Kaynara

Kaynara
Rencana pernikahan



"Permainan takdir apalagi ini?" Suara Kaynara sudah hampir habis, ia merasa sangat rapuh hingga akhir nya tidak sadar kan diri di dalam pelukkan Shinta dan Caca.


"Kay," jerit Caca dan Shinta.


"Kay, bangun lah!" Revan dengan cepat berlari ke luar ruangan dan memanggil para perawat


"Tolong! adik ku tidak sadar kan diri," Perawat pun berlari dan memeriksa keadaan Kaynara


"Kay, bangun lah!“ ucap Shinta dan Caca bersamaan, mereka merasa sangat khawatir dengan keadaan Kaynara.


“Maaf sebaik nya bapak dan ibu tunggu di luar." pinta perawat. Revan dan Arvan pun membawa para isteri mereka ke ruangan tunggu.


"Bagaimana sekarang? apa yang akan terjadi ke depan nya tentang Kaynara?" tanya Shinta dengan mata sembab nya


"Bahkan menatap mata nya aku sudah tak sanggup,“ Caca menjatuh kan tubuh nya ke lantai dengan tatapan yang kosong.


" Kalian tenang lah dahulu!"


"Bagaimana kita bisa tenang jika melihat adik kami dalam ke hancuran? ia akan melahirkan anak tanpa seorang suami,"


"Apakah ia bisa menjalani hidup nya? dan bagaimana nanti jika kelak anak nya besar dan menanyakan di mana dan siapa Ayah nya. Apa yang akan Kaynara katakan, apakah ia sanggup mendengar pertanyaan-pertanyaan itu. Jawab aku!" bentak Shinta pada suami nya. Caca hanya bisa menangis senggugukan.


"Aku akan menikahi nya," mereka ber-empat menoleh ke arah di mana suara yang tak asing itu berasal.


"Rangga?" ucap mereka semua


"Sedang apa kau di sini? dan sejak kapan kau ada di sini," tanya Arvan. Namun Rangga tidak menjawab, Caca bangkit dan mendekati Rangga.


"Apa maksud mu?"


"Jika kalian meng-izin kan aku, aku akan menikahi Kaynara, dan akan menganggap anak yang ada di dalam kandungan nya sebagai anak ku. Aku akan memberikan namaku pada anak itu kelak, aku akan melindungi mereka berdua dan akan membuat mereka bahagia."


"Aku akan bertanggungjawab untuk anak itu,"


"Aku rasa ini yang terbaik untuk nya." ucap Revan.


"Aku setuju dengan Revan," Sambung Arvan.


"Tidak! bagaimana mungkin kalian menikah, dan mengapa kau ingin menikahi nya?" sambung Shinta. Caca dan terdiam, ia merasa sangat bingung


“Tapi, Ta. itu yang terbaik," Arvan mencoba meyakinkan Shinta.


"Aku tidak setuju! mereka tidak saling mencintai, jangan kan mencintai bahkan mereka tidak saling kenal satu sama lain! bagaimana mungkin mereka akan menikah,"


"Apa kau ingat? kau juga dulu menikah dengan Revan tanpa rasa cinta, begitu juga dengan aku dan Caca. Awal kita menikah tidak ada rasa cinta sedikit pun, namun seiring berjalan nya waktu. Kita saling mencintai pasangan kita dan berbahagia, apa salah nya jika Kaynara dan Rangga menikah?" ucap Arvan.


"Jangan sama kan hubungan kita dengan dia. Tidak semua orang sama,"


"Sayang, sudah lah! ini bukan waktu nya berdebat. Apa kau ingin melihat Kaynara hidup menderita dan membesar kan anak nya tanpa seorang suami?" Shinta memikir kan ucapan Arvan dan suami nya. Walau rasanya berat, ia memilih untuk mengalah. Ini semua demi kebaikan Kaynara


"Tapi, aku yakin. Kaynara tidak akan setuju, ia tidak mengenal Rangga seutuh nya,"


"Dalam situasi seperti ini, Kaynara harus menyetujui untuk menikah dengan Rangga." ucap Caca


"Tidak ada tapi-tapi, Ta! Kaynara harus menikah," ucap Caca. Saat ini Caca hanya menginginkan kebahagiaan Kaynara. Mungkin dengan ada nya Rangga, pria itu bisa membuat Kaynara dan anak nya bahagia.


