Kaynara

Kaynara
Merindukan Kaynara!



Ryan mengalah, ia pun akhirnya mau makan bersama dengan Clara. Tentu saja hal itu membuat Kaynara tersenyum bahagia "Terimakasih!"


Ryan mengangguk, keduanya segera masuk. Terlihat suasana menjadi tegang, Kaynara berusaha mencairkan suasana


"Hari ini, aku memasak makanan kesukaan mu, Ryan!"


Ryan tersenyum senang, bagaimana bisa Kaynara mengetahui makanan kesukaannya? "Ini semua karena Clara yang memberitahu ku. Sebab itu aku mengetahuinya!" Kaynara tersenyum lebar. Jauh berbeda dengan ketiga orang yang ada di hadapan nya.


Kaynara tahu, itu tidak mudah baginya menyatukan Clara dan Ryan. Namun ia akan berusaha, sampai keduanya menyatu. Kaynara hanya ingin membalas kebaikan Ryan dan juga Clara..


Ryan memakan makanan itu tanpa memandang atau melihat kearah Clara, jika ia melihat wajah adik tirinya itu. Maka Ryan akan kehilangan selera makannya "Masakan mu sungguh lezat, Kay!" Ryan memuji masakan Kaynara. "Hem, mantan suamiku yang mengajari aku memasak. Dulu, sebelum menikah aku juga tidak bisa memasak!"


Terlihat Kaynara sangat murung, jika mengingat tentang kenangannya dengan Rangga. Hatinya masih suka sedih "Maafkan aku! Tidak seharusnya aku mengingatkan mu kepadanya!" Ryan merasa bersalah namun Kaynara mengatakan agar Ryan tidak perlu khawatir.


"Ini bukan kesalahanmu, dan aku tidak keberatan dengan itu semua."


Clara mengelus bahu Kaynara, seakan memberikan kekuatan. Ryan memalingkan wajahnya saat melihat tangan Clara, kaynara melirik sedikit kearah Ryan lalu menunduk.


"Sebegitu benci kah Ryan kepada adiknya sendiri? Jangankan melihat wajahnya, bahkan melihat tangannya saja ia tidak Sudi."


Kaynara merasa heran dan bingung, mengapa ada saudara yang memperlakukan saudaranya seperti itu?


Setelah selesai makan malam, Ryan dan Jo berpamitan pulang kepada Kaynara. Namun keduanya mengabaikan Clara, Jo hanya bisa menatap Clara dengan tatapan yang begitu penuh makna.


Kaynara melihat tatapan kasih sayang yang diberikan oleh Jo. Apakah pria itu memiliki perasaan untuk Clara?


Ryan mengajak anak buahnya untuk segera kembali ke apartemen mereka, "Terimakasih kalian sudah mau makan malam dirumah ku!"


"Sama-sama, mungkin lebih baik. Kita berdua saja atau bertiga dengan Jo!" Ryan mengatakan itu seakan mengatakan jika dirinya tidak suka dengan keberadaan Clara.


"Clara akan tinggal bersamaku, jika anda keberatan. Mungkin kamu akan makan malam bertiga dengan tuan Jo saja!"


Ryan terdiam mendengar ucapan Kaynara, entah mengapa ia tidak bisa membantah. Ia pun segera pulang


Jo mengangguk kepada Kaynara seakan mengatakan akan pulang. Jo menatap Clara yang juga melihat kearahnya, lalu ia pergi tanpa mengatakan apapun.


Clara merindukan Jo yang selalu perhatian kepadanya, memang awalnya Clara selalu bersikap judes dengan Jo. Namun ia merasa sedih saat Jo tidak memperdulikan keberadaannya.


"Apakah kamu juga dekat dengan Tuan Jo?" Kaynara bertanya, saat hanya ada mereka. Clara mengangguk.


"Kakakku sempat kecelakaan dan juga koma beberapa hari, semenjak itu aku dan Jo lebih dekat. Namun saat kakakku sudah sadar, sikapnya berubah kepadaku, bahkan mengabaikan ku. Semua pertemanan kami juga ia blokir! Aku enggak tahu di mana kesalahan aku."


Clara tahu, jika Jo menjauhinya itu karena Ryan.


