Humaira

Humaira
Bab 78 wanita ular



setelah melalui perjuangan antara hidup dan mati saat ini maira sedang menggendong bayinya dan mencoba memberi ASI eksklusif pada bayinya,di bantu oleh asisten fariq.


sedangkan suaminya fariq sedang membereskan peralatan,sesekali dia melihat pada maira dan sang bayi,terukir diwajahnya kebahagiaan yang selama ini di nanti-nanti.


"kamu sudah boleh pulang" perintah fariq pada asistennya.


"baiklah dok kalau begitu saya pamit pulang,semoga ibu lekas sembuh" ucap asisten pada maira.


maira memberikan senyuman dan berkata," terima kasih sudah membantu suamiku".


"itu sudah tugas saya bu...mari dokter,bu...saya pulang"


"hati-hati dijalan" ucap fariq.


setelah asistennya sudah keluar fariq menghampiri maira,dia membelai pipi maira dan mengecup kening istrinya," terima kasih sayang kamu sudah memberikan hadiah terindah"


"sama-sama sayang...semoga dengan hadirnya si buah hati,kasih sayang kita semakin erat" ujar maira penuh harapan.


fariq pun memeluk maira yang sedang menggendong bayi mereka,terasa hangat melihat keluarga kecil maira yang baru saja dimulai.


setelah beberapa jam papah ikbal,fahmi dan bu lastri sudah berada di dekat bayi maira,mereka ikut bahagia dengan kehadiran bayi yang berjenis kelamin laki-laki itu.


apa lagi papah ikbal,dia sangat mendamba-dambakan cucu laki-laki,"hai jagoan kakek...cepat tumbuh nak...biar kakek ada teman" ucap papah ikbal pada bayi yang belum mengerti diajak bicara.


"aku pamanmu nak,kau punya kakak perempuan yang cantik-cantik,nanti kamu bisa bermain dengannya" ucap fahmi.


"kalian ada-ada saja..." ujar bu lastri menggelengkan kepalanya.


semua yang berada diruangan terlihat sangat bahagia,tidak hanya mereka yang sedang berlibur pun ikut bahagia,riana sudah tidak sabar untuk pulang tapi sandi tidak menghiraukannya karena misinya harus berhasil.


hari sudah menjelang pagi,suasana di rumah fariq terasa ramai karena bu lastri dan fahmi menginap dikediaman fariq,bu lastri membantu bibi yang sedang bekerja sedangkan fahmi dan fariq sedang berbincang di halaman samping rumah dan maira sedang berusaha menyusui bayinya.


tiba-tiba suara bel berbunyi ting...teng...


bibi dengan cepat membukakan pintu," assalamualaikum" ucap cahaya dan lea serentak.


"waalaikumsalam" jawab bibi.


"bibi apa cahaya boleh masuk?"


"tentu neng silahkan masuk"


cahaya dan lea pun masuk kedalam rumah,disana sudah ada bu lastri yang menyambut cahaya.


"cahaya....kamu sudah besar nak..." ucap bu lastri sambil memeluk cahaya.


"aku juga kangen sama ibu..."


mereka berpelukan,setelah cahaya melepaskan pelukannya dia berlari menghampiri fahmi yang sedang ditaman tepatnya disamping rumah.


"kak...fahmi..." teriak cahaya.


"cahaya..."


fahmi menciumi pipi adiknya itu,"cahaya sehat sayang?"


"alhamdulillah cahaya sehat kak...kakak aku ingin sekali menemui bayi kak fahmi,kapan kak fahmi ajak cahaya?"


"ehm...kapan ya..." ucap fahmi menggoda cahaya.


"ih.. kakak masih aja suka menggoda" rengek cahaya.


saat fahmi dan cahaya sedang asyik mengobrol,fariq melihat sosok mantan tunangannya berada di rumahnya,dia langsung menghampiri lea dan bu lastri yang sedang berbincang.


"pagi-pagi sekali kamu sudah kesini?" ketus fariq.


"maaf...cahaya yang memintanya,oh ya aku ingin melihat maira apa kau mengijinkannya?" tanya lea.