"Baiklah, jika itu keputusan kalian," Shinta mengalah.


"Kita akan membicarakan ini pada Kaynara setelah ia sadar kan diri,"


********


30 menit berlalu, akhir nya Kaynara sadar kan diri. Mereka pun masuk dan menemui kaynara.


"Kay," panggil Caca. Kaynara menoleh pada Caca dengan air mata yang ber linangan di pipi nya. Caca mendekati Kaynara dan memeluk gadis yang sedang rapuh tersebut.


"Kak," ucap nya lirih.


"Sudah jangan menangis, Sayang!" Caca menghapus air mata Kaynara.


"Rangga ini menikahi mu, Kay."


"Tidak! aku tidak mau!“


" Kau tidak ada pilihan lain, Kay." ucap Shinta.


"Tetapi aku punya hak untuk menolak kak! ini hidup ku, tolong kalian jangan ikut campur."


"Setidak nya pikir kan janin yang ada di kandungan mu, Kay! Apa kau ingin anak mu lahir dan tumbuh besar tanpa seorang ayah? apa kau siap dengan pertanyaan-pertanyaan nya kelak tentang siapa dan di mana ayah nya?" ucap Revan dengan tegas. Bukan ia tak mengerti perasaan kaynara. Namun, ia merasa ini yang terbaik. Kaynara hanya bisa menangis


"Kau akan menikah dengan Rangga, Kay. Aku mohon jangan menolak, ini demi kebaikan mu dan anak mu, kita sangat menyayangi mu." Caca membelai rambut Kaynara dengan lembut dan mencium kening Kaynara. Kaynara menangis senggugukan.


"Apa kah aku harus menikah dengan pria yang tidak ku kenal dan ku cinta," batin nya dalam hati.


******


Flashback.


"Ibu suatu saat Kay akan menikah dengan lelaki yang Kay cintai dan mencintai Kay. Bu, Kay akan merasa menjadi wanita yang paling bahagia dan beruntung,"


"Iya, Sayang. Kamu akan menjadi ratu yang paling bahagia di dunia ini, Ibu dan Ayah akan memberikan pesta yang paling mewah di negeri ini, Sayang." ucap Ibu Kaynara dan memeluk diri nya dengan penuh hangat.


Flashback end.


Kaynara mengingat di mana dulu ia selalu mengatakan pada Almarhuma Ibu nya bahwa ketika ia menikah nanti. Ia akan menikah dengan pria yang ia cintai, dan ia akan merasa menjadi wanita yang paling beruntung. Namun, takdir berkata lain. Ia harus menikah dengan pria yang tidak ia kenal. Memang Rangga yang membantu untuk menyelamatkan diri nya. Namun, Kaynara tidak mengenal jauh lelaki itu, bagaimana latar belakang Rangga dan kepribadian Rangga. Kaynara pun menetes kan air mata nya. Ia tak mengerti, mengapa takdir selalu saja mempermain kan kehidupan nya.


"Aku mohon, Kay."


"Dengan menikah kan mu dengan Rangga. Aku akan merasa tenang Kay, aku tidak akan selalu di hantui oleh rasa bersalah, karena Ibu ku." belum sempat Caca melanjut kan ucapan nya. Tangan Kaynara menutup mulut Caca.


"Tidak kak! jangan salah kan diri mu lagi, baik lah aku setuju untuk menikah dengan tuan Rangga. Aku mohon, berhenti lah menyalah kan diri mu kak." Caca tersenyum..


"Sudah ya, kamu juga jangan sedih-sedih lagi, Kay." Pinta Caca, Kaynara pun menangguk dan mencoba tersenyum. Ia tak ingin Caca merasa bersalah lagi, walau dalam hati nya Kaynara masih merasa hancur.


"Kita akan membahas rencana pernikahan Kaynara dan Rangga setelah Kaynara keluar dari rumah sakit," ucap Revan. Dan mereka semua pun setuju.