Humaira

Humaira
Bab 74 kedatangan lea



sandi menghela nafasnya dia menoleh pada riana yang sedang duduk seperti memikirkan sesuatu.


sandi bertanya pada riana," sayang...apa yang sedang kamu pikirkan?"


riana menjawab," aku sudah pernah berkata padamu,walau apapun alasannya aku tetap akan meminta kamu menikahi lea".


"sayang...itu jangan terlalu difikirkan walau kamu meminta dan memaksaku,aku tidak akan pernah menikahi lea karena aku sudah memberikan alasannya" tegas sandi.


"bagaimana dengan cahaya,ingat dia juga punya perasaan mas..."


"aku tahu...itu akan aku tanggung sendiri..." ucap sandi.


"tapi mas..."


"sudah ana...aku mohon jangan mempersulit ku" tegas sandi.


riana pun tidak bisa berkata lagi,dia sudah melihat raut wajah suaminya tidak seperti biasanya,riana tidak tahu siapa yang egois dirinya atau suaminya.


"sudah jangan berdebat lagi,sebaiknya kamu persiapkan apa yang akan kamu katakan pada lea setelah kamu sudah mengetahui kebusukannya,karena sore ini dia akan datang menemui mu" ucap papah ikbal pada riana menantunya.


"apa...secepat itu?" tanya sandi kaget,papah ikbal mengangguk.


"baiklah,lebih cepat lebih baik..." ucap riana lalu berdiri dan berpamitan untuk pergi, "pah...aku harus pergi,mas maaf aku tidak bisa menemanimu..." dia pergi melangkahkan kakinya.


"kamu mau kemana sayang..." tanya sandi sambil sedikit berteriak.


riana menoleh," aku ingin menenangkan pikiranku" jawab riana dan meninggalkan sandi dan papahnya.


"sandi...biarkan dia sendiri dulu,dia butuh waktu untuk semua ini" ucap papah ikbal pada sandi yang berdiri dengan kepala tertunduk.


riana sudah berada di mobil,dia mengambil ponselnya dan melakukan panggilan.


"assalamualaikum..."


"...."


"apa kamu di rumah?"


"...."


"aku akan berkunjung ke rumahmu..."


"...."


"aku ada dijalan,sebentar lagi juga sampai..."


"..."


riana sudah berada di sebuah rumah dengan halaman ,dia turun dari mobil dan mencoba menghampiri seorang perempuan yang sudah menunggunya di teras rumah.


"selamat siang..." ucap riana pada perempuan itu dan saling berpelukan.


"ayo masuk..." ajak maira,ternyata riana pergi ke rumah maira.


riana dan maira sudah berada di teras taman yang berada di samping rumah,mereka sedang berbincang.


"kak...baik-baik saja kan?" tanya maira pada riana karena maira merasa ada yang berbeda pada sikap kakak iparnya.


riana memberikan senyuman pada maira, " kak...kalo berat untuk di simpan,kakak boleh bercerita" ujar maira.


"tidak maira...aku tidak mau memberikan beban padamu karena kamu sedang hamil tua,sebaiknya kamu mempersiapkan persalinan" kata riana.


"baiklah kalo kakak tidak mau bercerita,tapi...tolong jangan difikirkan terlalu dalam nanti kakak bisa sakit" pesan maira.


"makasih mai..."


"sama-sama...oh iya kak sandi tahu kakak kesini?" tanya maira.


riana menggeleng," dia tidak tahu,tolong jangan beritahu keberadaan ku di sini" pinta riana.


"kenapa? kakak kan berada di rumahku!" ujar maira.


"kita tidak bertengkar kok,hanya salah paham saja" ucap riana.


"jangan bohong,aku sudah tahu semuanya,jadi jangan ditutupi lagi" ujar maira.


"aku sudah menduganya" ucap riana.


"aku yakin berada di posisi kakak sangat berat,kak sandi pun sama bagi dia tidak mudah untuk semuanya,tapi dengan kebesaran hati kita aku yakin semuanya akan membaik"


"aku gak tahu harus bagaimana mai..." lirih riana membuka pembicaraan tentang masalahnya.


