Kaynara

Kaynara
Ingin Bertemu



Mengapa cinta begitu rumit? Bukan kah cinta yang akan menguatkan dua insan? Namun mengapa cinta membuat orang menjadi lemah?


Mengapa aku menyesali keputusan ku? Seharusnya aku bisa bersikap biasa aja~ gumam kaynara.


Ia melihat Clara yang pulang dengan wajah kesal "Ra, udah pulang?" Clara melihat ke arah Kay "Udah, kamu tumben cepat pulang?"


"Iya, Ryan tidak ingin bertemu dengan ku. Mungkin dia merasa sakit hati karena aku menolak lamarannya,"


Huft! Mengapa ke dua pria itu menyebalkan? Bos dan anak buah sama aja! ~ Clara menggerutu, mengapa Ryan dan Jo begitu menyebalkan?


"Ada apa? Kenapa kamu terlihat sangat kesal Clara?" Kaynara bertanya kepada sahabatnya. Ia pun mengungkapkan segala kekesalannya


"Mereka berdua tidak ada bedanya, sama-sama menyebalkan!"


"Memang tuan Jo mengatakan apa kepada mu?"


"Apa kau tahu Kay? Dia merasa seperti aku begitu mencintainya dan ingin selalu melihat wajahnya. Jika bukan karena kamu yang meminta ku memberikan cupcake itu kepadanya, sungguh! Aku tidak akan Sudi menemui orang angkuh sepertinya!"


Kaynara merasa geli mendengar Clara yang terlihat sangat kesal "Kenapa kamu terlihat sangat kesal clara? Bukan kah mereka selalu dingin kepada siapapun?""


"Tidak Kay! Kau tidak tahu, Jo tidak begitu dulunya. Bahkan aku risih saat dia selalu mendekati ku, dia selalu sok kenal dan perhatian dengan ku. Sekarang, saat aku mulai," ucapan Clara terhenti, kaynara pun mendekati temannya itu


"Mulai apa? Mulai menyukainya?"


Kaynara menahan tawanya "Tidak begitu maksudnya Kay! Mengapa kau menyebalkan seperti mereka? Sudah lah, aku ingin ke dalam saja,"


Saat Clara pergi, kaynara kembali merenung. Mengapa dia pandai sekali mengganggu Clara padahal dia sendiri tidak tahu tentang perasaannya sendiri. Dia sendiri tidak mengerti bagaimana perasaannya dengan Ryan?


Jika memang dia tidak mencintai lelaki itu, mengapa ia merasa sedih dan gelisah saat lelaki itu tidak mau bertemu dengannya? Mengapa ia harus menangis?


Namun jika ia mencintai Ryan, mengapa ia menolak lelaki yang jelas-jelas selalu menjaga dan melindunginya?


Entah lah! Perasaan dan cinta begitu rumit baginya, Kaynara tidak memikirkan hal itu lagi, ia akan mengikuti takdir hidupnya.


Jika memang Ryan di takdirkan untuknya, ia yakin jika ia dan Ryan akan bersama, namun jika Ryan hanyalah seseorang yang datang tanpa harus menetap ia juga harus bisa menerima segalanya..


Karena sekuat apapun ia menggenggam, jika itu bukan di takdirkan untuknya maka akan pergi dengan sendirinya.


**********


"Jo, aku ingin segera sembuh Jo. Aku ingin menemui Kaynara ku, aku merindukan kaynara Jo! Mengapa kau melarang ku untuk keluar Jo?"


Jo menggelengkan kepalanya, mengapa bosnya itu plin-plan padahal sebelumnya Ryan sendiri yang mengatakan jika ia tidak mau bertemu dengan Kaynara dalam keadaan sakit, dia tidak mau wanitanya merasa khawatir namun sekarang. Ryan justru menyalahkan dirinya "Terserah anda saja tuan, saya berharap anda tidak akan gila hanya karena sebuah perasaan kepada wanita!" Batinnya.


Tentu saja Jo tidak mengatakannya dengan langsung, bukannya ia takut namun Jo lebih baik menghindari kemarahan bosnya daripada harus mencari masalah kepada Ryan.


"Jo, kapan aku bertemu dengannya?" Baru beberapa saat saja ia tidak bertemu dengan Kaynara, dirinya sudah merasa gelisah