
Kaynara pun membuatkan kue yang lezat untuk Ryan. Ia berharap, agar sikap lelaki itu tidak akan berubah kepadanya.
"Semoga saja dia suka!" Ujar kaynara sambil sibuk berperang di dapur, ia membuat cupcake itu dengan sepenuh hati
"Wah, harum sekali Kay! Pasti sangat lezat, apakah kau menyisakan sedikit untuk ku?" Clara meledek, kaynara mengatakan jika ia sudah membuatkan cupcake terpisah untuk mereka
"Jangan khawatir, aku sudah membuatkannya untuk mu dan juga untuk Jo. Hanya saja punya Ryan lebih istimewa haha!"
"Wah, sekarang kau sudah pintar ya? Membuat makanan terpisah dan lebih istimewa?" Clara menyenggol bahu kaynara dengan lembut, mengejek temannya itu.
Entah mengapa sekarang keduanya menjadi lebih dekat, dahulu kaynara begitu dekat dengan Aini. Dan sekarang, Aini sudah berubah menjadi Kimmy yang begitu membencinya.
"Ra, aku ingin bertanya bagaimana kabar Kimmy?"
Bagaimana pun ia dah Kimmy pernah bersahabat dan menjadi ipar. Kimmy juga menyayangi dan selalu melindunginya dulu
Clara menggelengkan kepalanya "Aku tidak tahu Kay! Karena sejak kamu kembali ke Indonesia, entah mengapa hati ku menolak untuk membenarkan perlakuannya kepada mu. Sebab itu, aku berusaha menghindar darinya. Bahkan saat dia menghubungi ku, aku tidak mengangkatnya,"
Kaynara menghentikan aktivitasnya, "Kenapa? Apa karena aku?"
Clara menggeleng dengan cepat "Tidak Kay! Ini tidak ada hubungannya dengan mu, aku hanya tidak bisa menerima Kimmy yang sekarang dia jauh berbeda dari Aini yang aku kenal dulu! Aku awalnya memahaminya namun seiring berjalannya waktu aku tidak dapat mengenalinya lagi, Kay. Sungguh, dia jauh dari Aini yang aku kenal. Sekarang ia menjadi wanita egois yang hanya fokus dengan amarah dan dendamnya! Kelembutannya telah hilang hanya karena kemarahan di masa lalu,"
Kaynara dapat memahami semuanya, tidak mudah menjadi Aini. Jika ia di posisi wanita itu mungkin ia juga akan melakukan hal yang sama
"Tapi kamu jangan menjauhinya Ra! Menjadi dia itu tidak mudah, mungkin jika aku di posisinya aku akan melakukan hal yang sama,"
Clara tersenyum menatap kaynara, walau Kimmy sudah menyakitinya dan membuat kaynara menjadi seorang janda namun tidak membuat wanita itu menaruh dendam kepada sahabatnya Kimmy.
"Tidak Kay! Buktinya, Kau juga mengalami hal yang sama dengannya. Keluarga mu di bunuh, bahkan kau juga menjalani kehidupan yang tidak mudah. Namun Kau tidak pernah membenci siapapun, kau tidak marah dengan keadaan!"
"Karena ini semua pantas aku dapatkan, Ra! Aku sudah ikhlas dengan semuanya, agar semua kesalahan keluarga ku bisa di maafkan dan mereka bisa tenang di sana!"
Clara terharu mendengar ucapan Kaynara, jarang ada orang sepertinya yang memiliki hati yang besar
"Kay, hanya sedikit wanita berhati besar seperti mu! Yang memaafkan orang lain tanpa menyalahkan keadaan. Kau bisa berdamai dengan keadaan!"
"Mau bagaimana lagi? Semuanya terjadi begitu cepat, bahkan takdir tidak pernah bertanya apakah aku siap atau tidak! Mereka tidak perduli, aku juga terluka dan menderita Ra! Aku juga marah, tapi lebih tepatnya marah kepada diri ku sendiri. Dan saat aku kehilangan anak aku, aku kehilangan tujuan hidup ku!"
Keduanya mencium aroma gosong "Astaga, cupcake ku!" Kaynara berteriak, ia pun segera mengeluarkan cupcake-nya dari panggangan. Benar saja, cupcake yang ia buat khusus untuk Ryan justru menjadi gosong
"Kay, gosong?" Clara dan Kaynara saling pandang lalu keduanya tertawa. Karena keasyikan curhat mereka pun mengabaikan cupcake itu.
