Kaynara

Kaynara
Kejadian Buruk



Aini mengangguk dan tersenyum, sebenarnya ia juga tidak membenci Kaynara namun entah mengapa beberapa hari ini ia seperti malas untuk berbicara atau pun dekat.


Aini mengatakan ke Rangga dan Kay mau masuk ke dalam kamar, karena ia ingin beristirahat. Kay dan Rangga juga mengiyakan ucapan Aini, Kay juga tidak marah kepada adik ipar nya. Mungkin hormon hamil membuat nya lebih sensitif.


Kay melihat tatapan malas Aini kepada nya, Kay tak mau terlalu larut masalah yang sebenarnya tidak ada.


"Aini, kalau aku salah maafin aku ya." Aini pun menghentikan langkah nya, ia mengatakan jika mereka juga tidak ada masalah.


"Enggak apa-apa kok, Kay. Aku juga enggak merasa kita punya masalah. Ya walau kamu beranggapan seperti itu." ujar Aini dengan ketus, Aini juga menyayangi Kay. Tapi iya juga tidak mengerti dengan diri nya sendiri.


"Iya kalian memang tidak ada masalah, mungkin juga salah paham. Namun meminta maaf kan bukan berarti kita salah." ujar Rangga yang seakan memberikan sindiran kepada adik nya. Ia juga tidak mengerti mengapa Aini bersikap dingin dengan istri nya namun Rangga tidak mau membuat adik nya sedih.


"Aku juga minta maaf ya, Kay. Karena keteledoran aku, kakak ku jadi tidak bisa memakan masakan mu. Dan pasti kau marah kepada ku." ujar Aini dengan tulus, karena Aini memang anak yang baik.


Kaynara tersenyum, mendekati adik ipar nya.


"Kau tidak salah, Aku menyayangi mu." ujar Kay yang memeluk Aini, Aini membalas pelukan Kay dan tersenyum..


Begitu bahagia nya Rangga, melihat dua wanita yang berarti di hidup nya kembali bersatu tanpa ada nya perselisihan.


Perselisihan di antara ipar itu adalah hal yang wajar menurut Rangga, jika tidak ada masalah di Antara kedua nya juga tidak akan baik. Namun Rangga berharap jika perselisihan adik dan istri nya tidak membuat ke dua nya menjadi pecah belah.


Kay dan Aini saling melepaskan pelukan satu sama lain, kini Aini kembali berpamitan untuk ke kamar. Kay mengangguk, Aini langsung pergi meninggalkan ke dua nya di ruang makan.


Rangga dan Kaynara pun menghabiskan waktu berdua untuk sarapan, Rangga menyuapi Kay dengan penuh mesra. Tentu saja membuat Kaynara merasa bahagia, ia pun tersenyum kepada sang suami.


*Entah berapa kali Kaynara mengucapkan kata syukur kepada Tuhan karena sudah mengirimkan Rangga untuk nya. Walau Rangga mengetahui semua masa lalu Kay yang sangat menakutkan namun Rangga menerima bahkan memperlakukan Kay seperti ratu.


Bagaimana bisa dua orang asing yang tak pernah mengenal satu sama lain sebelum nya bisa saling jatuh cinta dan menikah*?


Memang benar, mungkin itu rencana yang Tuhan sudah takdir kan untuk nya. Walau ia harus mengalami hal buruk terlebih dahulu.


Kay juga menyuapi Rangga dengan penuh mesra. Ke dua nya saling berdoa agar tetap bersama hingga maut memisahkan.


"Kay, aku sudah memikirkan nama untuk anak kita nanti."


"Nama? Bukan kah terlalu cepat?"


Kaynara tersenyum, ia tak tahu bagaimana nanti ia menghadapi anak yang ada di kandungan nya.


Kaynara berharap, agar Kay bisa menyayangi anak ini tanpa harus mengingat kejadian yang begitu menyakitkan untuk nya.


