Kaynara

Kaynara
Makanan Kesukaan Jo?



"Jangan menangis lagi!" Rangga menghapus air mata Kimmy saat adiknya menangis.


"Kak, aku harus keluar sebentar!"


Rangga pun bertanya kemana adiknya akan pergi, saat Kimmy ingin pergi. Pengacara keluarga angkatnya datang "Paman!" Kimmy tersenyum senang melihat kehadiran pamannya. Ia pun memeluk pengacara itu "Bagaimana paman?"


Pengacara mengatakan jika Kaynara sudah menandatangi dan artinya. Kaynara dan Rangga sudah resmi bercerai. Kimmy senangnya bukan main, ia memeluk kakaknya. Tak perlu ada kegundahan lagi di hatinya "Selamat kakak!"


Kimmy segera meminta pengacara keluarga angkatnya masuk "Masuk lah paman!"


Pria itu menuruti permintaan Kimmy, "Kamu adalah anak kesayangan sahabatku, saya tidak akan membiarkan kamu dan kakak mu mengalami masalah!"


"Terimakasih banyak, Paman! Aku sangat menyayangi paman. Andai Mama masih hidup, mama pasti akan bahagia!"


Pria itu tersenyum, Kimmy membuatkan segelas teh untuk pengacaranya.


"Kamu jangan khawatir nak Rangga, saya sudah mengurus segalanya. Kamu sudah terlepas dari wanita itu!"


Rangga terdiam, terlihat tidak ada kesenangan dari wajahnya. Atau pun matanya, tentu saja Rangga bahkan merasa sangat sedih. Namun ia tidak bisa berbuat apapun, Rangga tidak berdaya. Ia takut adiknya melakukan hal sesuatu yang akan berdampak buruk kepada Kimmy.


*******


Ryan memberikan pesan kepada Kaynara. Ia mengajak Kaynara untuk dinner, namun wanita itu menolak


"Maafkan aku, Ryan! Namun aku tidak bisa dinner berdua denganmu. Saat ini aku sedang menjalani masa Iddah ku! Aku harap kau mengerti!" Kaynara menulis itu dan mengirimkannya melalui pesan WhatsApp.


Kaynara memang ingin sendiri terlebih dahulu, ia hanya ingin Ryan lebih dekat dengan adik tirinya Clara bukan kepadanya.


Kaynara menggeleng, matanya begitu sendu. Ia merindukan anaknya yang telah tiada! Kaynara juga membuat wallpaper ponsel miliknya gambar anaknya yang di ambil oleh Jo beberapa waktu lalu.


"Aku ibu yang sangat tidak beruntung, Ra. Aku tidak bisa melihat anakku yang terakhir kalinya, dan aku menyesal. Andai aku tidak egois dan memikirkan kesedihan ku sendiri. Mungkin saat ini, anakku masih ada bersamaku!"


Clara memeluk Kaynara, ia mengatakan kepada Kaynara untuk tidak menyalahkan diri sendiri "Ini semua sudah takdir yang maha kuasa. Aku mohon, jangan menyalahkan diri mu seperti ini. Jika kau terus sedih dan menyalahkan dirimu, anak mu mungkin tidak akan bahagia!"


"Aku tahu, namun sulit sekali melupakan kesedihanku! Aku sangat merasa kacau!"


Clara hanya bisa memeluk Kaynara memberikan ketenangan dan juga kekuatan.


"Aku sudah menyiapkan makanan untuk mu, ayo kita makan!" Clara mengajak Kaynara untuk makan bersama.


Kaynara pun mengangguk, ia tidak ingin membuat pikiran orang lain karena kesedihannya.


Keduanya menuju ruang makan. Clara menyiapkan makanan untuk Kaynara "Kau tahu Kay, aku memasak ini karena Jo sangat menyukai makanan," Clara terdiam, saat menyadari jika dirinya keceplosan.


Kaynara menoleh ke arah Clara, "Ma-maksud ku, aku sangat menyukai ini. Dan aku yakin, ka-kau juga menyukai masakan aku yang satu ini!"


"Kau menyukainya?" Kaynara bertanya dengan serius namun Clara mengelak. "Ti-tidak! Aku tidak menyukainya, hanya saja dulu aku pernah memasak ini untuknya dan ia menyukai itu."


"Kau merindukannya, Ra?" Clara terdiam, diam nya Clara sudah membuat Kaynara mengetahui jawaban itu.


"Aku mengerti sekarang!"


*******