"Sudah lah, aku tidak mau memikirkan apapun lagi, Kay. Lalu mengapa kau mengajaknya makan bersama ku? Maksud ku, dia pasti merasa tidak nyaman jika ada aku. Jika kalian sudah janjian untuk makan malam bersama, aku bisa menunggu di kamar saja. Aku bisa makan setelah kalian selesai!"


"Tidak! Kau ini tamuku, bagaimana bisa aku memperlakukan mu seperti itu? Dan aku mengundang mereka untuk makan malam, agar kau bisa lebih dekat dengan kakakmu, Ra! Aku akan berusaha mempersatukan kalian!"


Clara menggeleng, ia tahu jika itu semua akan sia-sia, wanita itu juga tidak mau mem-perlibatkan Kaynara dan masalahnya."


Ia tahu, jika kakaknya sangat tempramental. Clara tidak mau jika Kaynara akan dikasarin oleh kakaknya.


Clara tidak mengetahui, jika Ryan menaruh hati kepada Kaynara dan kakaknya tidak akan bisa memperlakukan Kaynara dengan kasar.


********


Rangga merenung, menjaga Kimmy. Ingin sekali rasanya ia menemui Kaynara namun ia tahu jika surat perceraian itu sudah sampai di kaynara.


Mereka sudah resmi bercerai, mengapa semuanya seperti ini? "Kak, jangan merenung. Kakak tenang saja, Kimmy akan memperkenalkan kakak dengan teman-teman Kimmy. Mereka itu cantik dan juga baik, bahkan jika perlu. Kimmy akan meminta Clara menikah dengan kakak! Kimmy yakin, Clara akan menuruti permintaan Kimmy. Clara itu sangat menyayangi Kimmy!"


Rangga tidak berkomentar apapun, ia langsung pergi meninggalkan adiknya seorang diri.


"Kak, Kimmy belum selesai bicara!" Kimmy mendekati kakaknya seolah protes.


Rangga menatap adiknya, membelai rambut Kimmy dengan lembut "Kakak sangat menyayangi kamu, kakak juga rela berpisah dengannya demi kebahagiaan kamu. Tapi kakak mohon, jangan pernah meminta kakak untuk menikah lagi. Sampai kapan pun, kakak akan tetap mencintai Kaynara. Dan hanya Kaynara yang akan menjadi istri kakak, tidak siapapun!"


Kimmy mengepalkan kedua tangannya dengan kesal, mengapa Rangga hanya memikirkan tentang Kaynara saja. Walau keduanya sudah bercerai. Mengapa Rangga masih memikirkan tentang Kaynara?


"Kakak masih muda, kakak harus melanjutkan kehidupan kakak! Mengapa kakak terus memikirkannya?"


Rangga menatap adiknya dengan penuh kasih sayang "Daripada memikirkan tentang kebahagiaan dan masa depan kakak. Lebih baik kebahagiaan kamu, kamu harus menjadi pendamping hidup dengan segera. Hanya itu yang kakak ingin kan, melihat adik kedayangku menikah dengan lelaki pilihannya."


Kimmy terdiam, sejauh ini. Ia tidak pernah memikirkan pendamping hidup, selama ini ia hanya fokus dengan ingatannya yang hilang.


Tidak ada waktu memikirkan pendamping hidup "Bagaimana bisa aku menemukan pendamping hidup kak, sedangkan dahulu saja aku enggak ingat siapa diriku sendiri!"


Rangga memahami perasaan adiknya "Dan sekarang, ingatanmu sudah kembali pulih. Kamu udah bisa mencari pendamping hidup pilihanmu sendiri, kakak ingin melihat kamu bahagia. Memiliki keluarga dan anak!"


"Apa kakak tidak ingin aku terus bersama kakak?" Kimmy cemberut, Rangga mengelus pipi sang adik dengan lembut "Bukan begitu, hanya saja. Kakak akan semakin bahagia jika melihat adik kesayangan kakak sudah memiliki keluarga kecil. Kakak ingin memiliki keponakan yang sangat gemas!"


Kimmy menangis terharu, ia juga ingin melihat kakaknya bahagia dan memiliki keluarga kecil yang sempurna. Namun tidak bersama dengan Kaynara!