
"Jangan salah paham Kay! Aku hanya, maksud ku. Aku tidak memiliki perasaan apapun kepadanya, aku tidak mencintainya!""
Kaynara tersenyum "Aku bahkan tidak mengatakan jika kau mencintainya, Ra! Aku hanya mengatakan jika kau mengingat dan merindukannya!"
Clara semakin terjebak dengan jawabannya sendiri "Kau mencintai nya?"
Clara bungkam, ia sendiri tidak mengerti dengan perasaannya, saat dahulu Jo dekat dan melindunginya, Clara selalu bersikap dingin dan galak
Namun mengapa sekarang ia bisa merindukan dan terus mengingat Jo?
Tanpa mendengar jawaban dari Clara, kaynara menuangkan masakan Clara di wadah. "Kau mau kemana Kay?" Clara bertanya, namun temannya hanya diam
Clara mengikuti Kaynara keluar dari apartemen dan melihat ke depan. Mengetuk apartemen orang lain, Clara hanya bisa mengintip dari dalam
Kini ia tahu, jika mereka satu apartemen dengan Jo dan juga Ryan.
Terlihat Jo yang sedang membukakan pintu, Clara semakin bersembunyi ia tidak mau Jo melihat dirinya!
Kaynara langsung memberikan masakan Clara terhadap Jo "Tuan, ini khusus untuk anda!"
Jo mengucapkan terimakasih, Kaynara tersenyum lalu kembali ke apartemennya.
"Kay, apa yang kau lakukan?"
"Aku melakukan yang semestinya aku lakukan, Ra! Jo sangatlah menyukai masakan ini, jadi aku ingin ia merasakan masakan mu kembali. Aku yakin, dia juga merindukan masakan mu!"
Clara tersipu malu, terlihat dari pipinya yang memerah "Kay, kau membuat ku malu! Ak-aku,"
"Sudah lah! Ayo kita makan!"
******
"Makan lah kau sana! Aku sangat mengantuk, Jo!"
Jo pun meninggalkan bosnya itu, ia mencicipi masakan yang Kaynara berikan. Rasa masakan itu tidak asing untuknya, kini ia tahu jika yang memasak bukan lah Kaynara namun Clara!
Jo tersenyum, sudah lama ia tidak memakan masakan Clara dan hari ini Jo diberikan kesempatan untuk menikmati masakan Clara, ia memakannya dengan lahap
Jo merindukan Clara, dengan memakan masakan wanita itu. Kerinduannya sedikit berkurang "Terimakasih nona Kaynara, karena mu aku bisa merasakan masakan wanita yang aku cinta!" Jo bergumam dengan mulutnya yang di penuhi oleh makanan, Jo sangat bersemangat.
"Hey, dari mana ini?" Jo tersedak saat bosnya Ryan bertanya. Ia meneguk segelas air putih yang ada di atas meja "Tuan sudah bangun? Nona Kaynara yang memberikannya tadi. Saya sudah membangunkan Tuan namun Tuan tidak mendengarkan saya, tuan bilang saya makan terlebih dahulu saja!"
Ryan memanas, apalagi ia melihat mangkuk makanan yang tinggal sedikit
"Kau sangat kurang ajar! Berani sekali kau memakan masakan kekasih hatiku! Dan kau meninggalkanku hanya sedikit!"
Ryan merengek kesal seperti anak-anak, ia tidak mengetahui jika yang memasak adalah Clara.
"Jika anda tidak bangun, saya pasti akan menghabiskannya dengan senang hati, Tuan!"
"Brengsek!"
Ryan langsung duduk, melahap semuanya tanpa tersisa. Walau hanya sedikit, setidaknya ia bisa menikmati makanan yang sudah diberikan oleh kaynara, wanita yang ia cintai
"Pasti kaynara memasaknya untuk ku! Dan kau begitu lancang memakannya, akan ku adukan kau kepada Kaynara!" Ryan protes dengan kesal, Jo tertawa "Anda salah tuan! Bukan nona Kaynara yang memasak itu, namun Clara!"
"Apa? Mengapa kau tidak bilang!"
Ryan sengaja ingin mengeluarkan semua yang ada diperutnya namun Jo melarang "Sudah lah Tuan! Lagipula anda sudah memakannya dengan kenyang. Tidak baik, membuang atau memuntahkan makanan dengan sengaja!"