Kaynara

Kaynara
Waktu Kaynara



Kaynara tersenyum miris, ia begitu kasihan pada takdir nya sendiri.


Kay merasa terluka dan hancur namun ia berusaha untuk tenang. Saat ini yang terpenting adalah anak yang ada di kandungan nya.


Lucu nya, mengapa Rangga harus menikahi diri nya jika sekarang Rangga harus menceraikan nya?


Seharusnya Rangga enggak hadir di kehidupan Kaynara, seharusnya Rangga enggak perlu kasian kepada nya.


Kaynara bisa melewati semua itu jika Rangga tidak harus menikah dengan nya.


Sekarang, hidup kaynara lebih menyedihkan dari sebelum nya.


Ia tinggal seorang diri di negara yang begitu asing. Namun ia harus melanjutkan hidup nya.


Kaynara menguatkan diri nya berulangkali.


Ia tau jika ia harus kuat demi sang anak, saat ini anak yang ada di kandungan adalah penguat nya.


Jika bukan anak itu, mungkin kaynara sudah mengakhiri hidup nya sekarang.


******


Di bandara Clara terdiam, ia bingung tidak tau harus apa, Clara juga tidak membenarkan sikap Aini atau Kimmy sahabat nya itu.


"Ai."


Kimmy menatap Clara tajam, ia tidak suka jika Clara memanggil nya dengan sebutan Aini.


"Kimmy, Clara!" sentak nya, Clara pun meminta maaf kepada sahabat nya


"Maaf, Kimmy..Tapi, apa ini semua benar?"


Tanya Clara kepada Kimmy, Kimmy tidak mengerti apa yang Clara katakan.


"Apa maksud mu?"


"Ma-maksud ku, apa benar tindakan mu kepada kaynara? Kimmy, mungkin aku tidak tau apa yang terjadi antara keluarga mu dan keluarga nya. Tapi yang aku tau, kaynara wanita yang baik dan begitu lembut..Mengapa kau membenci nya hanya karena keluarga nya?"


Kimmy terdiam, ia tau jika kaynara tidak salah. Namun, ia tidak bisa menerima kematian kedua orang tua nya karena keluarga Kaynara..


"Ra, mana mungkin bisa aku menerima anak dari keluarga yang membunuh ke dua orang tua ku."


Rangga mendengarkan ucapan adik dan sahabat adik nya itu.


Ia merenung, namun juga tak berdaya.


Rasa dan perasaan campur aduk.


Mengapa harus keluarga Kaynara yang membunuh keluarga nya Rangga. Padahal Rangga begitu mencintai kaynara. Namun, Rangga tidak bisa melupakan sumpah dan juga janji nya.


Mungkin, ia tidak bisa menyakiti Kaynara namun juga tidak bisa bersatu dengan Kaynara.


Kimmy memanggil Rangga namun Rangga tidak mendengar nya.


Clara tau jika hati dan pikiran Rangga sedang berperang.


Karena Clara tau jika Rangga begitu mencintai kaynara, ia juga tau bagaimana besarnya hati Rangga menerima kekurangan kaynara dan menikah dengan nya.


Clara ingin berbicara dengan Rangga namun ia sadar jika ini bukan waktu yang tepat.


Clara tau bagaimana rasa nya di benci karena kesalahan yang tidak pernah ia buat


Seperti Ryan, kakak tiri nya yang membenci Clara karena kesalahan ke dua orang tua nya di masa lalu.


Kimmy mendengarkan musik dari ponsel nya, ia pun bernyanyi dengan perasaan gembira.


Ia senang karena ingatan nya sudah kembali pulih, ia tidak perlu bertanya-tanya lagi dengan masa lalu nya.


Clara menatap Kimmy dengan perasaan sedih.


Ia menginginkan sahabat nya yang dulu, wanita yang rendah hati.


"Aku merindukan Aini ku yang dulu, bukan Kimmy yang sekarang."


Seperti Clara baru mengenal sahabat nya, mengenal orang baru.


Mereka menunggu jam terbang untuk kembali ke Indonesia.


