
hari ini adalah harinya istirahat bagi fariq,dia akan menghabiskan waktu liburnya bersama maira,di dalam kamar fariq masih enggan untuk pergi sarapan dia hanya ingin menemani dzakir yang sudah bangun.
sedangkan maira dia sedang menyiapkan makanan untuk sarapan,walaupun ada bibi dan ratna tapi maira masih mengerjakannya karena dia tidak ingin orang lain melayani suaminya.
setelah selesai,maira pergi untuk memanggil suaminya untuk sarapan.
"sayang...sarapan sudah disiapkan" ucap maira saat sudah berada di kamarnya.
"baiklah kita sarapan bersama..." ajak fariq.
"tapi dzakir tidak ada yang menemani.. " keluh maira.
"ratna dan bibi?" tanya fariq.
"mereka masih banyak pekerjaan,sebaiknya kita gantian saja..." ujar maira.
fariq pun mengangguk dia langsung pergi meninggalkan maira tanpa berkata,maira pun yang melihat sikap suaminya menjadi tidak enak.
fariq sudah berada di depan meja makan,dia masih berdiri melihat makanan yang sudah berada dimeja,tidak berfikir lama dia mengambil nasi dan lauk pauk yang lumayan banyak.
ratna yang memperhatikan pun membulatkan matanya,"apa dia sarapan sebanyak itu?" ucap ratna dalam hati.
saat fariq hendak pergi ratna bertanya"tuan mau sarapan dimana?"
fariq menoleh dan menjawab," aku mau sarapan dikamar dengan istriku,memangnya kenapa?" fariq balik bertanya.
dengan membuat alasan ratna berkata,"pamali tuan kalo makan dikamar,kan disini sudah ada tempat makan?"
"kamu ini,aku tidak bisa membiarkan istriku kelaparan,jadi aku ingin makan satu piring bersamanya" ucap fariq sambil pergi menuju kamarnya.
ratna semakin kesal karena tingkah fariq yang so romantis pada maira,"aku gak boleh diam saja,berfikir ratna...." ucap ratna dalam hati.
setelah berada di kamar,fariq sarapan bersama dengan maira,satu piring berdua.
"kita harus sering-sering makan seperti ini" ujar fariq yang sudah menyelesaikan sarapannya.
"iya sayang...nikmatnya sangat luar biasa" ucap maira.
"kebutuhan dzakir masih ada sayang?" tanya fariq.
"cuma pampers yang mau habis" jawab maira.
"kalo begitu aku mau pergi belanja untuk kebutuhan dzakir dan kebutuhan kita" ucap fariq.
"apa tidak merepotkanmu?" tanya maira tidak enak karena fariq yang harus mengcansel pekerjaannya.
"tentu tidak sayang...ini juga kewajiban ku,sebaiknya kamu tulis saja apa yang harus di beli" titah fariq.
"baik sayang..."
waktu menunjukkan jam 9 pagi,terdengar suara bel berbunyi, ting...teng...
ratna yang lagi didapur buru-buru membuka pintu,dilihatnya papah ikbal yang sudah berdiri di depan pintu.
"selamat pagi tuan..." sapa ratna.
"pagi...fariq dan maira ada didalam?" tanya papah ikbal.
"ada tuan,silahkan masuk"
papah ikbal masuk kedalam rumah,ratna menutup pintu sambil berkata," kenapa sering sekali lelaki tua itu datang kemari?" gerutu ratna ketika papah ikbal sudah pergi.
fariq yang menyadari mertuanya berada dirumahnya langsung mencium punggung tangannya,"kamu sudah rapih mau kemana?" tanya papah ikbal pada fariq.
"mau keluar sebentar,keperluan dzakir sudah mau habis" jawab fariq.
"kalau tau gitu papah tadi mampir dulu" ucap papah ikbal.
"gak apa-apa pah,ini juga mumpung fariq libur"
"ya sudah hati-hati dijalan" pesan papah ikbal.
ratna yang mendengar fariq hendak pergi sendiri dia buru-buru memikirkan sesuatu,"tuan...maaf sebelumnya,apa tuan mau ke supermarket?" tanya ratna yang sudah terpikirkan untuk berduaan dengan fariq.
"iya...memangnya kenapa?" tanya fariq.