"Haha! Kita terlalu asyik berbicara sehingga cupcake-nya gosong!"
"Iya, Kay! Maafkan aku!" Namun Clara mengatakan itu dengan terkekeh, kaynara tidak marah sedikit pun ia juga ikut tertawa.
Mereka kembali mengulang pembuatan cupcake hingga matang dengan sempurna.
"Selesai!"
Kini bukan hanya Kaynara yang membuat cupcake namun Clara juga membantunya "Aku yakin Ra, Ryan pasti akan senang karena adiknya juga membuat cupcake ini dengan penuh cinta untuk sang kakak!"
"Kak, tapi jangan beritahu dia jika aku juga membuat ini untuknya, kakak ku bisa kehilangan selera makannya Kay!"
Kaynara mengatakan kepada Clara untuk jangan khawatir "Jangan khawatir Ra! Aku akan memberitahunya namun setelah ia selesai menghabiskan cupcake ini,"
Setelah selesai, keduanya pun membersihkan dapur bersama-sama. Clara memakan satu cupcake yang di buat kaynara sebelumnya
"Kay, sungguh buatan mu begitu lezat!"
"Haha, kau hanya mengejek saja Ra! Aku tidak pintar membuatnya, dahulu saat sudah menikah aku pun tidak bisa memasak!"
"Oh iya?" Clara tidak percaya, karena apapun yang kaynara masak selalu saja enak. Itu bukan hanya sebuah pujian semata namun memang kenyataannya
"Iya Ra, aku dulu enggak bisa memasak. Dan yang mengajariku semuanya adalah Rangga dan Kimmy!"
Mengingat Rangga, kaynara kembali sedih. Mungkin memang ia masih memiliki perasaan dengan mantan suaminya "Kay maaf, aku enggak bermaksud membuat kamu sedih dan mengingat masa lalu mu!"
Kaynara pun tersenyum "Tidak apa-apa Clara! Aku tidak sedih, dan memang mereka yang mengajariku. Dan jika bukan kau, suatu saat bahkan ada orang lain yang memuji masakan ku dan mereka akan bertanya, kaynara kau belajar memasak dari siapa? Dan aku pasti akan menyebut nama mereka bukan?"
Clara mengangguk dan apa yang Kaynara katakan itu memang benar
"Ra, aku enggak bisa merubah masa lalu. Bagaimana pun mereka pernah ada di kehidupan aku, dan mereka tidak pernah menyakiti ku. Mereka selalu menyayangi dan menjaga aku, bagaimana aku bisa membenci keduanya? Dan jika mereka memutuskan untuk meninggalkan aku, aku tidak apa-apa. Iya aku sedih, tapi aku tidak marah! Itu hak mereka Ra! Aku bisa apa? Lagipula, ini semua memang kesalahan dari keluarga aku, dan aku sudah menerima semuanya."
"Kay, tapi ini bukan kesalahan kamu. Kenapa kamu harus menanggung semuanya?"
"Aku juga tidak mengerti, tapi satu hal yang aku mengerti, meski berat tapi semuanya akan indah pada waktunya. Masa lalu mengajarkan aku banyak hal, mengajarkan aku untuk bisa menerima tanpa membenci keadaan,"
"Iya, Kay! Aku bangga kepada mu, Kau bisa kuat. Bahkan aku tidak sekuat diri mu!"
"Tidak Ra! Kita semua wanita itu kuat. Aku juga bangga dengan kamu! Kamu bisa kuat sampai saat ini bahkan karena masa lalu mu yang berat kamu bisa menjadi psikiater hebat yang sudah menolong banyak kehidupan, termaksud aku! Kamu berguna untuk semua orang, aku bahkan mendapatkan pelajaran hidup dari kamu!"
"Iya Ra! Kamu juga harus tetap menjalani hidup dan bahagia dengan tuan Jo!"
"Kay! Kenapa dia sih," terlihat Clara yang malu-malu, wajahnya memerah seperti udang rebus
Kaynara terkekeh, walau Clara tidak mengatakan apapun namun ia tahu jika Clara dan Jo saling mencintai satu sama lain
"Sudah lah Ra, aku tahu jika kamu dan Jo saling mencintai!"
"Tidak Kay! Tidak begitu, kamu salah paham!"