Rangga sedih apakah kaynara bisa menjaga diri nya sendiri di saat kaynara sedang hamil besar apalagi beberapa waktu yang lalu kaynara sering sekali merasakan sakit di perut nya.


******


Ryan meminta Jo untuk mencari keberadaan Jo.


Jo mengatakan bahwa ia mendapatkan informasi jika kaynara masih berada di Paris.


Ryan mengajak Jo untuk kembali ke Paris namun Jo menolak karena alasan kesehatan Ryan.


"Tidak bisa sekarang, Tuan. Saat ini kesehatan anda belum stabil."


Ryan begitu kesal, ia ingin segera mencari kaynara. Apalagi terakhir kali ia mendengar jika kaynara di perkosa oleh beberapa orang.


Ryan merasa khawatir, ia ingin selalu melindungi kaynara.


"Kapan aku bisa sembuh Jo?"


"Setelah dokter mengatakan jika kesehatan Tuan sudah membaik." ujar Jo.


Ryan tidak pernah membantah Jo, karena ia tau apa yang Jo katakan itu semua demi kebaikan nya.


*******


Kaynara perlahan menata rumah, ia ingin membuang semua kenangan nya bersama Rangga dan juga Aini.


Walau sebenarnya itu begitu sulit, bahkan kaynara melepaskan bingkai album Poto mereka bertiga.


Saat ini, kaynara sudah berpisah dengan Rangga.


Ia tidak mau terus larut dalam luka, kaynara tidak menginginkan kebahagiaan lagi, melainkan bisa hidup dengan tenang.


Perut nya terasa sakit, Kay mencoba untuk duduk perlahan..


Ia pun mengambil segelas air putih, meneguk nya perlahan.


Kaynara harus mendengarkan perkataan dokter yang mengatakan jika diri nya tidak boleh terlalu stres atau terlalu lelah.


Kay pun menuju kamar, menunda pekerjaan nya.


Sebelum ke kamar, kaynara membuat susu ibu hamil untuk nya.


"Lebih baik sekarang aku istirahat dulu, aku enggak mau semua ini mengganggu pikiran ku. Kasihan anak ku."


Kaynara membelai perut nya, ia berdoa kepada Tuhan agar terus membuat anak nya sehat.


Kay pun mengambil majalah yang ada di atas meja.


Ia menyenderkan tubuh nya di dinding tempat tidur.


Membaca majalah dengan relax, kaynara sengaja tidak mau terlalu memikirkan masalah itu.


Pikiran yang ia sibuk kan dengan aktifitas-aktifitas lain.


Kaynara tersenyum sendiri membaca majalah yang ia rasa membuat mood nya menjadi baik.


Sambil membaca majalah tersebut ia sambil menikmati segelas susu yang tadi ia buat.


Begitu nikmat dan melegakan sekali.


"Hihihi."


Kaynara tertawa geli membawa majalah yang membuat nya merasa begitu lucu.


Kay meletakkan gelas yang sudah kosong di atas meja, ia pun mengelap bibir atas nya yang basah bekas susu.


Setelah bosan membaca dan perut nya terasa kenyang.


Kaynara pun meletakkan kembali majalah nya di atas meja, ia pun merebahkan tubuh nya.


Memejamkan mata nya, sebelum tidur kaynara berdoa.


Membelai perut nya, seakan mengajak bicara anak nya itu. "Mimpi indah kesayangan mama."


***Walau kaynara hamil hasil dari kecelakaan yang menyebabkan ia di perkosa oleh banyak orang. Namun kaynara tidak pernah membenci anak nya.


Ia menganggap jika kehamilan nya sebuah anugerah yang harus ia syukuri, kaynara pun berjanji jika ia akan merawat dan membesarkan anak nya dengan sepenuh hati***.


Kaynara sangat tidak sabar dengan kelahiran anak nya, kelahiran anak nya pasti akan membuat nya tidak merasa kesepian lagi.


Tanpa butuh waktu lama Kaynara tertidur dengan pulas.


Begitu lah ibu hamil, walau ia mengalami masalah jika mood nya begitu bagus ia pasti tidak akan mengingat masalah itu. Namun sebaliknya, jika mood nya sangat kacau hal yang tidak ada pun akan membuat nya menangis.