
Andai Tuan tau jika yang tulus mencintai dan merawat Tuan hanya lah adik tuan sendiri. Walau kalian beda ibu, namun Clara tidak pernah merasa benci seperti yang tuan rasakan kepada nya. Bahkan, ia merasa sangat hancur dan begitu terpuruk.
Jo memandangi Ryan, ia sesekali juga mencuri pandang melihat luar jendela untuk memastikan keberadaan Clara.
Jo melihat Clara yang bersembunyi di balik tembok dengan wajah tersenyum dan penuh bahagia.
Melihat tuan dari jauh saja Clara sangat bahagia. Andai Tuan bisa merasakan kasih sayang mu mungkin kalian akan hidup bersama dengan bahagia sebagai seorang kakak dan adik yang saling menjaga dan melindungi.
Ponsel genggam milik Clara berbunyi, ia harus kembali ke klinik praktik nya karena ada pasien. Clara pun memberikan pesan singkat kepada Jo untuk mengatakan ia akan pergi sebentar.
"Jo, aku ada pasien. Dan aku harus pergi, tapi aku akan kembali lagi, memasak makanan yang enak untung kakak ku dan juga kau. Aku akan segera kembali."
Pesan singkat yang diberikan oleh Clara berhasil membuat Jo salah tingkah, untuk pertama kali nya wanita selain ibu nya memasak makanan untuk nya.
"Hey, apa kau tidak waras tertawa sendiri?" tanya Ryan dengan kesal kepada Jo. Jo menggeleng kan kepala nya, ia pun tidak mau jika bos nya tau siapa yang sudah membuat diri nya salah tingkah seperti ini.
"Wanita mana yang berhasil membuat manusia es seperti mu bisa salah tingkah?" ledek Ryan, Jo kembali memasang wajah datar nya.
Sial! Sulit sekali mengendalikan diri. Lihat lah, tuan meledek ku seakan ia tidak pernah merasakan jatuh cinta.
"Ayo katakan kepada ku, wanita mana yang sudah melelehkan manusia es seperti mu!"
"Jo, aku juga merindukan mama ku. Andai saja wanita itu tidak hadir di kehidupan papa ku mungkin saat ini aku dan mama akan bahagia." ucap Ryan dengan wajah yang murung.
Itu sebab nya ia membenci Clara dan ibu nya. Karena menurut Ryan, Clara dan ibu nya sudah merebut papa nya dari mereka.
"Jo, Kau tau. Aku bermimpi bertemu dengan mendiang mama ku. Aku ingin ikut dengan mama ku, namun ada seorang wanita yang menarik dan mencegah ku. Namun, aku tidak tau siapa itu. Dia berusaha keras agar aku bersama nya dan jangan bersama mendiang mama ku."
Itu adalah adik mu tuan! Ketulusan cinta dan doa yang di berikan oleh Clara saat tuan koma membuat tuan masih bersama kami di sini.
"Apa yang kau katakan?"
"Tidak tuan, saya tidak mengatakan apapun. Mungkin saja, wanita itu adalah doa seseorang yang tidak ingin kehilangan tuan."
"Siapa Jo? Apakah Kaynara?" Ryan seakan bersemangat, ia berharap jika orang itu adalah Kaynara. Namun, Jo tidak menjawab. Sudah pasti itu Clara bukan Kaynara, wanita yang di cintai oleh bos nya. Namun, Jo tidak ingin jika bos nya mengetahui keberadaan Clara.
"Jo, aku merindukan Kaynara. Jika aku bertemu dengan nya, aku akan menikahi nya Jo. Kau tau, bagaimana rasa cinta dan sayang ku kepada nya. Dan sial! Rangga orang yang aku percaya malah berkhianat kepada ku!"
Ryan berdecak kesal mengingat Rangga. Ia mempercayakan semua nya kepada Rangga namun ternyata Rangga mengkhianati nya dan bahkan menikah dengan Kaynara.
Ryan tidak terima, ia berjanji akan merebut Kaynara dari Rangga.