"tentu saja,dia berada di kamar kamu bisa masuk..." fariq mengijinkan lea menemui maira.


lea pun melangkahkan kakinya dan pergi ke kamar dimana fariq menunjukkannya.


saat lea membuka pintu,terlihat maira sedang duduk sambil menggendong bayinya.


"apa kabar maira" ucap lea yang membuat maira menoleh ke arah pintu.


maira tersenyum,"alhamdulillah aku baik,kemari lah" titah maira.


lea pun menghampiri maira,dia duduk di tepi ranjang dan menghadap pada maira.


"selamat ya,sekarang kamu menjadi seorang ibu" ucap lea.


"terima kasih...oh ya cahaya mana?" tanya maira.


"dia sedang bersama fahmi..." jawab lea.


"mungkin mereka sedang melepas kerinduan" ujar maira.


"aku ikut bahagia dengan kehadirannya" ucap lea sambil melihat wajah anak mantan tunangannya,ada rasa sesak di dadanya walau dia sudah tidak memiliki hubungan dengan fariq,tapi lea masih menyimpan rasa yang tersembunyi,angan-angannya dulu menjadi istri fariq sirna begitu saja,padahal dia teramat mencintai suami maira.


tapi dia harus mengubur dalam-dalam perasaan itu karena fariq sudah memiliki keluarga,dan dia tidak mau mengulangi kesalahannya lagi seperti yang pernah dia lakukan pada rumah tangga sandi.


"apa kau sudah bertemu dengan kak riana?" tanya maira tiba-tiba.


lea tersenyum dia mengerti dengan pertanyaan maira,dan lea menjawab," dia yang menjemput ku dari bandara".


"syukurlah aku lega mendengarnya, aku yakin kak riana pasti memperlakukanmu dengan baik" ucap maira.


"tentu,aku tidak pernah bertemu dengan wanita seperti bu riana" ucap lea.


"kau dan riana seperti saudara kembar,sifat dan tingkah laku mu sama persis hanya saja wajah yang berbeda,kalian sama-sama berhati malaikat,aku sudah banyak salah pada kalian" ucap lea dalam hati.


maira dan lea terus berbincang,sedangkan di luar papah ikbal baru saja datang,dia dikejutkan dengan cucunya yang banyak bicara,dia tidak tahu watak cahaya turun dari siapa entah dari ayahnya atau ibunya.


papah ikbal memberi kode pada fariq untuk mengikutinya keluar rumah,dan fariq pun mengerti dia langsung mengikuti langkah mertuanya.


saat sudah berada diluar papah ikbal bertanya," apa cahaya datang kesini bersama wanita ular itu?"


fariq mengernyitkan keninganya wanita ular yang dimaksud mertuanya adalah lea.


"iya pah...dia sedang bersama maira" jawab fariq santai.


"kenapa kamu membiarkannya?,bagaimana kalo dia macam-macam?" tanya papah ikbal kesal.


"memangnya kenapa,dia kan hanya mengunjungi maira" ujar fariq.


papah ikbal menghela nafasnya dan berkata," papah sudah tahu kalo dia mantan tunanganmu,jadi kamu jangan melonggarkan nya untuk sering datang kesini karena papah tidak mau apa yang dialami riana akan dialaminya juga oleh maira" jelas papah ikbal.


fariq memijit pelipisnya dan berkata," papah jangan takut aku tidak akan pernah mengkhianati maira"


" baguslah...papah akan pegang ucapanmu" seketika papah ikbal pergi kedalam rumah dan meninggalkan pemilik rumah.


perasaan fariq sekarang tidak enak karena mertuanya sudah memberi peringatan untuknya,"aku tidak akan meninggalkan maira,karena rasa ini terus tumbuh,makasih kek...pilihanmu memang tepat,aku tidak salah mengambil keputusan,dan untuk orang tua maira,aku berterima kasih karena kalian sudah melahirkan seorang bidadari yang sangat cantik" ucap fariq dalam hati.


fariq pun langsung masuk kedalam rumah dia menghampiri orang-orang yang sedang berkumpul di ruang keluarga,sedangkan lea masih berada di kamar bersama maira.


bersambung....