"Oh ya? Masa sih aku salah paham?"
"Issss, udah ah aku males ngomong sama kamu!"
Clara yang sudah selesai membersihkan dapur pun memilih menghindar dari Kaynara, namun kaynara tidak langsung menyerah, ia pun mengikuti sahabatnya itu
"Kalau suka bilang aja Ra! Ngapain malu-malu nanti aku rebut loh," ganggu kaynara kembali. Mendengar itu Clara tertawa kencang "Haha itu tidak akan terjadi! Jo tidak akan berani karena Ryan sangat galak. Ia bahkan akan menghabisi nyawa Jo jika itu terjadi haha!"
Mendengar nama Ryan membuat kaynara mengingat penolakan yang ia lakukan sebelumnya.
"Ra, aku harus memberikan ini kepada Ryan. Dan kamu berikan ini kepada Jo!"
"Ke-kenapa aku, Kay? Kenapa enggak sekalian kamu aja yang memberikannya kepada Jo?"
"Tidak! Jika aku memberikan ini kepada Jo maka Ryan akan membunuh kekasih mu haha!" Ledek kaynara kembali, Clara pun menjadi tersipu malu dengan ejekan Kaynara.
Kaynara langsung pergi meninggalkan Clara, ia pun berjalan menuju unit Ryan. Awalnya Kaynara ragu, namun ia harus tetap memberikan itu kepada Ryan.
Tok..! Tok...!
Tak butuh waktu lama, Jo yang membuka pintu "Nona, untuk apa anda datang ke sini?"
Kaynara bingung ingin menjawab apa "Apakah tuan Ryan ada?"
"Maaf Nona namun tuan tidak bisa di ganggu, anda bisa kembali nanti,"
"Aku mohon, biarkan aku bertemu dengannya sebentar saja!"
"Maaf kan saya Nona, namun ini sudah menjadi perintah!"
Kaynara merasa sedih mendengar itu, namun ia juga harus menghormati keputusan Ryan
"Baik lah, tolong berikan ini kepadanya. Jangan di buang ya, aku membuat ini dengan penuh kasih dan ini permintaan maaf ku kepadanya,"
Jo menerima bawaan yang diberikan oleh Kaynara "Terimakasih Nona!"
Setelah memberikan cupcake itu, Kaynara pulang dengan perasaan sedih. Mungkin kah Ryan tidak ingin bertemu dengannya?
Jo masuk ke dalam dan menutup pintu "Huk..! Huk...!" Terdengar suara batuk dari Ryan.
Ia jatuh sakit saat menerima penolakan dari Kaynara. Bukannya ia tidak mau bertemu dengan Kaynara karena ia menolak cintanya namun Ryan tidak ingin Kaynara melihat dirinya yang sakit.
Harus ia yang menjaga wanita itu, bukan sebaliknya "Apa katanya Jo?"
Jo memberikan bungkusan, dan membukanya. Berisi cupcake cokelat yang begitu menggiurkan.
"Nona kaynara membuatkan ini untuk anda, tuan! Dan ia mengatakan itu sebagai permintaan maafnya karena sudah menolak anda!"
Jo menyampaikan apa yang Kaynara katakan, Ryan segera memakan cupcake itu dan ia langsung jatuh cinta kepada cupcake tersebut "Ini lezat sekali Jo!" Ujarnya dengan mulut yang penuh, Jo ingin merasakan cupcake itu namun segera Ryan menepis tangan Jo
"Hey, kau mau apa?"
"Ingin merasakannya, tuan!"
"Enak saja! Tidak boleh! Ini kan dari pujaan hati ku, untuk aku. Kau minta lah sana dengan kekasih hati mu!"
Jo mengerutkan dahinya, tidak mungkin ia meminta kepada Clara karena bosnya akan marah
"Apa yang kau lihat? Sana pergi dan minta buat kan dengan Clara!"
Jo tidak bergeming, namun tak lama ada yang kembali mengetuk pintu apartemen mereka.
"Itu pasti nona Kaynara yang kembali!" Batinnya, Jo dengan sabar bangkit untuk membuka pintu.
Namun ia kaget, karena yang datang adalah Clara. Jo melihat bawaan di tangan Clara, namun ia takut jika Ryan melihat keberadaan Clara dan membuat bosnya merasa emosi
Jo langsung menarik Clara menjauh dari unit mereka