Kaynara

Kaynara
Merindukan Mama



Suasana hati Aini sangat tidak enak, mungkin ini pertama kali nya ia tidak bersama Clara. Kay meminta kepada Aini untuk makan namun Aini menolak dengan halus.


"Tidak, aku merasa masih sangat kenyang soalnya tadi udah makan juga. Aku pamit ke kamar ya?" tanpa melihat Kaynara ia pun berlalu pergi meninggalkan Kay dan juga Rangga.


Kaynara melihat perubahan sikap Aini namun ia memaklumi nya, Rangga mengatakan kepada Kaynara jika memang begitu lah Aini.


"Kimmy saat masih kecil juga seperti itu, mood nya suka tidak beraturan. Walau pun ia kehilangan ingatan nya namun sifat nya masih saja sama." ujar Rangga yang memberikan pengertian kepada Kay. Namun, Kay semakin tidak asing dengan nama Kimmy.


Apakah Kimmy teman masa kecil ku? Tapi setahu ku wajah nya tidak begitu.


Kaynara larut dalam pikiran nya sendiri, ia merasa jika Aini adalah teman masa kecil nya namun wajah nya sangat berbeda


"Kenapa?" tanya Rangga, Kay menggeleng kan kepala nya, ia mengatakan jika diri nya hanya merindukan Ibu, Ayah dan yang lain nya di tanah air.


"Kita akan kembali ke tanah air, tapi tidak sekarang. Mungkin, saat anak kita sudah lahir." ujar Rangga kembali sambil menikmati masakan isteri dan adik nya.


Kay merasa bahagia, terlihat senyuman di wajah nya ia begitu senang karena Rangga menerima anak nya dengan sepenuh hati bahkan menganggap sebagai anak nya juga.


"Aku mengerti dengan kegelisahan mu, karena aku juga merasakan hal yang sama sebelum nya. Tapi, saat aku mengatakan hal yang sama seperti mu mereka menjelaskan jika meninggal kan negara ini sekarang atau nanti itu tidak ada beda nya. Saldo mereka sudah di potong di awal untuk kita ke depan nya. Jika kita kembali sekarang ke tanah air juga tidak akan mengembalikan deposit yang sudah mereka bayar."


Kini, Kaynara mengerti. Ia pun tak mau memaksa lagi, jika ia tetap pulang ke tanah air sekarang akan membuang-buang uang kakak-kakak nya dengan sia-sia. Kaynara tahu, biaya yang mereka habiskan untuk diri nya dan suami juga tidak sedikit.


Di dalam kamar, Aini merasa sangat tidak baik ia begitu kesal melihat Kaynara


Kay kau begitu menyebalkan, mengapa tidak mengatakan dari awal jika sudah masak? Pasti makanan yang sudah ku buat kan tidak di makan, kakak ku begitu menyayangi mu!


Aini melihat gambar ibu nya di ponsel, walau itu hanya ibu angkat nya namun Aini begitu menyayangi nya..


"Ma, Aini sudah menemukan suadara Aini. Dia sangat menyayangi Aini ma, Sekarang Aini tidak merasa sendiri lagi pasti mama senang di sana kan ma? Aini sangat merindukan mama." tak terasa air mata nya menetes, membasahi pipi nya yang begitu putih dan mulus.


Aini sangat merindukan ibu yang sudah merawat nya. Ia berharap bisa bertemu dengan sang mama walau hanya di dalam mimpi.


"Ma, Aini berjanji akan menjaga diri Aini di sini. Aini merindukan mama, Aini sangat sayang dengan mama." Ia pun berharap segera bisa pulih dan mengingat semua masa lalu nya.