"apa boleh saya menumpang,saya juga mau belanja keperluan saya tuan"
"iya tuan tapi sebentar saya mau ganti baju dan ambil dompet" ratna pergi dengan tergesa-gesa,dia tertawa kegirangan ketika sudah berada dikamarnya,"yes...kesempatan"
tidak selang beberapa lama,ratna datang menghampiri fariq,betapa terkejutnya fariq dan papah ikbal melihat penampilan ratna yang ****.
"kenapa art maira yang baru ini,pembantu kok kaya mau nongkrong dijalan yang lagi nunggu laki-laki hidung belang" ucap papah ikbal dalam hati.
"astagfirullah,ratna kamu mau kemana?,pakaianmu kenapa kaya gini?" tanya fariq.
ratna tersenyum malu-malu,"maaf tuan saya hanya punya baju kaya gini".
papah ikbal menggelengkan kepalanya,sedangkan fariq mengusap wajahnya dengan kasar.
"ya sudah ayo..." ajak fariq pada ratna.
ratna pun berjalan di belakang fariq,papah ikbal yang memperhatikan ratna sedikit ada yang mencurigakan,tapi dia tidak mau lama-lama dalam pikirannya,dia hendak pergi menemui maira dan dzakir.
saat papah ikbal mengetuk pintu kamar,tiba-tiba terdengar suara pesan WA terdengar ,ting...
( pah aku pinjam sopir papah untuk menemaniku pergi) pesan fariq.
(tentu saja) papah ikbal menjawab pesan fariq.
papah ikbal pun tersenyum,dia mengerti yang dimaksud menantunya,fariq tidak mau ada fitnah jika dia pergi bersama wanita lain termasuk seorang art.
"maira..."panggil papah ikbal sambil mengetuk pintu.
tidak lama maira membuka pintu,"papah..." seru maira meraih tangan papahnya dan menciumnya.
"papah dari tadi disini?" tanya maira.
"baru saja papah datang,papah kangen sama cucu papah"
"kalo begitu dzakir di gendong dulu sama kakek,karena umma mau bereskan dulu tempat tidur dzakir" ucap maira sambil memberikan dzakir pada papahnya, dan sekarang dzakir sudah berada di gendongan kakeknya.
"ya sudah papah tunggu di luar"
papah ikbal melangkahkan kakinya dia pergi menuju taman samping rumah,ditimbang nya cucu lelakinya itu,"sudah lama sekali aku tidak menimbang bayi,terakhir kakek menggendong umma mu waktu dia bayi" ujar papah ikbal mengajak bicara pada dzakir.
tidak berselang lama maira menghampiri dan membawa secangkir kopi,"dzakir anteng ya sama kakek..." ucap maira.
"iya...kelihatannya nyaman sekali..." ujar papah ikbal.
kini papah ikbal dan maira duduk bersampingan,"apa papah tadi tidak bertemu dengan kak fariq?" tanya maira.
"tadi papah sempat bertemu dengan fariq dia hendak pergi ke supermarket,malahan art baru itu juga ikut" ucap papah ikbal yang membuat maira terkejut.
"ratna ikut,buat apa?" tanya maira penasaran.
"katanya sih dia juga mau berbelanja juga" jawab papah ikbal yang masih menggendong dzakir.
"oh..."
"tapi kamu jangan khawatir fariq ditemani supir papah".
"ya syukurlah...maira juga kenapa jadi khawatir seperti ini melihat ratna pah"
"maksud kamu?"
"semalam ratna berpenampilan **** saat kak fariq berada di rumah" lirih maira.
"oh ya...pantas dia tadi memakai baju yang terbuka" ucap papah ikbal.
"maksud papah?" tanya maira sambil mengerutkan keningnya.
"maksud papah ya berpenampilan ****,emang kaya gitu ya...?" tanya papah ikbal.
"maira juga gak tahu pah..."
"sebaiknya kamu coba untuk menasehatinya,bukannya papah menakut-nakuti tapi fariq juga manusia pasti ada titik kelemahannya"
"tapi...maira gak enak sama bibi pah..."
"kenapa harus begitu,bukannya saling mengingatkan dengan hal baik itu adalah kewajiban,apa lagi kamu disini tuan rumah ya hal wajar kalo dia menuruti aturanmu" jelas papah ikbal.
bersambung....