
hari sudah pagi,suasana di apartemen masih sama,mata sandi perlahan terbuka,dia memegang kepalanya karena terasa sakit dia bangun dari tidurnya,saat dia hendak berdiri dia melihat sosok lelaki paruh baya sedang duduk sambil memperhatikan dia,lalu papah ikbal berdiri dan menghampiri sandi,dijewer nya telinga sandi.
"aduh...pah sakit...lepas pah..." ucap sandi kesakitan.
"dasar anak bodoh.. tidak tahu bersyukur" ucap papah ikbal yang masih menjewer telinga sandi.
"papah apa-apaan sih...lepas pah...sakit..."rengek sandi.
"papah tidak akan lepaskan sebelum kamu sadar..."
"papah...aku minta maaf..." teriak sandi,papah ikbal pun melepaskannya dan sandi pun memegang telinga bagian kiri.
"itu tidak seberapa papah akan berikan lebih dari itu kalo kamu menyakiti menantuku..." ujar papah ikbal.
"papah kenapa sih...sebenarnya papah ada apa kesini?" tanya sandi kesal.
"ya jelas mau jemput kamu..." jawab papah ikbal kesal.
sandi mendengus kesal,"sandi bukan anak kecil yang harus dijemput"
"hei...kamu lebih dari anak kecil,umur dan sikapmu jauh berbeda,kamu terlalu kekanak-kanakan tidak bisa menyelesaikan masalahmu sendiri" jelas papah ikbal.
sandi terdiam dia merasa kalo papahnya tidak mengerti dengan keadaannya sekarang,"terserah papah mau menilaiku seperti apa"
"apa kamu akan tetap seperti ini?" tanya papah ikbal yang sudah mulai mereda.
"sandi gak tahu pah" lirih sandi.
"papah sudah tahu masalah kamu,semalam riana menceritakannya dan fariq pun memceritakan yang sebenarnya"
"apa fariq berbicara pada riana?"tanya sandi.
papah ikbal menggeleng,"tidak,hanya kami berdua"
sandi menutup matanya dia merasa lega kalo riana belum mengetahuinya.
papah ikbal bertanya,"kenapa kamu tidak terus terang pada riana?"
"aku bingung pah...aku takut ini akan berdampak pada cahaya"
"menantuku bukan tipe orang jahat,papah yakin dia akan mengerti" papah ikbal mencoba membujuk sandi.
"tapi pah..."
"apa kamu masih ingin menyakitinya?"
"tidak pah,aku tidak ingin menyakitinya lagi aku sudah berjanji pada diriku sendiri" lirih sandi.
"maka dari itu bicaralah agar dia mengerti...asal kamu tahu semalam kamu tidak sengaja menyakitinya" ucap papah ikbal.
"iya sandi tahu itu pah...sandi sekarang juga akan pulang"
"bagus,kalo begitu papah juga akan pergi untuk beberapa hari jadi kamu selesaikan masalahmu sendiri tapi ingat jangan pernah menyakiti hati seorang perempuan apa lagi itu adalah seorang istri,ingat itu sandi" pesan papah ikbal untuk anaknya.
"iya pah..."
"baiklah kalo begitu papah pergi..."
"iya pak semuanya sudah di persiapkan" jawab asisten.
"bagus,kalo begitu ayo..." papah ikbal dan asistennya memasuki mobil yang sudah terparkir di halaman depan apartemen.
dirumah maira mencoba berbicara dengan kakaknya riana,"kak...apa kakak baik-baik saja?"
"kakak baik-baik saja mai...kamu jangan khawatir"
"maira yakin kok kakak akan setegar ini"
riana hanya tersenyum,dia melihat cahaya yang berdiri sambil melihat ke arah riana dan maira,riana pun memanggil cahaya.
"cahaya sini sayang..."
cahaya menghampiri riana dan memeluknya,"momy...apa papih akan pulang?" tanya riana.
"iya sayang...sebentar lagi papih pulang" jawab riana.
"cahaya...kak maira mau pulang apa cahaya mau ikut kerumah kak maira?" ajak maira.
cahaya menggeleng,"kalo cahaya ikut kakak,bagaimana dengan momy dia sendiri di rumah"
maira dan riana pun tersenyum," kamu makin sini makin pintar nak " ucap riana.
"kalo begitu,kak maira pulang dulu nanti giliran cahaya yang menginap di rumah kakak ya..."
"nanti kalo dede bayinya sudah lahir cahaya akan menginap " ujar cahaya.
"iya sayang...kak maira pergi ya" ucap maira sambil melangkahkan kakinya menghampiri fariq yang sudah menenteng tas dan menunggu maira.
setelah maira dan fariq pergi,riana dan cahaya melanjutkan obrolan,"momy...maafkan aku ya" ucap cahaya.
riana mengerutkan keningnya,"minta maaf untuk apa sayang?"
"karena cahaya momy dan papih bertengkar" lirih cahaya sambil menunduk.
"momy gak bertengkar sayang...momy sama papih cuman salah paham aja kok..." jelas riana.
"tapi kenapa papih gak pulang?"
"karena papih banyak kerjaan jadi dia lembur di kantor" ucap riana bohong,dia merasa bersalah pada cahaya,"maafkan momy sayang,bukan waktunya kamu mengetahui semua ini" ucap riana dalam hati.
tiba-tiba saja sandi sudah berada di belakang riana dan cahaya,"ehem..." sandi berdehem yang membuat mereka menoleh kebelakang,"papih..." " mas..."
"maaf aku baru pulang..." ucap sandi dengan nada pelan.
"papih...apa kerjaannya sudah selesai?" tanya cahaya yang membuat sandi melirik pada riana," iya sayang...makannya papih pulang"
"cahaya,biar papih istirahat dulu,kamu main dulu sama bibi,momy mau membuatkan papih minum" ujar riana.
"iya mom..." cahaya pun pergi menghampiri bany sister dan mengajaknya bermain di taman.
riana pergi meninggalkan sandi yang masih berdiri,sandi bingung dari mana dia harus memulainya dia pun pergi ke kamarnya.
bersambung...