
gemericik suara air hujan yang membasahi sebuah rumah berbahan kayu dan sekitarnya yang berada di kaki gunung.
di dalamnya nampak seorang laki-laki yang duduk di tepi ranjang sambil melihat dinding kayu dengan tatapan kosong,tiba-tiba saja dia mendengar ******* dua orang sejoli yang sedang bermain asmara yang membuyarkan lamunannya.
ahhh....
Seketika laki-laki itu mengepalkan tangannya dan berkata," dasar wanita j***g aku tidak akan sudi menjadi suami mu walau pun taruhannya adalah nyawaku" dadanya bergemuruh dan kepalanya seakan sudah mendidih,seakan dia ingin pergi dari tempat itu,tapi apalah daya semua cara sudah dia coba tapi tetap saja tidak berhasil.
jauh dari kata ramai tempat itu tidak banyak di lalui orang, hanya orang-orang yang berkepentingan khusus yang bisa masuk ke daerah sana.
laki-laki itu menengadahkan kedua tangannya,dia hanya bisa berdoa agar bisa keluar dari tempat itu,setiap hari dia menangisi nasibnya,rindu akan Istri dan Anaknya tapi sayang dia benar-benar tidak berdaya.
"Humaira... Dzakir...Abi rindu..." ucapnya sambil terisak.
ya dia adalah Fariq,yang selama ini menghilang dengan misterius,dugaan mereka benar kalo Fariq memang disekap oleh seseorang di sebuah rumah yang jauh dari keramaian.
sedangkan di kamar sebelah terlihat dua orang anak manusia yang sudah mengakhiri penyatuan yang sangat panas di udara yang sangat dingin.
"ah...makasih baby"ucap seorang lelaki yang menyudahi kegiatannya.
"kamu memang sudah gila...bisa-bisanya kau menginginkan hal semacam ini,apa lagi Fariq juga berada di sini" ucap seorang wanita.
" masa bodoh...yang penting aku dan kamu menyukainya iya kan sayang..." goda laki-laki itu.
" jangan menggoda,aku sudah lelah...aku sudah menyerah..." ucap wanita itu.
"apa kau akan mengingkari janjimu?ingat jangan coba-coba pergi dari ku,ingat perjanjian itu".
wanita itu tidak bergeming,dia malah memilih beranjak dari tidurnya dan memakai pakaiannya kembali,"andai saja bukan karena Fariq aku tidak ingin membuat perjanjian dengan si gobang" ucapnya dalam hati.
"Ratna ..ayo lah kenapa kau memakainya lagi aku mash ingin".
ternyata mereka adalah gobang dan Ratna,memang betul mereka berdua dalang di balik semua ini.
satu bulan yang lalu,Ratna sudah kehabisan cara untuk mendapatkan Fariq,setelah dia keluar dari rumah Fariq,dia mencoba menemui Fariq menjelaskan karena sikapnya dan meminta maaf,namun Fariq tidak menghiraukannya.
dan sampai pada akhirnya dia memilih menculik Fariq dengan bantuan gobang, dan Gobang pun tidak ingin pekerjaannya sia-sia dia membuat perjanjian kalo selama 3 bulan berturut-turut Ratna harus melayaninya setiap hari,tidak ingin kehilangan Fariq,Ratna pun menyutujuinya karena baginya 3 bulan waktu terakhir pengorbanannya untuk mendapatkan Fariq.
"baik lah tapi jangan disini,kita lakukan di tempat lain" ucap Ratna.
Gobang pun tertawa " ha...ha..."
"apa yang kamu tertawa kan?" tanya Ratna.
"aku merasakan juga tubuh mu itu,makannya jadi orang jangan angkuh akhirnya kau tunduk juga padaku" jawab Gobang.
Ratna mendengus kesal,apa yang dikatakan Gobang memang benar adanya,dia memang tidak menyukai kalo Gobang merayunya tapi demi Fariq,apa pun akan dia lakukan.
tiba-tiba suara seseorang sedang memanggil dari belakang pintu,"bos..."
Gobang pun langsung membuka pintu lalu bertanya,"ada apa?"
"begini bos...saya mau pergi dulu sebentar tapi orang yang di sebelah belum di kasih nasi" ucap seorang lelaki bertubuh kekar.
