
maira sudah sadar dari pingsannya,disana sudah ada papah ikbal,fariq dan sandi mereka sedang membahas kejadian yang menimpa maira.
"kita tidak boleh tinggal diam,maira harus dijaga dengan ketat,dan kamu sandi kenapa kamu tidak becus menjaga adikmu sendiri" ucap papahnya kesal.
"aku memang kakak yang tak berguna" ucap sandi.
"sudahlah...jangan merasa begitu,yang terpenting kita menjaga maira sama-sama" ujar fariq.
maira terdiam dia tidak ikut nimbrung dia memilih untuk menyendiri,"aku mau pulang..." ucap maira sambil mengambil tas kecilnya.
"kamu sudah baikan sayang...?"tanya fariq.
maira mengangguk,
"kalo gitu ayo kita pulang " ajak fariq.
"tidak...aku naik taxi saja"
"kenapa naik taxi?suamimu akan pulang bersamamu" ucap sandi.
"kak fariq masih banyak pasien,aku gak mau mengganggu pekerjaannya"
"kalo gitu biar papah antar" ucap papah ikbal.
"tidak...sebaiknya papah istirahat,sebenarnya maira ingin sendiri" maira berjalan keluar.
fariq mengepalkan tangan dan keluar menyusul maira.
"sayang...aku mohon ayo kita pulang bersama aku tidak bisa membiarkanmu sendiri"
"aku gak apa-apa sebaiknya kakak pergi bekerja lagi,maaf aku sudah mengganggu waktumu" ucap maira pergi begitu saja.
di sebuah parkiran rumah sakit gilang sedang beradu argument dengan karin,maira yang melihatnya lalu menghampiri mereka.
"ini dia wanita j***g itu" karin menggunjing maira seperti tidak ada bosannya.
"terima kasih sudah memberikan sesuatu yang berharga padaku,secara sikapmu padaku membuat suamiku lebih mencintaiku" ujar maira.
"aku tidak akan membalas perbuatanmu tapi...biar Allah yang membalasnya" lanjut maira.
karin pun geram dia hampir melukai maira lagi tapi gilang dengan sigap melindungi maira.
"berhenti karin...bukan fariq saja yang akan menjaganya tapi aku juga akan menjaganya" jelas gilang.
"wow...ternyata ada dua pelindung di hidupmu" ucap karin tertawa.
"bukan dua tapi lebih...."ucap fariq saat mendengar percakapan mereka.
"aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya lagi...sebaiknya kamu pulang jangan sia-siakan waktumu untuk mengejarku karena aku sudah ada yang punya" ucap fariq sambil menggenggam tangan maira.
"kau boleh saja bahagia sekarang tapi lihat saja nanti kalo orang tuaku sudah turun tangan" ancam karin.
saat papah ikbal dan sandi mendengar perkataan karin yang agak jauh dari mereka,papah ikbal langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencari identitas karin.
karin pergi dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi,maira,fariq dan gilang masih disana.
terlihat maira yang masih lemah dengan keadaanya,"sayang sebaiknya kita pulang kamu harus istirahat" ajak fariq.
"maaf...aku membebaskan karin...bagaimana pun kita adalah sahabatnya" ucap gilang.
"kali ini tidak apa-apa,tapi kalo sampai dia menyentuh istriku lagi jangan harap kamu akan bisa membantunya lagi" ucap fariq kesal lalu dia pergi bersama maira.
sandi menghampiri gilang,"kamu tahu apa yang di lakukan temanmu itu pada adikku?"
gilang mengernyit,"adikku..."
"iya,dia adalah adikku...aku akan melindunginya kalo sampai wanita itu menyentuh humairaku...aku akan membuat dia pelajaran" bisik sandi.
gilang masih tidak mengerti dengan panggilan sandi pada maira,sandi pun tertawa dan berkata,"sudah lah...jangan dipikirkan nanti juga kau akan tahu,sebaiknya ikut aku" sandi menggandeng gilang lalu pergi.
setelah sampai rumah,bibi membukakan pintu.
"nona kenapa kok wajahnya pucat?" tanya bibi.
"nona sakit bi..." jawab fariq berjalan mamasuki rumah dan berakhir di tempat tidur.
"kamu istirahat aku ambilkan minum" fariq pergi ke dapur.
saat fariq sudah berada di kamar dia langsung memberikan minum pada maira dan menyuapi cemilan pada mulut maira,tapi maira menolaknya karena dia tidak suka bau nya.
"kenapa sayang...?" tanya fariq.
"ini baunya tidak enak" jawab maira.
fariq yakin dengan dugaannya kalo maira sedang hamil.
pas waktu maira pingsan,dokter yang memeriksa maira menyarankan kalo fariq yang harus memeriksanya karena ada kemungkinan maira sedang mengandung.
"baiklah kalo begitu kamu istirahat dulu" ucap fariq.
"oh iya kalo kamu pengen buang air kecil tolong airnya masukin kedalam tempat ini" fariq menunjukkan wadah kecil pada maira.
maira bertanya,"buat apa?"
"pokoknya turuti saja perkataanku sayang "fariq mengecup pipi maira.
"aku keluar sebentar" ucap fariq.
selang beberapa jam,maira keluar dari kamar,dia hendak mencari fariq.
"bi...kak fariq kemana ya?"
"den fariq sedang main laptop di taman non"
"tolong panggilkan bi,suruh dia kekamar"
tidak menunggu waktu lama fariq sudah berada dikamar,"ada apa sayang...?"
"sayang bukannya kamu membutuhkan air itu?" maira menujukkannya pada fariq.
fariq terkekeh mendengar perkataan istrinya,fariq mengambil test pack yang sudah di belinya langsung memasukannya kedalam air itu,tangan fariq bergetar saat menunggu hasilnya.
garis dua...itu hasil test packnya.