
Aini sangat malu karena tidak memakai alas kaki. Menyesal sekali telah bertemu dengan pria yang sangat menyebalkan
Orang-orang tertawa melihat Aini yang tidak menggunakan alas kaki. Ingin rasanya ia berteriak, meminta pertolongan kepada kakak dan kakak ipar nya. Namun, pasti ia akan di tertawa kan oleh kembali orang-orang sekitar nya.
Aini hanya bisa pasrah kembali ke apartemen nya tanpa alas kaki, ia menutup kuping nya saat orang-orang menceritakan nya dari belakang dan menertawakan nya.
Akhir nya Aini sampai ke apartemen, ia membuka kulkas mengambil air dingin untuk di minum..
Aini berharap agar tidak ada pertemuan ke dua lagi dengan pria menyebalkan itu, baru pertama jumpa sudah sial bagi nya.
Kaynara menghampiri adik ipar nya yang terlihat sangat kesal
"Hey, kenapa?" tanya Kaynara mendekati Aini, ia pun memegang bahu Aini.
Aini mengutarakan kekesalan nya kepada pria asing itu.
"Kay aku hari ini bertemu dengan pria yang menyebalkan, dia membuang sepatu ku. Dan aku berjalan tanpa alas kaki."
Kaynara tertawa, ia melihat kekesalan di wajah adik ipar nya itu. Menurut kan cerita Aini sangat lucu
"Apa kau mengetahui nama nya?"
"Ya tidak! Aku juga tidak peduli, aku sangat membenci nya walau baru pertama berjumpa."
Aini memonyongkan wajah nya ke depan.
"Aku tidak ingin mengganggu mu, apalagi kemarin perut mu sakit. Dan aku juga sudah dewasa, Kay. Aku ingin mencari ketenangan."
"Iya, aku mengerti Aini. Tapi, di negara orang ini tidak baik bagi mu pergi sendirian. Untung saja kau bertemu dengan orang baik, bagaimana jika bertemu dengan orang jahat?"
"Dia juga jahat tau, Kay!"
"Iya deh jahat, tapi enggak terlalu jahat Aini. Ada baik nya,"
"Mana ada orang jahat ada baik nya? Kamu ini."
Aini menyender di bahu Kaynara dengan manja, ia masih cemberut. Kaynara mengelus kepala Aini dengan lembut. Begitu senang nya Kaynara karena sifat Aini sudah kembali manja seperti biasa nya.
"Kay aku ingin sekali mengingat masa lalu ku. Masa kecil ku, aku merasa sangat tidak berguna hidup seperti ini."
"Jangan mengatakan hal itu Aini, percaya lah kau akan mengingat semua nya di masa lalu mu. Jangan sedih dan jangan terlalu memaksa kan sesuatu secara berlebihan. Aku ingin kau mengingat semua nya namun tidak dengan membuat diri mu sakit. Aini, aku tidak mau kamu merasa kesakitan seperti kemarin karena mencoba mengingat masa lalu mu. Aku memang tidak tau bagaimana masa lalu mu, namun aku percaya jika masa lalu mu itu indah. Bersama keluarga dan juga Rangga. Bersalah lah Aini, semua akan membaik. Kau akan mengingat semua nya tanpa rasa sakit tapi tolong bersabar lah!" Kaynara menjelaskan kepada Aini dengan lembut, membelai rambut Aini. Aini mengangguk, berharap agar ingatan nya segera pulih.
Aini merasa seperti orang yang tidak mempunyai kehidupan, jika dia mengingat semua nya Aini akan sangat bahagia bersama Kaynara dan Rangga.
Kaynara berharap yang terbaik untuk sahabat sekaligus adik ipar nya itu.
Rangga melihat kedekatan adik dan istri nya dari jauh. Hatinya merasa sangat bahagia, ke dua nya begitu dekat. Ia mengingat beberapa waktu yang lalu ke dua nya begitu renggang membuat hati Rangga sangat sakit.