"kenapa?" tanya Gobang.
"karena dari kemarin dia tidak memakannya"
"baiklah biar wanitaku yang mengurusnya,sebaiknya kamu pergi tapi ingat secepatnya kesini lagi,karena aku masih ada urusan"
"siap bos..." lelaki itu pun pergi,Ratna yang melihatnya langsung menghampiri.
"lelakimu itu tidak mau makan" jawab Gobang sambil masuk lagi kedalam kamar.
Ratna termenung,akhirnya dia mencoba menemui Fariq di bantu penjaga yang lainnya.
saat pintu di buka,terlihat Fariq yang sedang melakukan ibadah solat,Ratna pun tidak mau mengganggu akhirnya dia menunggu sambil duduk di tepi ranjang.
Ratna melihat punggung lelaki idamannya itu,berharap kali ini Fariq bisa menerimanya.
setelah Fariq selesai sholat,Ratna menghampirinya dan memeluknya dari belakang,seketika tangan Fariq pun melepaskannya dengan kasar sampai Ratna jatuh ke lantai.
"nona..." ucap penjaga itu sambil membantu Ratna berdiri.
"apa kau ingin aku hajar..." ucap penjaga yang bersama Ratna sambil siap-siap menghajar Fariq,namun Ratna mencegahnya,"jangan...." ucap Ratna.
"aku tidak mau dia terluka sedikitpun,jadi kalian jangan pernah melukainya" ucap Ratna.
"kenapa...biarkan saja mereka menghajar ku,bukan kah ini yang kau ingin kan hah..." ucap Fariq kesal.
"bukan itu maksudku,aku hanya ingin yang terbaik untuk kita" ujar Ratna.
"apa...ingin terbaik untuk kita...jangan mimpi sampai kapan pun aku tidak akan pernah menjadi milikmu,sebaiknya aku mati saja" tutur Fariq yang menusuk jantung Ratna,karena dia selalu ditolak mentah-mentah.
"kalo kamu bisa menerima ku dan menikah dengan ku,semuanya akan membaik dan ingat tawaranku,aku rela menjadi istri keduamu" ucap Ratna meyakinkan Fariq.
"cih...siapa yang mau dengan wanita kotor seperti mu,yang bisa bercinta dengan sembarang orang" ujar Fariq.
Ratna pun mengepalkan tangannya dia kesal dengan ucapan Fariq yang tak pernah lembut terhadapnya.
"bisa kah kamu memberikan sedikit simpati terhadapku?"
Fariq menjawab,"tidak akan pernah"
"andai kamu tahu,apa yang aku lakukan semua ini,semata-mata inginkan kamu" lirih Ratna.
Fariq pun memutarkan bola matanya,seakan-akan itu sudah sering menjadi dalihnya.
Gobang yang menyaksikannya pun tersenyum kecil,"dasar wanita berambisi sudah tau dia tidak mau,malah dipaksa untuk mau" gumam Gobang.
"Fariq...apa aku harus memohon padamu?" tanya Ratna.
"aku sudah berapa kali menjelaskan padamu,kenapa kamu selalu memaksa" jawab Fariq.
"karena aku sudah di buta kan oleh cinta " ucap Ratna.
Gobang bertepuk tangan sambil menghampiri mereka berdua dan memberi kode pada penjaga untuk mengikat tangan Fariq,setelah tangan Fariq sudah benar-benar terikat,Gobang menyuruh anak buahnya keluar.
Ratna yang masih bingung dengan sikap Gobang lalu dia bertanya,"apa yang akan kamu lakukan?"
Gobang menjawab, "sepertinya ada yang harus aku lakukan" Gobang menyeringai licik.
"apa maksud mu,lepaskan dia" ucap Ratna.
Gobang mencekal tangan Ratna,"aku tidak akan melepaskannya,aku hanya ingin dia melihatmu kesakitan" bisik Gobang lalu menjambak rambut Ratna,"aw..." dia meringis kesakitan,Fariq yang melihatnya pun membulatkan matanya.
Ratna menggelengkan kepalanya dan menatap Gobang dengan tatapan memohon.
bersambung....