Kaynara

Kaynara
Merasa Bingung



Kaynara menoleh ke arah Ryan "Mengapa kamu melamun?" Kaynara bertanya kepada temannya itu. Ryan menggelengkan kepalanya "Tidak apa-apa! Sudah lah, jangan bersedih lagi. Namun jika kau bersih keras maka bersedih lah sepuasnya, Kay! Agar hati mu tenang!"


Ryan melihat rambut kaynara yang berantakan, namun ia tak berani menyentuh Kaynara. Ia pun sangat menghormati Kaynara!


"Apakah aku tidak boleh bahagia ya?" Kaynara bertanya kepada Ryan "Kau akan bahagia jika bersama ku!"


"Sudah lah! Jangan memberikan harapan kepada ku, dulu aku sudah terlalu tenggelam dengan harapan-harapan yang di berikan oleh orang lain. Biarkan aku sendirian dengan penderitaan ini,"


"Tapi kau pantas bahagia, Kay!" Kaynara tersenyum "Terimakasih, kau sudah banyak membantu aku padahal kita baru kenal,"


Tidak, Kay! Kita sudah lama kenal, aku sudah lama mengenal dan mengagumi sejak lama, Kay! ~batin Ryan


Walau ia sudah tahu, siapa Kaynara namun ia tidak memperdulikan itu. Ia menepis rasa dendamnya kepada keluarga yang sudah membunuh papanya


"Kau terlalu berharga untukku, Kay!" Gumam Ryan dengan lembut, Kaynara mendengar apa yang Ryan katakan "Apa kata mu?"


"Tidak! Aku tidak mengatakan apapun,"


Ah sudah lah, mungkin aku yang terlalu merasa ~batin Kaynara


"Kay, mari makan bersama!"


Kaynara ingin namun di luar sangat dingin "Bagaimana jika makan di rumah? Aku yang akan memasak untuk mu, tapi. Kita akan makan bersama dengan Clara, bukan hanya Clara namun dengan tuan Jo!"


"ha? Apa harus dengan mereka? Lebih baik kita berdua saja!"


"Jika kau tidak ingin ya sudah tidak usah sama sekali!"


Ah mengapa kau mengancam aku seperti ini, Kay? Kau tahu, jika aku lemah terhadapmu? ~batinnya lagi


"Bagaimana?"


"Baik lah!"


Kaynara tersenyum dengan senang, menunjukkan giginya yang putih dan rapih "Ayo!"


"Kemana?" Ia bertanya sambil mengerutkan dahinya, Ryan masih bingung dengan sikap Kaynara


"Aku juga?"


Kaynara mengangguk "Iya, Kita berdua akan memasak. Dan Clara dan Jo akan menghabiskan waktu berdua,"


"Tidak! Enak saja, kita yang capek memasak sedangkan mereka berpacaran!" Ryan terlihat ngambek


"Ya sudah, biar aku dan tuan Jo yang memasak berdua. Kau dan Clara duduk manis saja,"


"Aku tidak ingin, Kay! Mengapa kau ingin sekali mendekati aku dengan dia?"


"Bukan aku, namun kau harus membuat pilihan!"


Daripada harus berdua dengan Clara, lebih baik Ryan memilih memasak bersama Kaynara.


Lagipula, bersama dengan wanita yang ia cintai tak akan buruk. Akan ada momen tersendiri untuk mereka


"Kita mau masak apa?" Ryan bertanya, kaynara masih berpikir sejenak.


"Sebentar, aku mau lihat stok yang ada di kulkas. Karena tidak mungkin untuk kita keluar!"


"Kan ada Supermarket di bawah, Kay!"


Kaynara menggeleng "Tidak! Supermarket sangat mahal, dan kwalitas barangnya juga tidak baik. Lebih baik, kita menghabiskan stok yang ada di kulkas ku. Masih banyak kok!"


"Ya sudah! Terserah mu saja, namun jika kau ingin aku akan memerintahkan Jo untuk berbelanja keperluan yang kau ingin, Kay!"


"Tidak perlu! Kasihan dia, di luar sangat dingin. Sudah lah! Ayo!"


Kaynara menggenggam tangan Ryan yang membuat lelaki itu salah tingkah, jantungnya berdegup sangat kencang


Apakah ini nyata? Bahkan berulang kali Ryan menampar pipinya dengan tangan sebelah. Kaynara mengerutkan dahinya, bingung dengan apa yang di lakukan lelaki itu "Kau sedang apa?" Kaynara yang sadar langsung melepas kan genggamannya dari Ryan


"Maaf! Aku tidak sengaja,"