Kaynara

Kaynara
Kabar duka



Keesokan pagi nya, Kay terbangun melihat suami di samping. Diri nya pun tersenyum jika mengingat kejadian tadi malam


Bodoh nya aku! mana ada hantu, dan lihat lah dia! dia memanfaat kan kepolosan ku. ~ batin Kay


Kay terus saja memandangi suami nya yang tertidur dengan pulas. Perlahan Rangga membuka kedua mata nya.


"Kau sudah bangun." ucap Rangga dengan suara khas orang bangun tidur.


"Sudah. Aku akan bersiap dulu." ujar Kaynara. Rangga pun mengangguk setuju. Tak lama kemudian, ponsel milik Kaynara berbunyi. Rangga menoleh ke arah ponsel isteri nya dengan penuh curiga.


"Siapa?"


"Nggak tahu, aku akan melihat nya." Kay pun terduduk, mengambil ponsel di meja dekat diri nya.


"Kak Arvan."


"Angkat lah, siapa tahu ada hal yang sangat penting."


"Baik lah." Kaynara pun mengangkat telepon dari kakak ipar nya, setelah menerima telepon dari Arvan. Wajah Kay berubah menjadi diam membisu


"Ada apa, Kay?"


"Tante Elsa, mama nya kak Caca meninggal."


"Bagaimana bisa?"


"Ada yang membunuh nya."


"Membunuh? siapa yang mencoba membunuh nya?"


"Tidak bisa, sayang. Apalagi di masa sekarang. Begitu banyak virus yang sedang menghantui beberapa negeri ini. Untuk saat ini, kita tidak bisa kemana-mana."


Kay pun membuang nafas nya dengan kasar.


*Wanita yang sudah menghancur kan kehidupan ku dan keluarga ku saat ini sudah tewas, tapi mengapa aku merasa sangat sedih? seharus nya aku lega bukan? tanpa harus membalas dendam tapi rasa sakit ku terbayar kan. Tapi, kenapa aku tidak bisa senang? kenapa hati ku terasa sangat sakit? ~ gumam Kaynara.


Jika wanita itu sudah meninggal, arti nya Kaynara akan baik-baik saja. Aku tak harus khawatir lagi. Ryan pasti tidak akan mencari nya, karena atasan nya sudah tiada. Terimakasih, Tuhan. Akhir nya, aku bernafas dengan lega ~ Rangga*


pasangan suami isteri itu larut dalam pikiran mereka masing-masing. Rangga pun bangkit, duduk di samping isteri nya.


"Ada apa?" tanya Rangga


"Aku juga tak mengerti, mengapa aku merasa sedih. Padahal, wanita itu sudah membunuh keluarga ku juga sudah menghancur kan kehidupan ku. Bukan kah seharus nya aku bahagia? tapi, kenapa dada ku terasa sangat sesak?"


"Karena isteri ku adalah wanita berhati malaikat, isteri ku bukan lah seorang yang pendendam. Aku tahu, kau merasa sakit tapi itu tak membuat mu menaruh dendam pada nya. Kau berhati malaikat, Kay. Sebab itu aku mencintai mu."


Pasti kakak merasa sangat hancur, bagaimana pun itu adalah ibu kandung nya. Aku juga pernah merasa kan hal yang sama ~ batin Kaynara.


Mata Kaynara berkaca-kaca. Ia memikir kan bagaimana Caca di sana menghadapi ini semua. Rangga mencoba menghibur isteri nya dengan pelukan dan kecupan lembut.


"Sudah, ya. Jangan menangis, aku tak bisa melihat mu menangis atau pun bersedih. Doa kan saja, agar jiwa nya tenang di sana. Sudah hapus air mata mu. Nanti, jika menangis atau bersedih terus. Cantik isteri ku akan memudar." Perlahan Kay pun tersenyum, walau hanya sebentar. Setelah itu ia kembali merenung. Rangga tetap memeluk Kay dengan penuh kelembutan dan kasih sayang agar Kay sedikit merasa kan ketenangan