"Tetapi apakah dokter Clara mengizin kan? bagaimana jika dia merasa tidak nyaman?" jawab Rangga.
"Aku akan bicara pada nya, aku yakin dia akan mengerti." Shinta pun mengambil ponsel dan menghubungi dokter Clara. Shinta menginginkan pertemuan pada dokter Clara. Dokter Clara akan ke sini dalam waktu satu jam lagi. Mereka pun menunggu kedatangan dokter Clara.
"Itu dia datang." ucap Revan. Shinta berdiri, dokter Clara pun berjalan mendekati mereka.
"Ada yang bisa saya bantu?"
"Begini dok."
"Sebaik nya kita bicara di ruangan saya saja."
"Silah kan duduk." Shinta pun duduk di kursi, ia mencerita kan segala nya pada dokter Clara. Awal nya dokter Clara menolak, ia takut menganggu pasien yang lain. Namun, Shinta memberikan pengertian untuk dokter Clara, bagaimana pun keamanan pasien nya adalah hal yang utama. Dokter Clara pun mengizin kan.
"Baik lah dokter Shinta, saya akan mengizin kan..Tetapi tetap jaga lah ketenangan klinik ini. Saya tak ingin pasien yang lain nya merasa terganggu."
"Baik lah dok, terimakasih."
"Dan saya mohon dok, agar adik saya tidak mengetahui jika di luar ruangan nya terdapat pengawal dan polisi. Saya takut adik saya akan ketakutan."
"Baik lah, anda tidak perlu khawatir." Shinta pun pamit keluar dari ruangan Dokter Clara.
"Semua nya aman. Dokter Clara sudah setuju."
"Bagus lah kalau begitu, aku akan menghubungi polisi dan menyewa pengawal." ucap Revan. Revan pun menghubungi polisi dan menyuruh orang untuk mencari kan pengawal untuk Kay. Sejam kemudian, beberapa pengawal dan 2 orang polisi datang. Mereka pun bertugas menjaga di luar ruangan, Shinta meminta kepada Rangga untuk tidak memberitahu Kay. Ia takut, Kay merasa tidak nyaman. Ada lima orang yang menjaga di luar ruangan Kaynara. Tiga orang pengawal, dua orang polisi.
***********
Ke esokan hari nya, Aini bergegas ke klinik praktek Dokter Clara. Ia begitu heran melihat beberapa boddy guard dan polisi berada di luar ruangan Kaynara.
"Ada apa ini? mengapa seramai ini?" batin nya. Ia meng khawatir kan keadaan Kaynara.
"Apa ada hal sesuatu terjadi pada Kaynara?" batin nya.
"Aini." dia pun menoleh ke arah suara yang memanggil nya, ternyata itu dokter Clara.
"Ikut saya ke ruangan." pinta Dokter Clara. Aini yang masih bingung pun mengikuti dokter Clara. Sesampai di ruangan Dokter Clara. Aini pun duduk
"Apa yang terjadi?" Aini dan Clara sudah sangat dekat dan bersahabat. Jika berdua mereka tidak akan berbicara dengan formal. Aini bertanya pada sahabat nya
"Tenang lah! keluarga pasien ku meminta keamanan pada Kay. Karena mereka takut nyawa Kaynara terancam."
"Terancam bagaimana?"
"Kau tahu, Kaynara itu korban dari."
"Iya aku sudah tahu, Kaynara yang mencerita kan nya pada ku. Lalu?"
"Kemarin beberapa orang mencari nya. Keluarga nya begitu cemas, karena tidak ada yang bisa menjaga Kaynara 24 jam. Makanya mereka meminta beberapa polisi dan menyewa pengawal untuk menjaga Kaynara. Kini, akhir nya Aini mengerti.
"Ohiya, aku memanggil mu kesini. Ingin menyampai kan sesuatu."
"Apa?" tanya Aini
"Jangan kata kan apa pun pada pasien ku. Jangan berkata bahwa ada yang menjaga nya di luar ruangan. Itu permintaan dari keluarga nya. Jangan beritahu dia!"
"Baik lah, aku tidak akan mengatakan apapun pada nya."
"Bagaimana acara ulang tahun ibu mu semalam?"
"Ibu ku sangat senang. Aku harus pergi dulu ya, aku ingin melihat keadaan Kaynara dan pasien yang lain nya. Jika tidak, kau bisa memotong gaji ku." ledek Aini pada sahabat sekaligus atasan nya itu.
"Dasar kau ini." ucap Clara.