
Clara tersenyum manis kepada Kaynara. Ketiga wanita itu pun saling berpelukan dengan erat. Kaynara masih sangat berharap, jika Clara bersama mereka. Namun, keputusan Clara sudah sangat bulat. Kaynara pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Clara pergi ke bawah untuk membelikan oleh-oleh untuk rekan kerja nya juga untuk saudara tidri nya itu. Walau Ryan begitu kasar padanya, namun Clara sangat menyayangi saudara nya itu. Ia berharap, suatu saat nanti Ryan akan menerima diri nya sebagai adik. Clara ingin merasakan kasih sayang dari seorang kakak.
*****
Di sisi lain, Kaynara dan Rangga yang sedang bermesraan di dalam kamar. Ke dua pasangan itu saling menatap satu sama lain. Ke dua nya terlihat sangat bahagia dan saling mencintai satu sama lain.
"Mengapa terus memandang ku seperti itu?" Kaynara mengenggelamkan wajah nya di dada kekar milik suami nya. Kaynara yang semakin hari semakin manja kepada suami nya. Dengan lembut dan penuh kasih sayang, Rangga mengelus rambut Kaynara.
Rangga merasa lucu melihat isteri nya yang pemalu.
"Aku mencintai mu." bisik Rangga di telinga Kaynara. Hal itu tentu saja membuat Kaynara semakin salah tingkah, wajah nya memerah dan berseri.
Untung saja wajah ku bersembunyi di dada nya, jika tidak. Aku bisa malu jika ia melihat ku seperti ini!
Pintu kamar tiba-tiba berbunyi dengan keras, sudah pasti itu Aini. Dia selalu saja menjadi pengacau saat Rangga dan Kaynara berduaan. Seringkali Rangga merasa kesal dengan adik nya, namun Kaynara selalu menenangkan suami nya itu.
Dengan perasaan yang sangat jengkel, Rangga menjauhkan tubuh nya dari Kaynara.Dan turun dari ranjang. Menuju pintu untuk menemui Aini.
"Ada apa?" tanya Rangga dengan ketus kepada adik nya. Aini tersenyum manis, seakan tidak merasa bersalah sedikit pun telah mengganggu kakak nya itu.
"Kak, aku bosan sekali. Apakah aku bisa masuk?" tanya Aini dengan manja. Rangga ingin menolak, namun Kay menuju pintu dan memperbolehkan Aini untuk masuk ke dalam kamar mereka.
Rangga melirik ke arah Kaynara, menunjuk kan sikap tidak suka. Namun Kay dengan tenang tersenyum kepada suami nya, ia mengangguk seolah meyakinkan suami nya itu. Kini, Rangga hanya bisa pasrah, membuang nafas nya dengan kasar.
"Ayo masuk lah!" dengan perasaan senang, Aini menerobos masuk ke dalam kamar, ia juga menggandeng tangan Kaynara. Seakan itu adalah kamar nya. Meminta Kaynara dan Rangga duduk di dekat nya.
Rangga ingin mengeluh, dan protes kepada sang adik, namun tiba-tiba Aini memasang wajah sedih nya. Mata nya mulai ber-air, Kaynara memegang bahu Aini dan menenangkan nya.
Walau Aini tidak mengatakan apapun, Kay mengerti jika adik ipar nya itu sedih karena Clara akan kembali ke tanah air.
Aini menatap mata Kaynara dengan tatapan sendu, ia langsung memeluk Kaynara. Aini seakan tidak siap jika harus berpisah dari Clara.
Sebagai kakak ipar yang baik, Kay pun mengelus bahu Aini. Ia memberikan pengertian kepada Aini jika Clara pulang juga karena tugas dan tanggung jawab nya.
"Sudah, Sayang. Jangan menangis, Clara kembali ke tanah air bukan karena ingin menjauh, namun ia memiliki tanggung jawab yang harus ia kerjakan. Sebaik nya, kita mendukung keputusan nya."