
fariq dan sandi sudah tiba di ruangan dimana riana di rawat.
"silahkan duduk",sandi mempersilahkan duduk pada fariq di atas sofa yang berada di ruangan tersebut,fariq pun duduk.
"apa ini saudaramu?",tanya fariq.
sandi menjawab,"bukan...dia adalah istriku".
sontak fariq terkejut,"kenapa bisa seperti ini?",tanya fariq.
"dia mengalami kecelakaan,dokter bilang sangat tipis antara hidup dan mati",jelas fariq.
"yang sabar,mudah-mudahan Allah berikan suatu keajaiban pada istrimu",ujar fariq.
"terima kasih...tapi sudah dua tahun istriku terbaring seperti ini",lirih sandi.
"dua tahun atau lebih jika allah berkendak menghidupkan kembali istrimu itu sudah ketentuannya".
sandi tersenyum mendengar perkataan fariq,dia berharap istrinya cepat sadar.
"apa kamu sering kesini?",tanya fariq.
"biasanya seminggu sekali tapi entah apa yang membuatku ingin bermalam disini",ujar sandi.
"sering-seringlah menemani istrimu aku yakin itu akan membantu penyembuhannya",pesan fariq.
"iya itu benar..."ujar sandi.
"lalu bagaimana dengan lea! apa kamu tetap akan berusaha bersamanya?",tanya fariq.
"aku sudah berjanji pada diriku sendiri,apa lagi lea adalah ibu dari anakku",jelas sandi.
"lalu bagaimana dengan istrimu ini?",fariq bertanya lagi.
"aku tidak akan melepaskannya karena aku tidak bisa jauh darinya".
"jadi orang jangan serakah,apa kau tahu dengan apa yang kau lakukan sudah menyakiti dua orang perempuan sekaligus",ucap fariq.
"kalo bagitu aku pergi,sebentar lagi jadwal kerjaku",fariq berpamitan.
"terima kasih sudah mau menjenguk riana",ucap sandi.
"sama-sama...",fariq keluar dari ruangan itu tinggal sandi dan istrinya,sandi masih memandang riana sudah lama mereka menjalin hubungan dari sepasang kekasih sampai suami istri,hanya saja kesalahan sandi yang membuat rumah tangga mereka menjadi hancur.
sandi tiba-tiba teringat dengan perkataan maira,kalau maira sudah mengikhlaskan apa yang terjadi pada diri maira,dia melepaskan lea tanpa keluarganya sadari kalo lea lah yang menyebabkan maira masuk rumah sakit.
"waktunya aku membuat sadar lea,kalau apa yang dia lakukan sudah sangat salah",gumam sandi.
maira dan fahmi sudah berada di rumah,terlihat anak-anak sedang berkumpul sambil satu persatu memeluk maira,terlihat bu lastri dan rahmi istri fahmi yang sedang membereskan bawaan maira.
"sudah...ya...kak mairanya harus istirahat dulu",ucap fahmi.
"nanti kalo kakak sudah sembuh benar,kakak janji akan membacakan buku cerita lagi",ucap maira.
yeee.....mereka bersorak gembira.
maira masuk kedalam kamarnya,betapa rindunya maira berbaring di tempat tidurnya,terlihat kakak iparnya yang sedang menyimpan pakaian maira ke dalam lemari.
"kak....",panggil maira kepada rahmi.
"iya dek..."
"gak apa-apa,kamu kan adeknya kakak",
"ayo cepat baringkan tubuhmu biar cepat sembuh dan ingat jangan banyak kerja dulu,apa lagi calon pengantin gak boleh kecapean",goda rahmi.
"kakak ini bisa aja...",maira dengan memeluk rahmi.
"kamu kenapa?",tanya rahmi.
maira melonggarkan pelukannya,"kalo nanti sudah menikah maira ikut sama ka fariq,kakak mau kan tinggal disini menjaga anak-anak?",maira balik tanya.
"kamu gak minta aja kakak sudah pindah,lihat saja kekamar kakak,semua barang-barang menumpuk",ujar rahmi.
"makasih kak...kakak istri yang solehah",ucap maira memeluk lagi tubuh rahmi.
"maira...kamu bisa buat kakak mati...",ucap rahmi terasa sesak.
maira melepaskan pelukannya,"maaf kak,maira terlalu senang",mereka pun tertawa.
di rumah lea masih memikirkan bagaimana cara membuat sandi benar-benar di pelukannya,andai saja dulu dia tidak pernah meninggalkannya mungkin sekarang dia sudah bersama sandi.
"oh...tuhan apa yang harus aku lakukan...",ucap lea sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur.
tiba-tiba lea teringat cahaya,"anakku....iya aku sudah lama tak menjenguknya",tapi lea teringat dengan ucapan sandi kalo wanita yang dia pukul adalah maira yang mengasuh cahaya dari kecil,lea meremas rambutnya mungkin sandi membiarkan dia karena lea telah memukul maira.
"kenapa jadi begini....",lea mengeluh.
di rumah sakit sandi masih setia menunggu istrinya tidak biasanya sandi berlama-lama di situ,tiba-tiba dia teringat lea dia tidak tahu lea dimana pengawalnya pun tidak memberi kabar,tapi sandi tidak berambisi untuk mengetahui lea, tidak seperti biasanya mungkin sandi merasa kecewa apa yang sudah lea lakukan terhadap maira.
"maafkan aku lea,untuk saat ini aku ingin bersama riana..."ucap sandi dalam hati.
saat sandi mendekati istrinya,dia melihat air di sudut mata istrinya,"riana...apa dia mulai merespon lagi!",sandi mengalihkan penglihatannya pada tangan riana tapi tidak ada gerakan.
"aku sangat yakin kalo kamu akan sadar sayang...",sandi mengecup bibir riana,"apa ini yang kau inginkan sayang...agar membuatmu cepat sadar!",ujar sandi tiba-tiba terjatuh air mata sandi menetes pada pipi istrinya sontak riana menggerakkan tangannya yang tak disadari sandi.
fariq keluar dari mobilnya dan melangkah masuk kedalam rumah,dia merebahkan tubuhnya di atas sofa yang berada di ruangan tamu,sambil berbaring fariq mengirimkan pesan pada maira kalo dia tidak bisa ke panti asuhan karena sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu istrihatnya maira.
saat fariq bangkit dari rebahannya,terlihat gilang yang sedang keluar dari kamar fariq dan melangkah menghampiri fariq.
"mau kemana?",tanya gilang.
"aku mau istirahat cape...",jawab fariq.
"oh iya...aku hampir lupa kalo tadi di rumah sakit aku bertemu lea",ucap sandi.
fariq mengernyitkan keningnya,"mau apa dia ke rumah sakit?".
"katanya dia menengok temannya yang sakit",jawab gilang.
"aku kira dia ingin bertemu denganmu",lanjut gilang.
"tidak...dia tidak datang padaku..."jelas fariq.
"ya udah cepat bersihkan badanmu,sudah tercium bau tak sedap",ejek gilang.
fariq menggelengkan kepalanya mendengar ejekan gilang lalu pergi ke kamar.
"apa mungkin lea ikut bersama sandi menemani istrinya!",gumam fariq dambil menyimpan tasnya di atas meja kerjanya.
bersambung.....