"kakakmu tetap tidak mau menikahi lea,dan dia sudah memberi tahu ku alasan yang sesungguhnya,di sisi lain aku takut kehilangan cahaya karena aku tidak pernah mempertemukannya pada mamahnya"


"jadi alasan kakak,takut kehilangan kepercayaan dari cahaya?" tanya maira.


riana mengangguk baginya tidak mudah untuk meyakinkan seseorang,apalagi cahaya bukan anak kandungnya.


"kenapa harus takut kak...apa kakak melarang lea menemui cahaya?" tanya maira,riana pun menggeleng,"jadi kenapa harus takut...mereka tidak bertemu bukan karena kakak" ucap maira.


"tapi ini tetap karena kakak,aku yakin lea tidak menemui cahaya alasannya aku,dia juga takut kalo cahaya akan meninggalkanku" tangis riana pun pecah.


"kak...jangan mempersulit keadaan,itu hanya dugaan kakak saja,biarkan semuanya berjalan seadanya,kalo kakak seperti ini,bukan hanya kakak yang tersakiti,tapi kak sandi juga pasti akan merasa sakit" jelas maira.


"dengar ya kak...aku juga sempat berfikir seperti kakak,apa lagi aku sangat menjunjung norma-norma agama,aku juga yakin kakak juga sama sepertiku,tapi kita hanya manusia tidak bisa melakukan seperti keinginan kita,sebaiknya kita serahkan semuanya pada sang maha membolak-balikkan hati" tutur maira.


"jadi aku harus bagaimana?"


maira menjawab,"biarkan semua berjalan dengan apa adanya,di samping itu kita berdoa agar semuanya membaik,aku yakin niat kakak baik"


" jangan terlalu memaksakan,aku yakin cahaya baik-baik saja,aku akan membantu kakak untuk bicara pada cahaya dan kak sandi" maira berusaha untuk menenangkan riana.


"makasih mai...tapi hari ini lea akan menemui ku"


"tidak apa-apa aku yakin kakak akan bisa menghadapinya" ujar maira.


"maafkan aku mai...tadinya aku tidak mau membicarakan ini padamu tapi..."


"gak apa-apa aku juga akan membantu kakak semampu ku" ucap maira.


sandi sudah pulang ke rumah dia tidak mendapati istrinya,dia mencoba bertanya pada art,benar saja riana belum pulang sejak tadi mengantar cahaya.


sandi berada di kamarnya,dia mengacak-ngacak rambutnya,karena akhir-akhir ini riana bertingkah aneh.


sedangkan riana sudah berada di halaman rumah bersama lea,ternyata riana pergi menemui lea setelah pulang dari rumah maira di bantu oleh asisten papah ikbal.


mereka sudah berada di ruang tamu,"silahkan duduk,kamu mau minum apa?"


"teh hangat boleh?"


"tentu...aku akan menyuruh art membuatkannya dan aku juga akan memanggil cahaya,aku yakin dia akan senang sekali" ucap riana,sepertinya suasana hatinya kini sudah mulai membaik.


riana pergi menemui cahaya,belum sempat pergi ke kamar cahaya,suaminya sandi sudah berdiri tepat di depan pintu kamarnya.


"kenapa jam segini baru pulang?"


riana mencoba membujuk suaminya dengan kecupan di bibir sandi cup...." maaf kan aku sayang,aku menjemput tamu spesialnya cahaya" ucap riana,sandi pun langsung paham " ternyata riana sudah bertemu dengan lea" ucap sandi dalam hati.


"mas...kamu tidak ingin menemui mantan kekasihmu?" tanya riana menggoda suaminya.


"aku akan menunggumu dikamar jadi jangan lama-lama" ucap sandi datar.


riana menggelengkan kepalanya,"oh iya,tapi bolehkan lea menginap disini malam ini,soalnya dia belum sempat cari hotel,apa lagi ini sudah larut malam"


sandi mengusap wajahnya dengan kasar,heran dengan keinginan istrinya tidak masuk akal baginya.


"terserah kamu,jangan salahkan aku kalo aku yang akan turun dari rumah ini" ucap sandi kesal lalu masuk ke kamarnya.


bersambung....