"Mengapa melamun?" tanya Rangga kepada Kay dengan lembut, Kay menggelengkan kepala nya. Namun Rangga memaksa untuk Kaynara jujur.


"Kay, kita udah saling janji untuk tetap saling terbuka bukan?"


"Hem, aku tidak tahu bagaimana nanti nya. Maksud ku, apakah aku bisa menghadapi anak ini nanti nya? Saat aku melihat wajah nya hadir di dunia ini, apakah aku bisa melupakan kejadian buruk itu?"


Rangga mengerti dengan keadaan Kaynara, ia pun menyemangati Kaynara dan mengatakan jika semua akan baik-baik aja.


"Aku akan di samping mu, sampai kau merasa tenang dan bisa menerima semua nya.. Jangan salah kan anak kita, Kay. Dia tidak bersalah Kay, jangan salah kan anak itu atas apa yang mereka sudah lakukan kepada mu. Dia tidak tahu apa-apa, dia hanya anugerah yang Tuhan berikan untuk kita. Aku mohon, jangan salah kan dia. Jika kau ingin marah, marah lah padaku. Jangan lampiaskan kemarahan mu dulu ke anak kita."


Rangga hanya ingin Kaynara tidak membenci anak nya, Kay pun mengatakan ia juga menyayangi anak ini..Namun, ketika melihat wajah nya apakah Kaynara akan sanggup tanpa harus terbayang kejadian buruk itu.


"Jangan terlalu memikirkan hal yang tidak-tidak, Sayang..Sudah habiskan makanan mu."


Rangga kembali menyuapi Kaynara dengan penuh cinta dan hangat. Kay menyambut suapan-suapan yang di berikan oleh suami nya.


"Sayang, apakah kamu masih marah kepada Kimmy?" tanya Rangga kepada Kaynara, Kay mengatakan jika dia tidak marah kepada adik ipar nya.


"Aku tidak marah kepada nya, hanya saja aku tadi merasa sangat sedih. Kau tahu, bagaimana dekat nya aku dengan nya dulu. Aku begitu senang saat mengetahui dia adalah adik mu. Namun, mengapa saat kita satu rumah. Hubungan kita seakan renggang dan aku kehilangan Aini ku yang dulu." ujar Kay dengan mata yang berkaca-kaca.


"Mungkin, kalian hanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi saja. Maksud ku, kemarin kalian itu hanya sebatas teman dekat dan jarang bertemu. Jadi, tidak terlalu mengenal satu sama lain lebih dalam. Kalau sekarang, kalian satu rumah jadi pasti ada beberapa hal yang sebelum nya kalian tidak tahu menjadi tahu..Seperti kebiasaan buruk." ujar Rangga, Kay pun mengiyakan ucapan Rangga.


"Aku berharap, agar ini menjadi pertama dan terakhir kali nya kalian menghadapi salah paham seperti ini. Sungguh, Sayang. Aku tidak sanggup, jika harus melihat kalian bertengkar, dan aku juga tidak bisa memilih salah satu di antara kalian."


"Maafkan aku, Rangga. Jika aku sudah membuat mu bersedih, dan membuat mu menjadi dilema karena kekanak-kanakan nya sifat ku. Aku berjanji, akan lebih dewasa lagi dalam menyikapi segala hal."


"Jangan merasa bersalah, Kay. Kamu juga enggak salah kok, aku enggak menyalahkan kamu. Tapi aku hanya ingin ke dua wanita yang aku cinta akan selalu baik-baik aja."


"Iya, Sayang. Iya." tanpa aba-aba Kay mencium pipi Rangga, sontak membuat Rangga kaget dan berbunga-bunga. Rangga pun membalas mencium pipi Kaynara. Bahkan, ia mendekati bibir Kay yang merah itu, dengan sangat lembut Rangga ******* bibir Kaynara. Ke dua saling membalas ciuman satu sama lain, seakan dunia hanya milik mereka berdua dan yang lain hanya mengontrak saja.