
"Terimakasih karena kamu sudah baik dan perhatian sama aku, aku banyak berhutang kebaikan sama kamu."
"Jangan mengatakan itu, Kay! Aku melakukan itu ikhlas, tapi Kay boleh kah aku mengatakan sesuatu kepada mu?"
Kaynara menatap Ryan "Iya, katakan lah!"
"Mau kah kau menikah dengan ku?"
Deg!
Jantung kaynara berdegup kencang, namun ia tidak belum bisa menikah dengan orang lain "Maaf kan aku, aku belum bisa menikah. Aku masih trauma dengan pernikahan, ya mungkin Rangga tidak menyakiti Ku. Namun aku masih trauma,"
"Apakah kau masih mencintainya, Kay?" Ryan bertanya dengan serius, hatinya pasti hancur mendengar jawaban kaynara. Namun ia harus memastikannya
"Jika kau bertanya dengan perasaan. Jujur, aku hanya sekali berhubungan dengan lelaki. Dan itu langsung dengan Rangga, selama ini aku tidak pernah berpacaran. Mungkin, dia lelaki pertama yang berhasil membuat aku jatuh cinta. Dan Rangga juga tidak pernah menyakiti ku, dia mencintai ku dengan semua kekurangan ku. Hanya saja, dia tidak bisa menerima ku karena kesalahan fatal yang di lakukan oleh keluarga ku. Jika kau bertanya apakah aku masih mencintai ku, tentu saja tidak mudah bagi ku mencintainya seseorang,"
Ryan pun mengangguk "Tidak usah di teruskan, Kay! Aku mengerti sekarang. Dan aku akan menunggu hingga kau bisa mencintai ku!"
Kaynara masih terdiam "Maafkan aku, Ryan! Namun aku tidak bisa menerima lelaki yang baru saja mengenal ku. Perkenalan kita masih sangat singkat, kau belum mengetahui bagaimana aku. Dan dulu, aku dan Rangga juga begitu singkat. Aku tidak mau lagi gagal dalam menjalani hubungan, aku juga baru kehilangan anak ku dan itu tidak mudah bagiku!"
Ryan mengerti dengan perasaan kaynara "Aku mengerti dan bisa memahaminya, Kay! Tapi aku mohon sudah lah jangan menangis! Jangan sedih, maaf jika ungkapan hati mu membuat mu sedih. Namun satu hal yang harus kamu tahu jika aku sudah" ucapan Ryan terhenti
"Sudah apa?" Tanya Kaynara penasaran namun Ryan menggeleng "Tidak! Lupakan saja! Aku harus pergi dulu sekarang!"
Ryan pun berpamitan kepada Kaynara. Penolakan itu pasti membuatnya merasa sangat sedih dan tidak berdaya
"Sekali lagi maafkan aku Ryan, tapi kita masih tetap bisa dekat seperti ini kan?"
Ryan tersenyum menatap Kaynara dengan penuh cinta "Tentu saja, aku mengira jika kau akan menjauhi ku Kay karena perasaan ku kepada mu!"
"Tidak, bagaimana bisa terjadi?"
Mungkin Kaynara juga sudah memiliki perasaan kepada lelaki yang selama ini selalu ada untuknya, hanya saja sulit bagi Kaynara untuk menepis rasa trauma di hatinya tentang pernikahan.
"Andai kau tahu Kay, jika perasaan ku kepada mu itu begitu dalam dan tulus,"
Ryan langsung pergi meninggalkan Kaynara. Jo melihat bosnya yang berlalu pergi dengan wajah yang sedih.
Jo langsung mengikuti bosnya itu "Tunggu Tuan! Mengapa anda terlihat sedih!"
"Kaynara menolak menikah dengan ku, Jo!" Ia membuka pintu apartemennya. Perasaan sedih di campur gelisah namun ia pun tidak bisa memaksakan perasaannya.
"Tuan, Mengapa secepat itu? Kan saya sudah katakan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Itu akan membuat anda terluka,"
"Mau bagaimana lagi Jo? Sekarang aku sudah di tolak dan tidak ada lagi kesempatan."
Ryan terduduk lemas, Jo langsung memberikan segelas air putih kepada bosnya namun Ryan menolak.
"Ambilkan aku minuman lain yang membuat aku merasa tenang Jo!"
Jo mengerutkan dahinya, berpikir sejenak. Lalu ia mengerti, Jo mengambil sebotol win untuk bosnya itu "Apakah setelah ini kita kembali ke Indonesia, tuan?"
"Hahaha! Apa kau mengira aku pecundang Jo? Aku akan tetap di sini menjaganya. Aku tidak perduli bagaimana perasaannya kepada ku karena cinta ku untuknya tidak main-main! Aku mencintainya! Aku sangat mencintainya!"
Ryan meneguk win itu perlahan, mungkin dengan meminum win akan membuatnya merasa tenang.
"Aku tidak marah Jo, aku hanya sedih Sekarang!" Ryan merasa begitu hancur.
****
Di sisi lain, kaynara merasa bingung dengan perasaannya. Ia tahu jika dirinya pun sudah merasa nyaman dengan Ryan namun ia sangat trauma menjalani hubungan yang lebih serius
"Aku pernah terlalu dalam mencintai seseorang namun aku di hempaskan begitu saja hingga membuat aku hancur. Aku tidak bisa jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya,"